Menyikapai potensi konflik dengan Cina maka akan terkait langsung dengan aspek kekuatan maritim, dan bagi Amerika Serikat dan sekutunya tak bisa mengesampingkan keunggulan sistem senjata pada kapal selam. Seperti pada 24 Februari lalu, Departemen Pertahanan AS telah memberikan dua kontrak untuk mendukung program Torpedo Kelas Berat – Heavyweight Torpedo MK 48 Mod 7. (more…)
Northrop Grumman merilis kabar bahwa tengah mempersiapkan uji penerbangan perdana drone intai HALE (High Altitude Long Endurance) bermesin jet MQ-4C Triton pesanan Angkatan Udara Australia – Royal Australian Air Force (RAAF). Uji penerbangan perdana Triton unit pertama (AUS1) sedang dalam tahap persiapan dan dijadwalkan akan berlangsung pada Q3 atau misim panas 2023. (more…)
Dalam menghadapi isu Cina, ada kesamaan antara Amerika Serikat dan Australia, yakni punya keparnoan tinggi terhadap manuver militer dan intelijen Sang Naga. Seperti belum lama ini, ada kabar bahwa otoritas pertahanan Australia akan mencopot alias mengganti seluruh kamera pengintai yang berasal dari produksi Cina. (more…)
Dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM pada pagi 7 Februari 2023 di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, nama pesawat perintis Pilatus Porter PC-6 yang dioperasikan Susi Air menjadi trending berita, ditambah ada kabar bahwa sang pilot Kapten Philips M. berkebangsaan Selandia Baru, turut disandera. Tapi tahukah Anda, bahwa Pilatus Porter PC-6 juga punya reputasi dalam dunia militer. (more…)
Kemampuan peperangan elektronika – electronic warfare – pada armada jet tempur Australia dikenal sebagai yang terdepan di kawasan regional, yakni dengan keberadaan Boeing EA-18G Growler. Dan terkait dengan peningkatan kemampuan Growler yang telah dijalankan Amerika Serikat, maka Australia telah merancang program upgrade pada armada EA-18 Growler dalam Project AIR 5349 Phase 6 – Advanced Growler. (more…)
Keparnoan (ketakutan) Australia kepada Cina tak kunjung surut, setelah membentuk pakta pertahanan bersama Amerika Serikat dan Inggris dalam AUKUS, Negeri Kanguru diketahui telah memproyeksikan akuisisi beragam alutsista strategis bernilai jumbo, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir, rudal anti kapal jarak jauh, sampai yang terakhir sistem senjata berbasis laser penangkis serangan rudal hipersonik. (more…)
Hampir semua senjata ofensif Cina dapat dinetralisir oleh militer Australia, namun ada satu jenis senjata yang rupanya membuat Negeri Kanguru ketar-ketir. Senjata yang dimaksud adalah rudal balistik yang mampu melesat di level hipersonik, yang disebut-sebut tak mampu ditangkal atau dijatuhkan oleh sistem hanud konvensional. (more…)
Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Ambisi Soekarno untuk menyatukan Nusantara pada kenyataan membuat Indonesia bersitegang langsung dengan Inggris, Belanda, dan kemudian menyeret Australia. Menyadari menghadapi ‘lawan’ negara-negara besar, jauh-jauh hari pun sudah terpikirkan untuk melindungi kawasan obyek vital nasional, terutama Ibukota Jakarta bila suatu waktu menjadi target serangan udara. Maka tak heran kemudian bila Jakarta sempat dilindungi oleh tiga skadron peluncur rudal hanud (SAM) jarak jauh SA-2. (more…)
Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. (more…)