
Korea Selatan kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam panggung industri pertahanan global. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa yang memicu lonjakan permintaan alutsista dunia, Seoul terus memacu target ambisius untuk menembus jajaran empat besar eksportir militer global. (more…)

Angkatan Laut Korea Selatan (ROK Navy) bersiap melakukan lompatan besar dalam kemandirian teknologi pertahanan maritimnya. Persisnya, Seoul akan memensiunkan secara bertahap rudal pencegat pertahanan udara (hanud) buatan Amerika Serikat, Standard Missile-2 (SM-2), dan menggantikannya dengan rudal pertahanan udara buatan dalam negeri yang diklaim lebih superior, yakni Korean Ship-to-Air Missile-II (KSAM-II). (more…)

Meski tengah mendapat tekanan fiskal, langkah progresif kembali diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya memodernisasi lini sistem pertahanan udara (hanud) jarak menengah. Kementerian Pertahanan RI dilaporkan telah menerbitkan Letter of Intent (LOI) kepada perusahaan pertahanan Korea Selatan, LIG Defense and Aerospace, untuk rencana pengadaan sistem rudal hanud jarak menengah Medium-Range Surface-to-Air Missile (MSAM-II). (more…)

Hanwha Systems, perusahaan pertahanan terkemuka dari Korea Selatan, mengumumkan pada 9 Juli 2024, bahwa mereka akan memasok versi modifikasi dari Multi-Function Radar (MFR) untuk mendukung sistem baterai rudal pertahanan udara (hanud) Cheongung II atau Korean Medium-range Surface-to-Air Missile (KM-SAM) Block II, yang dipesan oleh Arab Saudi. (more…)