Ekspos seputar rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) Mistral terbilang sudah banyak, lantaran rudal ini tak hanya digunakan oleh Arhanud TNI AD, melainkan juga diadopsi oleh frigat dan korvet TNI AL sebagai elemen SHORAD (Short Range Air Defence). Namun, biacara tentang rudal Mistral berpeluncur Atlas pada Arhanud TNI AD, maka tak bisa dilepaskan dari kendaraan peluncurnya, yakni rantis Komodo 4×4 Missile Launcher produksi PT Pindad. (more…)
Karena merupakan hajatan besar berskala internasional, urusan pengamanan dalam Asian Games 2018 menjadi perhatian utama dari pemerintah. Dan diantara elemen pengamanan yang melekat pada event yang berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September tersebut adalah keterlibatan elemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). (more…)
Sistem hanud titik berbasis MANPADS (Man Portable Air Defence System) menawarkan keunggulan pada sisi fleksibilitas deployment dan biaya operasional. Sementara, minusnya basis MANPADS mentok pada doktrin SHORAD (Short Range Air Defence). Rudal-rudal di kelas MANPADS memang punya kecepatan supersonic, namun jarak jangkau yang ditawarkan terbatas, bahkan cenderung diklasifikasikan sebagai VSHORAD (Very Short Range Air Defence). (more…)
Ambisi Soekarno untuk menyatukan Nusantara pada kenyataan membuat Indonesia bersitegang langsung dengan Inggris, Belanda, dan kemudian menyeret Australia. Menyadari menghadapi ‘lawan’ negara-negara besar, jauh-jauh hari pun sudah terpikirkan untuk melindungi kawasan obyek vital nasional, terutama Ibukota Jakarta bila suatu waktu menjadi target serangan udara. Maka tak heran kemudian bila Jakarta sempat dilindungi oleh tiga skadron peluncur rudal hanud (SAM) jarak jauh SA-2. (more…)
Dalam gelar sistem pertahanan udara (hanud), time and speed untuk melakukan steling di satu lokasi bagi satuan tembak (satbak) dan komponen radar pendukungnya sangat vital untuk diperhitungkan. Terkhusus pada sistem hanud RBS-70 yang digunakan Arhanudri Kostrad, elemen pendukung pada satbak RBS-70 TNI AD adalah Giraffe 40, yakni portable radar dengan jarak jangkau 40 km yang ditempatkan dalam platform truk Mercedez-Benz atau Volvo 6×6. (more…)
Kodrat BVP-2 adalah sebagai IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang merupakan generasi pendahulu dari ranpur IFV BMP-3F yang dioperasikan Batalyon Tank Amfibi (Yon Tankfib) Korps Marinir. Meski disebut satu marga dengan BMP-3F, namun uniknya di arsenal alutsista Korps Marinir justru BVP-2 bukan berada di Resimen Kavaleri, melainkan masuk di Resimen Artileri, yakni pada Batalyon Arhanud Marinir. Dan sejak didatangkan pada tahun 1998, sampai saat ini 40 unit BVP-2 masih terpelihara dengan baik dan dalam kondisi siap tempur. (more…)
Sudah lumayan lama tak terdengar kabar tentang rudal hanud SHORAD (Short Range Air Defence) Grom. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam uji tembak, pamor Grom yang digadang sebagai pengganti rudal Rapier terasa pudar. Alih-alih justru Arhanud TNI AD melirik rudal SHORAD MANPADS (Man Portable Air Defence System) lain, seperti dari jenis Mistral dan Starstreak. Namun belum lama ini diwartakan rudal Grom kembali diuji tembak di Pantai Sekarat Bengalon, Sangatta, Kalimantan Timur. (more…)
Jumlah satu baterai kanon hanud Type 90/35 mm untuk Arhanud Korps Marinir jelas bukan sesuatu yang ideal, maklum satu baterai artinya hanya terdiri dari empat pucuk kanon. Dalam operasi melindungi obyek vital (obvit) terasa jauh dari kata ideal. Namun pengadaan kanon twin gun buatan Norinco – Cina, seolah menjadi angin segar setelah sekian lama alutsista Arhanud Korps Baret Ungu belum mendapatkan modernisasi peralatan tempur. (more…)
Rapier 2000 (Jernas) di film Kingsman: The Secret Service.
Belum lama berselang salah salah satu TV swasta nasional kembali memutar film komedi action “Kingsman: The Secret Service.” Dan di salah satu scene akhir, tampil sosok rudal Rapier, jenis rudal hanud SHORAD (Short Range Air Defence) yang legendaris, termasuk punya arti penting dalam sejarah sistem kesenjataan Arhanud TNI AD. Bersama dengan Saab RBS-70, Rapier menjadi rudal hanud generasi pertama yang dimiliki sejak era rezim Orde Baru. (more…)
Potensi terjadinya missed target dalam sesi uji tembak rudal hanud (pertahanan udara) tentu sudah diperhitungkan. Maklum missed target bisa disebabkan beragam faktor, mulai dari kondisi cuaca, sistem pemandu rudal yang mungkin bermasalah, target drone yang kelewat lincah, atau kekeliruan dari operator. Missed target pun menjadi momok bagi segala jenis rudal, tak pandang itu rudal baru atau lama. (more…)