Meriam penangkis serangan udara (PSU) yang satu ini usianya relatif sama dengan meriam S-60 Arhanud TNI AD. Di Indonesia, meriam ini dipercayakan operasionalnya kepada Arhanud Korps Marinir. Seperti halnya basis pangkalan udara (lanud), maka keberadaan pangkalan angkatan laut berupa dermaga juga menjadi bagian elemen vital yang harus mendapat perlindungan, maklum di basis pangkalan laut biasanya berkumpul beberapa kapal perang dan instalasi penting lainnya. (more…)
Menjadi salah satu kekuatan militer terbesar di muka Bumi, Rusia mengadopsi penggelaran sistem pertahanan udara berlapis dengan beragam jenis kanon dan rudal hanud. Namun menjadi pertanyaan, bagaimana cara pasukan artileri pertahanan udara (Arhanud) Rusia berlatih? Dengan penugasan yang tinggi dalam operasi militer yang sedang berlangsung, tentu menarik untuk menyimak bagaimana strategi pasukan Rusia berlatih guna menghadapi ancaman serangan udara, yang terbukti masif menjadi tantangan besar sampai detik ini. (more…)
Setiap tanggal 9 April dan 5 Oktober, warga Ibukota Jakarta dibuat terkesima dengan defile dan flypass dari pesawat-pesawat tempur TNI AU. Sebagian besar warga Jakarta dibuat kagum atas deru mesin jet tempur yang membelah langit. Yang jadi bintang, tak lain dan tak bukan adalah alutsista nomer wahid milik Republik Indonesia, seperti Sukhoi Su-27/30, F-16 Fighting Falcon, Hawk 109/209 dan T-50i Golden Eagle. (more…)
Melihat jenis alutsista yang juga digunakan oleh TNI dalam laga perang di Ukraina, menjadi menarik untuk diperhatikan. Setelah debut rantis Bushmaster MRAP 4×4, VAB, BTR-4, BMP-3 sampai meriam hanud S-60, ada lagi satu jenis alutsista radar yang bakal beraksi di Ukraina, dan tentunya selama ini jenis yang sama telah dioperasikan Arhanud TNI AD. Yang dimaksud adalah radar GroundMaster 200 (GM 200) produksi Thales. (more…)
Selain nama-nama besar seperti S-300, S-400 dan Tor-M2, Arhanud Angkatan Darat Rusia masih punya sistem hanud lain yang juga disegani oleh NATO, yaitu Buk-M3 yang diberi label sebagai senjata/rudal hanud jarak sedang. Dirancang sejak era Uni Soviet oleh Almaz Antey, Buk-M3 bukan nama baru dalam jagad sistem hanud, pasalnya sudah dioperasikan militer Negeri Beruang Merah sejak tahun 1979. (more…)
Sistem hanud Iron Dome selama ini dikenal sebagai salah satu alutsista hanud terbaik di dunia. Dikembangkan oleh perusahaan Israel, Rafael Advance Defence System, Iron Dome juga telah diadopsi oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dan Singapura. Namun, siapa sangka, di balik kecanggihan sistem hanud tersebut, rupanya telah mengundang komplain dari para mantan awaknya. (more…)
Pesona dan kedigdayaan sistem rudal hanud S-400 rasanya masih jauh dari kata pudar, ibarat belum selesai memukau negara-negara yang bermimpi membeli S-400, nyatanya Rusia sudah memperkenalkan sistem hanud jarak jauh terbaru. Di ajang Army 2020 yang dihelat di Kubinka (23-29 Agustus), Almaz-Antey yang merupakan pengembang sistem hanud S-400, untuk pertama kalinya merilis apa yang disebut sebagai Antey-4000 air defense missile system (ADMS). (more…)
Sistem senjata hanud (pertahanan udara) digunakan untuk menghadapi sasaran di permukaan, rasanya bukan sesuatu yang aneh, terlebih dengan kaliber yang besar, kanon hanud yang elevasi larasnya disesuaikan ke arah horisontal, maka dapat menjadi senjata bantu infanteri yang mematikan. Seolah luput dari tangkapan media global, rupanya sistem hanud Pantsir besutan Rusia juga berhasil menjalankan moda tembakan ke sasaran di permukaan. (more…)
Berdasarkan kontrak pada Mei 2019, QinetiQ Target Systems dari Inggris pada 6 April lalu telah mengumumkan tuntas dalam proyek pengiriman 59 unit target drone Banshee Whirlwind untuk kebutuhan Arhanud TNI AD. Dengan warna khas merah-kuning, target drone Banshee sudah jamak digunakan oleh banyak negara, Indonesia pun sebelumnya telah menggunakan Meggit BTT-3 Banshee, bahkan target drone ini sempat gagal ditembak jatuh oleh udal hanud Starstreak milik TNI AD pada sesi latihan di Agustus 2017. (more…)
Nama Banshee sangat dikenal oleh satuan Artileri Pertahanan Udara, inilah target drone yang sudah cukup lama digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Target drone buatan Inggris ini seolah menjadi momok bagi pengawak senjata pertahanan udara (hanud), baik itu kanon maupun rudal. Pasalnya Banshee dikenal lincah dalam bermanuver, alhasil bukan perkara mudah untuk menembak jatuh drone dengan cat merah-oranye ini. Bahkan rudal hanud Starstreak milik TNI AD pernah gagal menembak jatuh target drone Meggit BTT-3 Banshee dalam suatu sesi latihan pada Agustus 2017. (more…)