Sebagai bagian dari solusi pertahanan udara Eropa, Belgia diwartakan akan mengakuisisi 10 baterai (kompi) sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) buatan perusahaan Norwegia, Kongsberg Defence and Aerospace, dengan nilai kesepatakan senilai 2,5 miliar euro ($2,87 miliar). (more…)
Bersama dengan naik pamornya PL-15 di perang Kashmir dan hampir setahun setelah diperkenalkan, rudal udara ke udara jarak jauh ‘reinkarnasi’ AIM-54 Phoenix, yakni AIM-174B secara resmi telah mendapat julukan “Gunslinger.” Nama tersebut dimasukkan di antara kemampuan tempur baru yang tercantum sebagai arsenal jet tempur F/A-18 Super Hornet dalam Naval Aviation Playbook 2025, yang mana rudal udara ke ke udara ini telah ditetapkan secara operasional. (more…)
Bila melihat dari postur kekuatan udara, maka Angkatan Udara Mesir sejatinya layak disebut ‘strong’, betapa tidak, Angkatan Udara Mesir mengoperasikan lebih dari 200 unit F-16, 18 unit Mirage 2000 dan 24 unit jet tempur Rafale. Namun, tetap saja Mesir merasa inferior, hingga berujung pada keputusan Kairo untuk membeli pesawat tempur Chengdu J-10C, berikut paket rudal udara ke udara canggih dari Cina. (more…)
Konversi fungsi rudal telah terjadi dalam beberapa tahun belakangan, umumnya rudal udara ke udara yang kemudian diperankan sebagai rudal darat ke udara atau rudal pertahanan udara (hanud), Sebut saja NASAMS yang mengadopsi AIM-120 AMRAAM ( Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) dan AIM-9X Sidewinder. Kemudian di Ukraina, rudal AIM-132 ASRAAM (Advanced Short-Range Air-to-Air Missile) buatan Inggris juga disulap sebagai rudal hanud. (more…)
Bila dikalkulasi, Angkatan Udara Ukraina mestinya bakal memperoleh donasi 85 unit jet tempur F-16 Fighting Falcon dalam beberapa pekan mendatang. Meski dianggap sebagai ‘game changer’ dalam perang melawan Rusia, namun pengoperasian F-16 akan menghadapi beberapa tantangan berat. Salah satunya adalah Elang Penempur itu bakal dipaksa untuk terbang di ketinggian rendah, yang artinya rudal udara ke udara yang dilepaskan F-16, kemungkinan akan menurun kemampuannya. (more…)
Meski masih terganjal untuk bergabung sebagai anggota resmi NATO, namun posisi Swedia kini tidak lagi sebagai negara netral, lantaran Swedia mendukung penuh Ukraina, termasuk menjadi donatur persenjataan. Dan itu rupanya telah membuat negara asal merek otomotif Volvo ini ketar-ketir, yakni terancam berkonflik langsung dengan Rusia. (more…)
Kombinasi antara jet tempur stealth F-35 Lightning II dengan rudal udara ke udara AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM), disebut sebagai racikan maut di angkasa, terutama dalam pertempuran beyond visual range. Namun, selama ini bekal AIM-120 yang dapat dibawa F-35 dalam sekali terbang masih dianggap kurang. (more…)
Lantaran masih ragu untuk mengirimkan jet tempurnya ke Ukraina, maka Amerika Serikat terus berusaha mengoptimalkan kemampuan dari jet tempur Angkatan Udara Ukraina yang masih tersisa. Setelah sukses mengintegrasikan rudal udara ke permukaan (rudal anti radiasi) AGM-88 HARM (High speed Anti-Radiation Missile) dengan jet tempur MiG-29 Fulcrum, kini AS tengah mempertimbangkan kemungkinan MiG-29 untuk bisa meluncurkan rudal udara ke udara jarak menengah Raytheon AIM-120 AMRAAM. (more…)
Digadang sebagai jawara duel udara ke udara, maka penempur terbaru di arsenal Angkatan Udara AS (USAF), yakni F-15 Eagle II atau akrab disebut F-15EX, terus mendapatkan serangkaian uji coba untuk mematangkan konfigurasi persenjataan, khususnya dalam misi tempur udara ke udara. Seperti dalam uji coba penembakan terbaru, diperlihatkan bahwa F-15EX dapat membawa hingga empat rudal udara ke udara lebih banyak dari varian sebelumnya. (more…)
Ada kabar terbaru dalam jagad rudal udara ke udara jarak menengah, dimana Raytheon telah mengumumkan untuk pertama kalinya uji penembakan rudal AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) varian D3, atau AIM-120D3. Yang lebih menarik, AIM-120D3 ditembakan ke sasaran berupa target drone QF-16 Zombie Viper. (more…)