Belum lama resmi dioperasikan oleh Arhanud Angkatan Darat Inggris (Royal Army), diwartakan sistem hanud Sky Sabre Air Defence segera akan diboyong ke Polandia, dimana sistem hanud pengganti Rapier itu akan ditempatkan di perbatasan Polandia dengan Ukraina, yaitu untuk mendukung proteksi ruang udara Polandia dari imbas serangan Rusia ke Ukraina. (more…)
Ajang peperangan Rusia vs Ukraina bakalan lebih seru dalam beberapa pekan mendatang, pasalnya di tengah pengempungan pasukan Rusia atas Kiev, diwartakan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace akan kembali mengirimkan bantuan persenjatan. Setelah mengirimkan 3.615 unit rudal NLAW dan sejumlah kecil rudal Javelin, Inggris disebut akan mengirim rudal hanud MANPADS tercepat di dunia. (more…)
Selain nama-nama besar seperti S-300, S-400 dan Tor-M2, Arhanud Angkatan Darat Rusia masih punya sistem hanud lain yang juga disegani oleh NATO, yaitu Buk-M3 yang diberi label sebagai senjata/rudal hanud jarak sedang. Dirancang sejak era Uni Soviet oleh Almaz Antey, Buk-M3 bukan nama baru dalam jagad sistem hanud, pasalnya sudah dioperasikan militer Negeri Beruang Merah sejak tahun 1979. (more…)
Sistem hanud Iron Dome selama ini dikenal sebagai salah satu alutsista hanud terbaik di dunia. Dikembangkan oleh perusahaan Israel, Rafael Advance Defence System, Iron Dome juga telah diadopsi oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dan Singapura. Namun, siapa sangka, di balik kecanggihan sistem hanud tersebut, rupanya telah mengundang komplain dari para mantan awaknya. (more…)
Pesona dan kedigdayaan sistem rudal hanud S-400 rasanya masih jauh dari kata pudar, ibarat belum selesai memukau negara-negara yang bermimpi membeli S-400, nyatanya Rusia sudah memperkenalkan sistem hanud jarak jauh terbaru. Di ajang Army 2020 yang dihelat di Kubinka (23-29 Agustus), Almaz-Antey yang merupakan pengembang sistem hanud S-400, untuk pertama kalinya merilis apa yang disebut sebagai Antey-4000 air defense missile system (ADMS). (more…)
Sistem senjata hanud (pertahanan udara) digunakan untuk menghadapi sasaran di permukaan, rasanya bukan sesuatu yang aneh, terlebih dengan kaliber yang besar, kanon hanud yang elevasi larasnya disesuaikan ke arah horisontal, maka dapat menjadi senjata bantu infanteri yang mematikan. Seolah luput dari tangkapan media global, rupanya sistem hanud Pantsir besutan Rusia juga berhasil menjalankan moda tembakan ke sasaran di permukaan. (more…)
Berdasarkan kontrak pada Mei 2019, QinetiQ Target Systems dari Inggris pada 6 April lalu telah mengumumkan tuntas dalam proyek pengiriman 59 unit target drone Banshee Whirlwind untuk kebutuhan Arhanud TNI AD. Dengan warna khas merah-kuning, target drone Banshee sudah jamak digunakan oleh banyak negara, Indonesia pun sebelumnya telah menggunakan Meggit BTT-3 Banshee, bahkan target drone ini sempat gagal ditembak jatuh oleh udal hanud Starstreak milik TNI AD pada sesi latihan di Agustus 2017. (more…)
Nama Banshee sangat dikenal oleh satuan Artileri Pertahanan Udara, inilah target drone yang sudah cukup lama digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Target drone buatan Inggris ini seolah menjadi momok bagi pengawak senjata pertahanan udara (hanud), baik itu kanon maupun rudal. Pasalnya Banshee dikenal lincah dalam bermanuver, alhasil bukan perkara mudah untuk menembak jatuh drone dengan cat merah-oranye ini. Bahkan rudal hanud Starstreak milik TNI AD pernah gagal menembak jatuh target drone Meggit BTT-3 Banshee dalam suatu sesi latihan pada Agustus 2017. (more…)
Hadirnya sistem hanud ForceSHIELD tak hanya membawa angin segar dalam jagad persenjataan Arhanud TNI AD. Melengkapi rudal SHORAD (Short Range Air Defence) Starstreak HVM (High Velocity Missile), seperti diketahui Indonesia juga ikut mengakuisisi radar pengendus sasaran SHIKRA (System for Hybrid Interceptor Knowledge of Recognised Air) atau dikenal juga dengan sebutan CONTROLMaster 200 buatan Thales, Inggris. (more…)
Industri pertahanan Rusia kini tengah mendapat tekanan serius, pangkal musababnya siapa lagi jika bukan Presiden AS Donalt Trump yang memberikan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), menjadikan Rusia sulit memasarkan produk alutsistanya ke luar negeri. Meski begitu, Negeri Beruang Merah tak menunjukan bakal keok atas sengatan sanksi tersebut, justru dengan bangga Presiden Rusia Vladimir Putin merilis keberhasilan uji coba rudal balistik yang punya kecepatan hipersonik. (more…)