Angkatan Udara Cina Resmi Sematkan Nama “Yunlong” untuk Jet Tempur Siluman Shenyang J-35A

Industri penerbangan militer Cina kembali mencatatkan babak baru dalam pengembangan kekuatan udara generasi kelima mereka. Dalam jumpa pers resmi yang disiarkan oleh media penyiaran negara China Central Television (CCTV) menjelang pameran dirgantara Zhuhai Airshow, konglomerat pertahanan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) secara resmi mengungkap julukan (official nickname) untuk jet tempur siluman terbaru milik Angkatan Udara Cina (PLAAF), yakni J-35A.

Baca juga: Jepang Dinilai Remehkan Kekuatan Jet Tempur J-20 dan J-35 Cina dalam Buku Putih Pertahanan 2026

Pesawat buatan pabrikan Shenyang Aircraft Corporation (SAC) tersebut resmi diberi nama julukan “Yunlong” yang berarti Cloud Dragon atau Naga Awan. Penamaan ini menegaskan status J-35A yang kini telah memasuki tahapan produksi massal tingkat awal (Low-Rate Initial Production) sekaligus memperkuat garis keturunan pesawat tempur siluman utama Cina.

Penyematan nama “Yunlong” ini sekaligus melanjutkan tradisi baku penamaan alutsista udara Cina yang membedakan armada berdasarkan matra dan peran operasionalnya. AVIC mengonfirmasi bahwa seluruh lini pesawat tempur berbasis darat milik Angkatan Udara Cina menggunakan garis penamaan bertema naga, sebagaimana yang telah diterapkan pada jet tempur siluman kelas berat J-20 Mighty Dragon.

Sebaliknya, lini pesawat tempur berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut Cina (PLANAF) selalu menggunakan taksonomi bertema hiu, seperti J-15 Flying Shark, serta varian J-35 kapal induk yang diberi julukan Blue Shark. Pembedaan julukan ini mempertegas perbedaan peran taktis antara skuadron darat dan skuadron penerbangan angkatan laut dalam doktrin pertempuran modern militer Cina.

Secara teknis, J-35A “Yunlong” yang diproduksi oleh Shenyang Aircraft Corporation dirancang sebagai jet tempur siluman kelas menengah (medium-weight stealth fighter) yang bertugas melengkapi keberadaan J-20 yang berbobot berat (heavyweight). Kombinasi dua kelas pesawat siluman ini meniru pola doktrin Angkatan Udara Amerika Serikat yang menduetkan F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Dibandingkan dengan varian kapal induknya, J-35A “Yunlong” mengusung sejumlah perbedaan fisik yang mencolok. Karena dirancang khusus beroperasi dari pangkalan udara darat konvensional, pesawat ini mengadopsi konstruksi roda pendaratan depan tunggal (single-wheel) tanpa bilah peluncur katapult (catapult bar), serta memiliki bentang sayap yang lebih ringkas tanpa mekanisme lipat, sehingga menghasilkan bobot kosong yang lebih ringan dan aerodinamis.

AVIC Luncurkan J-35AE: Antara Spekulasi Pesanan Pakistan dan Ambisi Ekspor Stealth Cina

J-35A “Yunlong” dibekali fitur penyamaran (Low Observable) tingkat tinggi yang mencakup penggunaan diverterless supersonic inlet (DSI), ruang penyimpanan senjata internal (internal weapons bay), serta integrasi sensor electro-optical targeting system (EOTS) di bagian bawah hidung pesawat.

Kehadiran jet tempur buatan Shenyang ini tidak hanya memperkuat benteng pertahanan udara domestik Cina, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas ekspor pertahanan yang bernilai strategis di pasar global. Pengungkapan resmi identitas “Yunlong” ini mengindikasikan bahwa Angkatan Udara Cina kian siap mengoperasikan dua jenis jet tempur siluman secara berdampingan dalam waktu dekat. (Gilang Perdana)

Sepintas Mirip F-35A Lightning II, Cina Tampilkan Shenyang J-35A, Keduanya Adopsi ‘Single Wheel Nose Gear’

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *