Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force – RAAF) baru saja menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan perang elektroniknya. Sebuah jet tempur EA-18G Growler milik No. 6 Squadron tertangkap kamera sedang beroperasi dari Pangkalan RAAF Williamtown dengan membawa persenjataan rahasia terbaru, pod Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB) AN/ALQ-249. (more…)
Boeing EA-18G Growler banyak disebut sebagai jet tempur spesialis peperangan elektronika (Electronic Warfare/EW) tercanggih saat ini. Dan tahukah Anda, bahwa pada hari ini, 19 tahun lalu, yang bertepatan dengan 15 Agustus 2006, menjadi momen bersejarah lantaran merupakan tanggal penerbangan perdana EA-18G Growler yang kala itu dilakukan di fasilitas Boeing di St. Louis, Missouri. Selama satu jam, prototipe EA-18G Growler sukses menuntaskan penerbangan perdana. (more…)
Umumnya suatu alutsista mendapatkan paket upgrade atau peningkatan kemampuan setelah dioperasikan. Namun, ada yang berbeda dari alutsista pesanan Australia. Pesawat spesialis peperangan elektronika (electronic warfare/EW) MC-55A Peregrine yang belum diserahkan, alias unitnya masih di negara produsen, diwartakan telah mendapatkan persetujuan untuk mendapatkan upgrade. (more…)
Dengan hadirnya drone intai tempur MQ-9B SeaGuardian buatan General Atomics Aeronautical Systems, maka militer Jepang berencana untuk mengurangi sejumlah arnada pesawat intai maritim Kawasaki P-1 yang kini berjumlah 33 unit. Namun, meningkatknya kemampuan Cina dalam pengembangan pesawat intai dengan kemampuan peperangan elektronik (electronic warfare/EW), mendorong Jepang untuk melakukan modernisasi pada armada pesawat EW-nya. (more…)
Karena menjadi target serangan terpilih, maka sudah barang tentu alutsista strategis mendapatkan proteksi tambahan, seperti Kementerian Pertahanan Inggris yang berencana untuk membangun ruang terisolasi seukuran hanggar yang cukup besar yang dapat menampung jet tempur stealth F-35 dan helikopter angkut berat CH-47 Chinook. (more…)
Perang regional diprediksi bakal pecah di Timur Tengah, tatkala Iran akan melancarkan serangan balasan ke Israel sebagai buntut dari tewasnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada akhir Juli lalu. Namun, bukan tak mungkin bila Israel justru yang akan melakukan serangan pendahuluan, terutama bila intelijen Negeri Yahudi dapat mengonfirmasi adanya persiapan Iran untuk menyerang Israel. (more…)
Selain khawatir pada ancaman senjata nuklir, Amerika Serikat dan NATO sepertinya harus berpikir ulang bila ingin berhadapan dengan kekuatan militer Rusia. Pasalnya, jet tempur stealth yang selama ini begitu diandalkan, yakni F-35A Lightning II justru keok setelah di-jamming oleh jet tempur Sukhoi Su-30SM milik Angkatan Udara Rusia. (more…)
Iran menyadari bahwa cepat atau lambat akan ada serangan balasan dari Israel, selain menempatkan sistem pertahanan udara berbasis rudal di sekitar Teheran, maka sebelum serangan akbar Iran ditunaikan pada 13 April 2024, otoritas pertahanan udara Iran diketahui telah menggelar sistem jammer (electronic warfare) canggih buatan Rusia. Yang dimaksud adalah Kvant 1L222 Avtobaza Electronic Intelligence (ELINT) system. (more…)
Dari kasus yang terjadi dalam perang di Ukraina, maka awak Main Battle Tank (MBT) tak bisa lagi menganggap remeh ancaman dari drone kamikaze (loitering muntion). Bahkan, publikasi media terkemuka Jerman pernah menuturkan bahwa salah satu ketakutan terbesar awak MBT Leopard 2A4 Ukraina adalah serangan dari drone kamikaze FPV (First Person View). Namun, melihat eskalasi yan terjadi, kedua kubu, baik Ukraina dan Rusia, sama-sama menghadapi drone kamikaze sebagai lawan yang dilematis. (more…)
Selain makin brutal, perang di Ukraina terus menciptakan ide dan strategi baru dalam dinamika yang terus berkembang. Salah satu yang menarik dan belum lama terungkap adalah kejelian dari Rusia yang mengoperasikan drone intai/kamikaze FPV (First Person View) dengan jalur kendali menggunakan kabel serat optik (fiber optic cable). Ini menjadikan drone tidak akan terpengaruh oleh upaya jamming dalam peperangan elektronika. (more…)