Partisipasi dunia militer dalam penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) telah dimulai sejak beberapa tahun belakangan. Secara bertahap terus dilakukan serangkaian uji coba pada berbagai jenis dan tipe pesawat/helikopter. Seperti kabar terbaru datang dari Airbus Defence and Space (ADS), yang mewartakan bersama dengan Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) tengah mempersiapkan uji coba SAF pada pesawat angkut berat A400M Atlas. (more…)
Airbus A400M Atlas AU Malaysia, saat dipamerkan di Singapiore Airshow 2016.
Terbang perdana pada 11 Desember 2009, sampai saat ini pesawat angkut berat turboprop Airbus A400M Atlas telah diproduksi sebanyak 111 unit dan dioperasikan oleh 8 negara dengan tambahan 2 negara yang telah mengorder (Kazakstan dan Indonesia). Dioperasikan oleh cukup banyak negara, yang menjadi pertanyaan, negara mana yang berhasil mencatatkan jam terbang tertinggi dengan A400M? (more…)
Kilas balik ke November 2019, saat itu Airbus Defence and Space (ADS) dalam Trade Media Briefing di Manching, Jerman, mempresentasikan dinamika pertempuran di masa mendatang yang semakin kompleks, dimana dibutuhkan keterpaduan dan integrasi antara jet tempur berawak dengan wahana tanpa awak (drone). Menjawab hal tersebut, Jerman, Perancis dan Spanyol mengumandangkan dimulainya proyek Future Combat Air System (FCAS) pada Paris AirShow 2019. (more…)
Rencana pengadaan dua unit pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas oleh Kazakhstan, boleh jadi akan mendapat kendala. Pasalnya Jerman selaku negara konsorsium pengembang dan produsen A400M, belum lama ini telah memutuskan untuk menghentikan ekspor persenjataan ke Kazakhstan. (more…)
Sampai artikel ini diturunkan, belum ada kepastian untuk pengadaan pesawat tanker A330 MRTT (Multirole Tanker Transport), justru yang ada adalah kabar pemesanan dua unit Airbus A400M Atlas untuk TNI AU, dimana salah satunya akan dikonfigurasi untuk varian tanker. Yang jadi pertanyaan netizen kemudian, bagaimana nasib pesawat tanker yang kelak akan menyusui armada F-16 Fighting Falcon? (more…)
Dengan keunggulan desainnya, Airbus A400M Atlas mampu mengisi gap kapasitas antara C-130 Hercule dan C-17 Globemaster. Namun, seiring dinamika, pihak manufaktur, dalam hal ini Airbus Defence and Space (ADS) melihat peluang lain untuk memproduksi pesawat angkut kargo militer, yaitu untuk mengisi kelas di bawah A400M Atlas, atau persisnya untuk menggantikan keberadaan CN-235 dan C-130H Hercules yang usianya telah menua. (more…)
Meski kontrak efektif baru dilangsungkan pada tahun 2022, namun suka cita kini dirasakan oleh tim Airbus Defence and Space (ADS). Setelah melewati lobi penawaran yang panjang sejak tahun 2017, bahkan dalam berbagai misi, tidak sekali dua kali A400M Atlas (milik Inggris, Perancis dan Malaysia) mampir ke Indonesia, akhirnya pada 18 November 2021, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah memastikan pemesanan dua unit A400M Atlas untuk TNI AU. (more…)
Ada kabar datang dari penutupan Dubai AirShow 2021, dimana Indonesia akhirnya resmi memesan dua unit Airbus A400M Atlas dalam konfigurasi tanker dan angkut. Kontrak efektifnya akan dilakukan pada tahun 2022, dan menjadikan Indonesia sebagai operator kesepuluh di dunia. Kesepakatan ini termasuk paket dukungan lengkap untuk perawatan dan pelatihan. (more…)
Walau sudah mengoperasikan Airbus A400M Atlas sejak tahun 2014, namun, Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) nyatanya baru saja melaksanakan tahapan uji coba air refueling untuk pesawat angkut turboprop tersebut. Kali ini bukan A400M yang berperan sebagai pesawat tanker, melainkan A400M yang ‘disususi’ oleh pesawat tanker Voyager – varian Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). (more…)
Terkait dengan negosiasi rencana pengadaan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, Indonesia menginginkan porsi otonomi yang lebih besar atas produksi CN-235, yakni sebagai bagian dari offset yang diminta oleh Indonesia dari Airbus. (more…)