Dalam perspektif kebanyakan orang, predikat pesawat turboprop terbesar saat ini dipegang oleh Airbus A400M Atlas. Beberapa kali hadir di Indonesia, ditambah punya prestasi dalam mendukung operasi bantuan logistik bencana alam, membuat nama A400M lumayan tersohor di Indonesia, ditamhah lagi setelah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia memesan dua unit pesawat dengan kapasitas payload 37 ton ini. Namun, faktanya A400M bukanlah pesawat kargo turboprop terbesar. (more…)
Ini bukan sebuah sarkasme, tapi Indonesia kian memantapkan diri sebagai satu-satunya pengguna Airbus A400 di dunia yang kepemilikannya oleh operator sipil. Setelah kesepakatan pengadaan dua unit Airbus A400 untuk BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dicapai pada tahun 2018 (belum ada kontrak pembelian), kini giliran BUMN PT Pertamina yang berencana mengakuisisi pesawat turbo propeller yang harga per unitnya mencapai 152 juta euro tersebut. (more…)
Nama Airbus A400M Atlas kian moncer saja di Indonesia, setelah AU Perancis yang menyertakan pesawat turbo propeller dalam misi bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Lombok pada 24 Agustus 2018, kini AU Malaysia pun ikut ambil bagian dalam misi bantuan logitik pada musibah gempa bumi di Palu, Sulawesi Tenggara. Bila Airbus A400M Perancis membawa dua unit ambulans ke Lombok, maka yang dibawa Airbus A400M Malaysia, lebih spektakuler. (more…)
Airbus A400M Atlas AU Malaysia, saat dipamerkan di Singapiore Airshow 2016.
Untuk kedua kalinya pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas akan mengudara di Indonesia untuk misi bantuan kemanusiaan. Setelah sebelumnya pada 24 Agustus 2018, pesawat sejenis milik AU Perancis menerbangkan bantuang logitik ke Lombok, kini diwartakan satu unit Airbus A400M milik AU Malaysia (TUDM) akan menerbangkan bantuan logistik ke Palu, Sulawesi Tengah. (more…)
Setelah diwartakan sebelumnya, Airbus A400M Atlas dari AU Perancis (Armée de l’Air) yang tergabung dalam Misi Pegasus 2018, akan menerbangkan logistik ke wilayah bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan merespon permitaan dari Pemerintah Indonesia pada 21 Agustus lalu untuk bantuan penerbangan logistik, pihak AU Perancis menanggapi dengan cepat, pada Jumat pagi (24/8), Airbus A400M Atlas dengan kode pesawat F-BRAD telah bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Lombok. (more…)
Kunjungan Menteri BUMN Rini Soewarno di Termimal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa, 21 Agustus lalu memang cukup singkat. Namun singkatnya kunjungan Menteri Rini membawa tantangan tersendiri bagi AU Perancis yang membawa pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, dimana Airbus A400M Perancis akan melakukan misi dukungan logistik bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan kapasitas payload sampai 37 ton, jelas logistik dapat didorong ke Lombok dengan lebih efektif dan efisien. (more…)
Hajatan latihan udara multilateral Pitch Black 2018 telah berakhir pada 17 Agustus lalu, dan diantara partisipan negara yang mengirimkan jet tempur di event dua tahunan tersebut, bisa dibilang kehadiran Perancis memberi kesan tersendiri, pasalnya AU Perancis dengan tiga unit Rafale B (tandem seat) merupakan negara terjauh yang mengirimkan jet tempurnya ke Darwin, Australia. (more…)
Tepat 17 Agustus 2018, menjadi hari berakhirnya latihan udara multilateral Pitch Black 2018 yang diselenggarakan AU Australia (RAAF) di Lanud Tindal, Darwin. Dengan berakhirnya Pitch Black 2018, maka dimulailah gelombang kepulangan armada jet tempur dan unsur pendukungnya ke negara asal. Karena wilayah Indonesia yang strategis, bisa dipastikan jet tempur Sukhoi Su-30MKI dari India, Gripen C/D dari Thailand dan Rafale dari AU Perancis (Armée de l’Air) akan transit, atau setidaknya melintasi ruang udara Indonesia. (more…)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menunaikan setengah dari janjinya, pada Januari 2017 diwartakan Menhan telah menjatuhkan pilihan pesawat angkut berat pada Airbus A400M Atlas. Dan kabar tentang pengadaan Airbus A400M makin santer, setelah pilot TNI AU mulai dipersiapkan untuk menerbangkan pesawat turboprop buatan Airbus Defence and Space (ADS) ini. (more…)
Adalah wajar bila setiap manufaktur pesawat angkut taktis/strategis mengedepankan bahwa produk yang mereka tawarkan punya kemampuan plus-plus. Selain handal dari aspek permesinan, endurance, payload, dan jarak jangkau, kriteria pesawat angkut militer juga harus mampu beradaptasi pada landasan yang tidak beraspal, maklum misi militer menuntut pesawat angkut yang tangguh dan tidak ‘manja’ dalam gelar operasinya. (more…)