Tanpa banyak publikasi, AU Kerajaan Belanda atau Royal Netherlands Air Force (RNLAF) membuat gebrakan dalam operasional jet tempur F-16 Fighting Falcon. Bukan terkait persenjataan atau perangkat sensor yang ada di Elang Penempur yang juga digunakan oleh TNI AU, melainkan pada jenis bahan bakar yang diasup pada jet tempur multirole ini. Bila umumnya F-16 mengkonsumsi Avtur/JP8, maka pada 14 Januari 2019, F-16 AU Belanda untuk pertama kali menggunakan biofuel, yaitu bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. (more…)
Sebelum membuat tulisan ini kami mengira bila AMX-13 Armoured Recovery Vehicle (ARV) adalah tank reparasi pertama yang ada di Indonesia, persisnya yang dioperasikan oleh Satuan Kavaleri TNI AD. Namun ternyata ada yang lebih tua dari AMX-13 ARV, yang dimaksud adalah salah satu varian dari M32 Tank Recovery Vehicle (TRV). Meski tak jelas kapan pernah dioperasikan oleh Kavaleri TNI AD, namun foto di atas mempertegas adanya sosok tank reparasi yang dibangun dari sasis tank tempur M4 Sherman di Indonesia. (more…)
Meski jarang ditampilkan dihadapan publik, tank penggelar jembatan atau tank bridgelayer bukan lagi sosok yang asing di Indonesia. Ransus (kendaraan khusus) roda rantai pengusung jembatan lipat (scissors bridgelayer) ini sudah dikenal kavaleri TNI AD sejak era kedatangan tank ringan AMX-13 di dekade 60-an, berlajut ke platform Stormer (AVLB) di dekade 90-an dan yang paling baru adalah Beaver AVLB yang digadang mendukung pergerakan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4. (more…)
Dalam cuplikan dokumenter seputar sejarah perjuangan Kemerdekaan kerap menyisipkan penampilan ranpur lapis baja roda rantai. Yang lumayan sering tampil seperti tank ringan M3/M5 Stuart dan tank medium M4A3 Sherman. Kedua tank tersebut adalah kombinasi andalan Belanda dalam dua kali Agresi Militernya di Indonesia. Nah, masih di segmen ranpur roda rantai yang digunakan semasa Londo berkuasa, ada yang juga kerap tampil di film dokumenter, namun namanya kurang dikenal. (more…)
Meski masih dalam perdebatan, bukti asal muasal kata “Jancok” terangkat kembali beberapa waktu lalu, lantaran sebuah foto zaman old memperlihatkan sosok kubah tank Belanda yang diberi cat bertuliskan “Jan Cox.” (more…)
Setelah 70 tahun berlalu, pada 20 April 2018 menjadi momen yang bersejarah bagi perjuangan kemerdekaan RI, terkhusus lagi di lingkup TNI AL. Betapa tidak, bangkai RI Gadjah Mada dengan nomer lambung 408 berhasil ditemukan keberadaanya di Perairan Teluk Cirebon. 70 tahun silam, tepatnya pada 5 Januari 1947, RI Gadjah Mada dibawah komando Letnan Laut Samadikun mengwali pertempuran laut pertama RI dengan armada kapal perang Belanda.
Setelah membahas Hawker Hunter F4 eks Belanda yang kini menghuni Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta, ingatan sontak terbawa pada sejarah perebutan Papua (d/h Irian Barat) dari tangan kolonial. Dan bila dicerna lebih dalam, terutama dari aspek alutsista, maka fokus incaran dan daya upaya TNI kala itu tertuju pada sosok kapal induk HNLMS Karel Doorman (R81). (more…)
Setelah melewati perjalanan darat, pesawat Hawker Hunter F4 eks AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) telah tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Meski belum diresmikan keberadaannya, pesawat tempur kursi tunggal dengan nomer N-112 sudah dapat dilihat oleh pengunjung museum. Kondisi pesawat sendiri kini tengah dalam proses pengecatan ulang oleh personel TNI AU. Dan di bawah ini adalah video yang kami ambil pada saat proses pengecatan, Minggu (8/4/2018).
Diproduksi hingga 1.972 unit, Hawker Hunter lansiran Hawker Siddeley tak pelak menjadi salah satu jet tempur asal Inggris yang paling laris. Di Asia Tenggara, tercatat hanya Singapura yang resmi mengoperasikan jet single engine ini. Namun Hawker Hunter pun punya ‘kenangan’ tersendiri dalam perjalanan sejarah perjuangan Indonesia. Digunakan oleh AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) pada dekade 50/60-an, armada Hawker Hunter semasa pergolakan di Irian Barat ditempatkan Belanda di Biak untuk menghadang serbuan militer Indonesia dalam Operasi Trikora dan Jayawijaya. (more…)
Meski usia pengabdiannya telah diperpanjang, pada akhirnya frigat legendaris Van Speijk TNI AL bekal memasuki masa purna tugas. Setelah beberapa kali dilakukan upgrade dan repowering, toh usia senja frigat buatan Belanda yang dirilis pada tahun 60-an ini tak bisa dilawan. Untuk menggantikan enam frigat Van Speijk (aka – Ahmad Yani Class), komposisinya kelak akan digantikan oleh enam unit PKR (Perusak Kawal Rudal) 10514 (aka – RE Martadinata Class), yang dua unit diantaranya kini telah dioperasikan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. (more…)