Tak berselang lama setelah kegagalan Amerika Serikat dalam uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada 1 November 2023 di Vandenberg Space Force Base, maka Rusia juga tak ingin kalah tanding dalam uji coba rudal balistik antarbenua. Pada 5 November 2023 dengan mengambil lokasi di Laut Putih, lepas pantai utara Rusia, Angkatan Laut Rusia dengan kapal selam bertenaga nuklir terbaru Imperator Alexander III (Borei class), telah sukses melakukan uji coba ICBM Bulava. (more…)
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang RPK-3 Metel, yakni rudal jelajah anti kapal selam yang menjadi ikon senjata di kapal perusak (destroyer) Udaloy class Armada Pasifik Rusia, maka pada artikel ini dikupas tentang apa yang dibawa oleh RPK-3 Metel, yaitu torpedo ringan yang akan dilepaskan (dijatuhkan) oleh rudal Metel saat berada di sekitar area sasaran. (more…)
Saat tulisan ini diposting, dua kapal perusak (destroyer) Armada Pasifik Rusia – Admiral Tributs 564 dan Admiral Panteleyev 548 (Udaloy class) sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yakni dalam misi pelayaran jarak jauh di kawasan Asia Pasifik. Meski punya kemampuan peperangan anti serangan udara, anti permukaan dan anti kapal selam, namun, titik berat kemampuan Udaloy class adalah untuk mengadapi kapal selam, khususnya kapal selam NATO. (more…)
Dua kapal perang Armada Pasifik Rusia dari jenis destroyer pada hari Minggu (22/10/2023) sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan secara resmi menjadi tamu kehormatan Lantamal 5 Koarmada II. Kedua kapal perusak itu adalah Admiral Tributs 564 dan Admiral Panteleyev 548, yang melakukan pelayaran jarak jauh di kawasan Asia Pasifik. Meski bukan pertama kalinya berlayar ke Indonesia, namun kehadiran destroyer dengan kemampuan anti kapal selam ini menarik untuk dicermati, khususnya dari persenjataan dan tonasenya yang besar. (more…)
Komar 3M47-03E ship-based missile system (versi lama)
Serangan drone laut (USV) dan drone udara (UAV) kamikaze, tak pelak menjadi perhatian tersendiri bagi Armada Laut Hitam Rusia, terlebih bagi kapal patroli berukuran kecil dan kapal angkut/logistik yang tidak dipersenjatai secara memadai untuk menghadapi serangan dari dua jenis drone tersebut. Berangkat dari masalah yang dihadapi di depan mata, RATEP, bagian dari Almaz Antey Air and Space Defence Corporation, meluncurkan versi upgrade dari sistem pertahanan udara (hanud) Komar 3M47-03E. (more…)
Laut Mediterania rupanya bukan hanya menjadi ‘mimpi buruk’ bagi F-35B Lightning II Inggris yang ‘nyemplung’ ke laut setelah gagal lepas landas dari kapal induk HMS Queen Elizabeth. Persisnya tujuh tahun silam, jet tempur Angkatan Laut Rusia ada yang telah menjadi korban di Laut Mediterania. Sebuah ‘bocoran’ video beredar di jagad media sosial, yang memperlihatkan Sukhoi Su-33 gagal saat melakukan pendaratan di kapal induk Admiral Kuznetsov. (more…)
Dalam dinamika peperangan yang menyangkut matra laut, maka serangan dari drone bawah laut – Autonomous Underwater Vehicle (AUV) tak bisa dikesampingkan. Rusia yang mendapat tantangan berat di Laut Hitam, telah merilis UMT, yakni jenis torpedo ringan yang beruran kecil yang dirancang untuk misi anti drone. (more…)
Sebuah Landing Ship Tank (LST) yang diketahui dari jenis Ropucha class milik Armada Laut Hitam Rusia, diwartakan pada 4 Agustus ini mendapatkan serangan dari drone laut kamikaze – Unmanned Surface Vehicle (USV) Ukraina. Kapal pendarat berukuran besar Project 775/Ropucha Olenegorskiy Gornyak (SDK-91) diserang pada posisi lambung. (more…)
Sebagai peninggalan era Soviet, Angkatan Laut Rusia mendapat warisan berupa kapal penjelajah berat bertenaga nuklir Project 1144 Orlan (Kirov class), yang menjadi simbol kapal kombatan terbesar dan terkuat Soviet. Dan ada kabar terbaru terkait eksistensi Kirov class, bahwa salah satu Kirov class – Pyotr Velikiy, akan dipensiunkan dari kenidasan. Hal ini tentu mengundang tanya, apakah terkait dengan krisis anggaran? (more…)
Selain torpedo bertenaga nuklir Poseidon, sejatinya masih ada jenis torpedo produksi Rusia yang masih dipandang misterius oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Meski berstatus torpedo taktis di kaliber standar 533 mm, nama VA-111 Shkval tak pelak membuat armada AS dan NATO tak bisa tenang, pasalnya jenis senjata bawah air ini punya keunggulan komparatif yang sangat mengancam, sementara akses intelijen AS an Barat masih terbatas atas kemampuan torpedo yang bisa melesat bak roket tersebut. (more…)