Setelah sukses dalam kongsi pembangunan kapal pemburu ranjau City class, Belanda dan Belgia, dua negara bertetangga dalam payung NATO, kembali berkolaborasi dalam pengadaan kapal kombatan jenis lain, yakni frigat anti kapal selam – anti-submarine warfare (ASW), yang rencananya akan diproduksi sebanyak empat unit dengan nilai 4 miliar euro ($4,4 miliar). (more…)
Terbilang salah satu alutsista berusia tua, debut kapal penyapu ranjau Kondor class buatan Jerman Timur, selama ini lebih dominan dalam melaksanakan tugas patroli. Namun, belum lama ada kabar yang menarik untuk dicermati, salah satu Kondor class, yakni KRI Pulau Raas 722 diwartakan melakukan latihan anti kapal selam, dengan dukungan sonar yang dimilikinya, KRI Pulau Raas 722 dalam simulasi berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam lawan. (more…)
Dengan mulai diterimanya pesawat intai maritim P-8A Poseidon sebagai arsenal baru Angkatan Udara Selandia Baru – Royal New Zealand Air Force (RNZAF), maka tibalah masa purna tugas pesawat intai turboprop legendaris Lockheed P-3K2 Orion. Selain nama besar P-3 Orion, AU Selandia Baru ternyata telah mengoperasikan Orion selama 57 tahun. Dan pada 24 Januari lalu, flight P-3K2 Orion melakukan penerbangan terakhirnya. (more…)
Pengembangan sistem anti kapal selam (AKS) alias anti submarine warfare menjadi kebutuhan bagi TNI AL. Dalam dunia AKS dikenal apa yang dinamakan decoy anti torpedo, atau pengecoh torpedo, baik digunakan di kapal permukaan atau kapal selam. Selain Aselsan dari Turki yang memasok jammer dan decoy untuk kapal selam TNI AL, rupanya internal TNI AL juga mengembangkan decoy anti torpedo secara mandiri. (more…)
Belum lama ini, salah satu Fatahillah Class, yaitu KRI Malahayati 362 melaksanakan latihan penembakan torpedo MK46 dengan simulasi sasaran kapal selam lawan. Atas latihan yang berlangsung di Perairan Selat Bali tersebut, beberapa netizen lantas bertanya, dengan jenis sonar apakah korvet buatan Belanda yang didatangkan awal dekade 80-an ini dapat mendeteksi keberadaan kapal selam? (more…)
Punya ancaman nyata dari kekuatan bawah laut Cina dan Korea Utara, menjadikan Jepang getol dalam meningkatkan kemampuan anti kapal selamnya. Guna menunjang misi buru dan hancurkan kapal selam, salah satu andalan Angkatan Laut Jepang adalah keberadaan armada helikopter AKS, dimana sejak dekade 90-an, berkat bantuan Amerika Serikat, Jepang telah mampu memproduksi helikopter AKS di bawah lisensi. (more…)
Ada yang menarik dari postingan akun Instagram Puspenerbal, disebutkan pada 30 September 2021 dilakukan penjatuhan ranjau laut dari pesawat udara. Bukan dari pesawat udara yang mempunyai kemampuan anti kapal selam (AKS), melainkan ranjau laut berbentuk silinder besar itu dijatuhkan (air drop) menggunakan parasut dari ramp door pesawat angkut ringan NC-212 200 Aviocar dengan nomer U-6216. (more…)
Meski kebanyakan telah dipensiunkan, atau bila masih dioperasikan hanya untuk misi terbatas dengan sejumlah modifikasi, namun desain dan rancangan OV-10 Bronco tak lekang oleh waktu. Terbukti pesawat turboprop besutan North American Rockwell yang terbang perdana 16 Juli 1965 itu masih jadi panutan pengembangan pesawat tempur masa kini. (more…)
Dalam misi SAR terhadap hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Amerika Serikat diwartakan akan memberikan bantuan, yaitu dengan mengirimkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia, Boeing P-8A Poseidon. Punya kemampuan menjalankan misi anti kapal selam (AKS), kali ini dalam misi SAR, kemapuan AKS Poseidon akan dimanfaatkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402. (more…)
Setelah lama dinanti, lantaran jadwal seharusnya diterima pada September 2019, maka ada kabar baik dalam jagad alutsista nasional, dimana salah satu helikopter AS565 MBe Panther full AKS (Anti Kapal Selam) telah dioperasikan oleh Puspenerbal TNI AL. Meski tidak diumumkan secara resmi, kehadiran AS565 MBe Panther dengan kemampuan khusus ini tersirat dalam pernyataan Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo. (more…)