
Bertembarnya perangkat anti drone, seperti jammer gun boleh jadi membuat tak nyaman para manufaktur drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dengan dalih mengamankan investasi bagi para penggunanya, Drone Evolution, pabrikan drone asal Tanah Britania Raya telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai SafeFlight. SafeFlight sendiri berwujud mini quad drone yang dilengkapi komponen anti jamming dan teknologi yang dapat menolak setiap upaya gangguan elektronika. (more…)

Pasukan Rusia telah menjadi bulan-bulanan dari aksi serangan gerilya drone di Suriah dan konflik perbatasan dengan Ukraina. Meski telah memiliki perangkat anti drone, pada kenyataan tak mudah untuk ‘melawan’ kehadiran drone dengan ukuran mini yang dapat dengan mudah disulap menjadi drone kamikaze. Berangkat dari keprihatinan di atas, teknologi Counter-Unmanned Aircraft System (CUAS) terus dikembangkan, salah satunya dengan dicetukannya konsep Novel counter-drone. (more…)

Menyadari adanya potensi gangguan keamanan lewat penggunaan drone ukuran mini, pihak keamanan tentu sudah mahfum dalam mengoperasikan tactical anti drone jammer gun. Sebut saja Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang dalam beberapa kesempatan tak jarang terlihat menggunakan senjata non lethal ini. (more…)

Dengan desain yang ringkas, tactical drone jammer gun full integrated ramai ditawarkan. Setelah sebelumnya ada Kalashnikov Rex-1, Drone Zoro DZ-02 Pro, dan Dronebuster Block 3, kini DroneShield memperkenalkan DroneGun Tactical pada ajang IDEX2019 di Uni Emirat Arab. Secara asasi, fungsi dan kapasitasnya bisa ditebak, namun yang unik dari jammer gun dari Australia ini adalah tampilan ‘laras antena’-nya yang bak senjata luar angkasa di film fiksi. (more…)

Tawaran tactical anti drone jammer kini bak jamur yang tumbuh di musim hujan, melihat potensi penggunanya bukan hanya dari kalangan kalangan militer, menjadikan pemasaran ‘senjata’ penakluk drone ini terbilang ramai dipromosikan. Dari beragam merek tactical anti drone jammer, lansiran asal Cina terbilang masih sepi di pasaran. (more…)

Bagi operator tactical anti drone jammer, perangkat ideal adalah yang mempunyai kinerja maksimal dengan desain ringkas, bahkan jika mungkin dapat masuk kategori ergonomis. Namun pada kenyataan, tactical drone jammer gun membutuhkan perangkat pendukung yang terlihat kurang praktis, diantaranya keberadaan baterai, beserta kabelnya yang terhubung dari senapan ke cell baterai pada backpack. (more…)

Tak hanya mengandalkan tactical jammer gun, melihat potensi ancaman yang kian terbuka dari sosok drone/UAV (Unmanned Aeriel Vehicle), khususnya pada obyek vital (obvit) nasional, kini TNI telah mampu men-deploy sistem anti drone yang lebih kuat dan lebih canggih dengan integrasi pada beragam sensor dan radar. (more…)

Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)

Di artikel kami terdahulu pernah diulas tentang SQUIRE (Signaal’s Quiet Universal Intruder Recognition Equipment), yakni radar manpack besutan Thales dengan desain kompak dengan ukuran yang terbilang kecil, sehingga dapat dipindah-pindahkan oleh dua prajurit. Tapi apakah SQUIRE adalah radar paling kecil? (more…)

Berada di jantung Ibu Kota, kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Negara, sudah barang tentu mendapat covering dari sistem pertahanan udara (hanud) terminal, berupa kesiapan tempur dari jet interceptor yang berperan sebagai garnisun udara dari Lanud Halim Perdanakusuma. Namun, tatkala ada perhelatan akbar sekaliber HUT Republik Indonesia, elemen hanud titik (point defence) ikut digelar untuk mengantisipasi berbagai hal yang mungkin saja bisa terjadi.
(more…)