Kapal perang docking dalam waktu sangat lama, rupanya bukan hanya terjadi di negara berkembang, yang umumnya menghadapi kasus kesulitan anggaran atau macetnya pembiayaan. Di Inggris, yang dikenal sebagai negara maju dengan angkatan laut kelas imperium, nyatanya ada kapal perang yang mengalami waktu docking sangat panjang, bahkan mencapai 3.000 hari. (more…)
Beroperasi seperti drone intai/tempur yang dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, maka hal yang sama juga dapat berlaku pada operasional kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang sama-sama mengandalkan keunggulan hub koneksi via satelit. Seperti belum lama dibuktikan oleh Australia yang mampu mengendalikan UUV milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), yang notabene berjarak 10.000 mil (sekitar 16.093 km). (more…)
Setelah lima minggu ‘terdampar’ Bandara Internasional Thiruvananthapuram (Trivandrum) India, jet tempur stealth F-35B Lightning II Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), akhirnya akan diterbangkan pada esok hari Selasa (22/7/2025). (more…)
Meksi perannya jarang dikupas, namun floating dock (dok apung) memiliki peran sangat penting dalam penggelaran dan pemeliharaan armada kapal perang, terutama bagi negara maritim dengan armada aktif yang tersebar luas. Fasilitas ini menyediakan kemampuan perawatan dan perbaikan tanpa perlu kapal kembali ke pangkalan induk, sehingga sangat vital untuk sustainability dan readiness armada. (more…)
Sudah lebih dari seminggu jet tempur stealth berharga US$104 juta berada di apron Bandara Internasional Thiruvananthapuram (Trivandrum) India. F-35B Lightning II milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) itu terus menerus terpapar panas dan hujan. Niat baik dari pemerintah India untuk menggeser F-35B ke dalam hanggar, anehnya telah ditolak Inggris. Ada apa? (more…)
Serangan rudal jelajah anti kapal masih menjadi momok menakutkan dalam dinamika peperangan laut modern, masih hangat dalam ingatan insiden pada kapal penjelajah Rusia RTS Moskva, yang karam di Laut Hitam setelah dihujani rudal Neptune Ukraina. Faktanya bukan perkara mudah untuk menertalkan serangan rudal anti kapal yang bisa mengubah ketinggian secara dinamis dengan kecepatan tinggi. (more…)
Punya kapasitas payload tiga kali lipat lebih besar dari KRI Arun 903 – kapal tanker terbesar TNI AL, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal tanker Wave class dan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class. Keduanya dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru, menjadikan opis menarik untuk pasar alutsista bekas pakai. (more…)
Kabar yang satu ini bisa jadi kabar baik bagi negara pemburu alutsista bekas berkualitas. Persisnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class dan kapal tanker Wave class. Keduanya telah dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru untuk ukuran negara berkembang. (more…)
Krisis di Laut Merah rupanya mendorong Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) untuk mendongkrak kemampuan serangan jarak jauh ke daratan (permukaan). Hal ini dipicu oleh aksi milisi Houthi di Yaman yang melakukan serangan dengan rudal balistik dan drone kamikaze ke kapal tanker/kargo sipil yang berlayar di koridor Laut Merah/Bal-el-Mandeb/Teluk Aden dengan tujuan Israel. (more…)
Sebagai negara persemakmuran, tentu ada hubungan khusus antara Malaysia dan Inggris. Seperti belum lama ini ada kabar, bahwa Inggris telah mengirim proposal penawaran untuk menjual sepasang frigat Type 23 Duke class milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy). Tawaran Inggris ditekankan untuk mengisi kesenjangan kekuatan armada Angkatan Laut Malaysia (TLDM) yang tengah menanti tuntasnya pembangunan LCS Maharaja Lela class (paling cepat) pada tahun 2026. (more…)