
Kontras yang sangat tajam terlihat dalam dua insiden jatuhnya pengebom strategis milik dua negara adidaya baru-baru ini. Ketika kecelakaan B-52H Amerika Serikat di Edwards Air Force Base berakhir tragis tanpa ada awak yang selamat, armada pengebom supersonik jarak jauh Tupolev Tu-22M3 ‘Backfire’ milik Rusia justru mencatatkan cerita yang berbeda. (more…)

Hanya sesaat setelah publik dikejutkan oleh kabar jatuhnya pengebom strategis supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Siberia, insiden yang jauh lebih fatal menimpa pilar utama triad nuklir Amerika Serikat. Sebuah pesawat pengebom raksasa B-52H Stratofortress dilaporkan jatuh dan hancur menjadi puing sesaat setelah lepas landas dari Edwards Air Force Base (AFB) di California, Amerika Serikat. (more…)

Airbus Helicopters, secara resmi menggebrak panggung pameran kedirgantaraan bergengsi ILA Berlin 2026 dengan memperkenalkan varian helikopter tanpa awak (uncrewed) terbaru mereka yang diberi nama U145. Dalam ILA Berlin 2026, Airbus memamerkan replika ukuran penuh (full-scale mock-up) dari U145 yang diproyeksikan menjadi pelengkap strategis dalam portofolio sistem udara nirawak (Uncrewed Aerial Systems / UAS) milik pabrikan. (more…)

Pada Rabu, 3 Juni 2026, Taiwan untuk pertama kalinya sukses melaksanakan uji tembak amunisi berkeliaran (loitering munition) atau yang populer dikenal sebagai drone kamikaze Altius-600M dengan menyasar target bergerak di permukaan laut. Uji coba mutakhir ini merupakan bagian dari rangkaian latihan militer dua hari yang menggabungkan latihan penembakan drone serta latihan taktis bersandi “Tianma”. (more…)

Thales Australia secara resmi mengumumkan percepatan produksi dan pengiriman armada kendaraan tempur proteksi taktis Bushmaster Protected Mobility Vehicle (PMV) untuk memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Darat Belanda. Langkah taktis ini diambil melalui kolaborasi ketat bersama Pemerintah Australia dan Angkatan Darat Australia guna mengantisipasi eskalasi ancaman keamanan modern di kawasan Eropa yang terus berkembang dinamis. (more…)

Sistem pertahanan udara titik (point defence) modern kini sangat bergantung pada efektivitas kanon reaksi cepat untuk menetralisir ancaman di ketinggian rendah, mulai dari rudal jelajah hingga drone intai dan kamikaze. Salah satu pionir dalam teknologi ini adalah Rheinmetall Oerlikon melalui sistem Skyshield, Skynex, maupun Skyranger yang mengandalkan kanon otomatis kaliber 35mm. (more…)

Di tengah bergulirnya dialog diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) justru memilih momen ini untuk menunjukkan kesiapan militernya ke hadapan publik. Melalui Angkatan Lautnya, IRGC secara resmi memperkenalkan kapal serbu cepat terbaru yang diberi nama 27 Rajab (Rajab 27th). (more…)