Setelah menghibahkan 20-an unit rantis Bushmaster ke Ukraina dan 15 unit ke Indonesia, ada kabar baik bagi Thales Australia, yang mana manufaktur tersebut telah mendapatkan kontrak baru senilai Aus$160 juta untuk pengadaan 78 unit Bushmaster baru untuk kebutuhan Angkatan Bersenjata Australia. (more…)
Meski belakangan mengimplementasi sistem hanud NASAMS (National/Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) dibandingkan Indonesia, tetapi Australia mengadopsi sistem NASAMS yang lebih lengkap dan lebih modern dibandingkan milik Indonesia. Salah satunya Australia mengusung varian NASAMS 3 yang menggunakan campuran varian rudal AIM-120 AMRAAM dan rudal AIM-9X Sidewinder Block 2. (more…)
Proyek pengadaan ranpur Boxer 8×8 tak pelak menjadi bukti keberhasilan Australia dalam alih teknologi pada industri pertahanan. Betapa tidak, ranpur Boxer 8×8 yang aslinya berasal dari Jerman, namun, justru kini Australia berhasil meraih kesepakatan untuk mengekspor Boxer 8×8 ke Jerman. (more…)
Meski punya komitmen kuat untuk melengkapi militernya dengan persenjataan tercanggih, namun, tak semua program pengadaan alutsista di Australia dapat terealisasi, Kilas balik di tahun 2020, Departemen Pertahanan Australia telah mencanangkan proyek LAND 2097 Phase 4, yakni pengadaan helikopter serbu ringan dari platorm komersial, yang bakal digunakan bagi mobilitas pasukan khusus. (more…)
Sebagai sekutu Amerika Serikat yang banyak terlibat dalam operasi militer di manca negara, Australia jelas membutuhkan ketersediaan jumlah rudal anti tank yang memadai. Dan meski bukan pengguna baru FGM-148 Javelin, ada kabar bahwa Australia akan menerima ratusan rudal Javelin varian terbaru lewat skema Foreign Military Sales (FMS) yang ditawarkan oleh Washington. (more…)
Ada kabar terbaru dari negara di selatan Indonesia, setelah pada September 2020 mengumumkan Hanwha Defense Australia sebagai pemenang tender Protected Mobile Fires (Program LAND 8116 Phase 3), maka hari ini (13/12/2021), Departemen Pertahanan Australia resmi menandatangani kontrak senilai US$1 miliar untuk pengadaan 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV). (more…)
Rheinmetall dan Hanwha kini sedang bertarung dalam program Land 400 Phase 3 yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro, yakni tender untuk memasok ranpur roda rantai IFV (Infantry Fighting Vehicle) untuk Angkatan Darat Australia (Australian Army). Dalam pertarungan ini, Rheinmetall asal Jerman menawarkan Lynx KF41, sedangkan Hanwha dari Korea Selatan menawarkan Redback. (more…)
Wahana intai tak pelak menjadi elemen kunci dalam pergerakan kavaleri, terutama sebelum memasuki wilayah lawan. Untuk itu, pada ranpur modern tak jarang dilengkapi dengan drone mini untuk tugas pengintaian yang dimaksud. Hal itu setidaknya sudah diaplikasikan pada ranpur BTR-3KS (Ukraina)dan BT-3F “Arctic” (Rusia). (more…)
Tidak seperti Indonesia, militer Australia dalam doktrin penggelaran kekuatan tempurnya memang tidak memiliki ranpur (kendaraan tempur) lapis baja dengan kemampuan amfibi penuh, paling yang tersedia saat ini adalah ranpur roda ban LAV-25 8×8, yang punya kemampuan amfibi terbatas. (more…)
Pada Januari 2021, Departemen Pertahanan Australia telah mengonfirmasi atas keputusannya memilih Boeing AH-64E Apache Guardian sebagai pengganti helikopter serang Airbus Tiger ARH. Meski pemenang tender dalam Project LAND 4503 telah diungkapkan, namun saat itu belum ada persetujuan atas pembelian dan penjualan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui US Defence Security Cooperation Administration (DSCA). (more…)