Parlemen AS Akhirnya Setujui Penjualan F-16 Varian Terbaru ke Turki, Tapi dengan Syarat Ini!

Dalam KTT NATO 2022 yang digelar di Madrid akhir Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menegaskan dukungannya untuk rencana pembelian 40 unit jet tempur F-16 varian terbaru dan 80 kit modernisasi untuk armada F-16 yang kini dioperasikan Angkatan Udara Turki. Di AS, penjualan alutsista perlu mendapatkan persetujuan parlemen di Washington. Dan setelah lobi panjang, akhirnya parlemen AS menyetujui rencana penjualan paket F-16 terbaru (Block 70) atau yang dikenal sebagai F-16 Viper. Namun, ada sejumlah syarat yang mengikat, apa itu?
Baca juga: Setelah Permohonan Erdogan, Joe Biden ‘Restui’ Penjualan F-16 dan Suku Cadangnya ke Turki
Dikutip dari savunmasanayist.com (14/7/2022), DPR AS meloloskan RUU yang akan ‘membatasi’ Program F-16 Blok 70 Turki. RUU tersebut termasuk melarang penjualan F-16 Block 70 kecuali Turki menjamin bahwa wilayah udara Yunani tidak akan dilanggar. Anggota DPR, Frank Pallone, kemarin sempat menyerahkan RUU yang berisi rencana pasokan F-16 Block 70 ke Turki. Singkatnya, dalam RUU yang disajikan oleh Frank Pallone; Jika Turki menggunakan jet tempur F-16 Blok 70 maka akan membeli dari AS untuk kepentingan Amerika dan menjamin tidak akan melanggar wilayah udara Yunani dengan pesawat tersebut, maka penjualan pesawat ke Turki bisa “dibuka”.
RUU Pallone akhirnya telah disahkan dengan 244 suara mendukung dan 179 suara menyatakan abstain. RUU itu sekarang akan ditambahkan ke undang-undang anggaran Departemen Pertahanan AS 2023 (NDAA). Presiden Biden memiliki hak untuk memveto RUU ini, tetapi hanya 5 RUU yang telah diveto sejauh ini dalam sejarah NDAA.

Analis Industri Pertahanan Arda MEVLÜTOĞLU merangkum prosesnya sebagai berikut: “Seperti yang Anda ketahui, NDAA memiliki draf yang disiapkan oleh DPR dan Senat. Ini digabungkan dalam komisi campuran, diubah menjadi satu rancangan, dan diserahkan ke Presiden AS.
Dikutip dari Reuters.com (6/4/2022), disebutkan Pemerintahan Joe Biden yakin potensi penjualan jet tempur F-16 ke Turki akan sejalan dengan kepentingan keamanan nasional AS dan juga akan mendukung aliansi jangka panjang antar negara NATO. Meski sudah ada tanggapan positif dari Biden, tapi itu belum menjadi kesepakatan, pasalnya sebagian anggota kongres tidak mendukung secara eksplisit.
Pada awal April 2022 lalu, ada 50 anggota kongres AS yang menolak rencana pembelian F-16 oleh Turki. Mereka mendesak Pemerintah Biden untuk menolak pembelian Ankara, mengutip apa yang mereka katakan sebagai kurangnya komitmen Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk NATO dan “pelanggaran hak asasi manusia yang besar.” (Gilang Perdana)



Mamarika akan kasih gajah ke siapapun yg minta tp dengan syarat tuh gajah harus di ruang tamu bukan halaman rumah…
Begitulah prinsip dagang dia dari jaman sun go kong masih ngelayap ke wilayah barat smp sekarang 🤣🤣🤣🤣
@periskop
benar sekali itu lik Sam sebagai bossnya nato pilih kasih sangat subyektif sekali, mungkin dulu masukkan Turki supaya nato bisa gunakan pangkalan Incirlirk, cuma menangnya Turki misal dibanding kita mereka sudah jauh sangat mandiri dibanyak bidang teknologi, memang hukum alam jika banyak yg musuhi cenderung berusaha keras utk mandiri dalam banyak bidang supaya bisa bertahan hidup.
@kaberjee
ngga itu juga sih harusnya, yang lebih utama sih harusnya ngembangin senjata sendiri, lagipula meskipun turki anggota nato turki kayak dikesampingkan daripada anggota lain, buktinya:
1. pingin beli patriot malah ngga diijinin (jerman aja dikasih)
2. disuruh cari lainnya sama washington, begitu beli s-400 malah di embargo, alasannya inilah apalah itulah, padahal dia sendiri yang suruh cari alternatif,
slovakia punya s-300 aja amerika masa bodoh
mending pakai produkan sendiri aja pada akhirnya daripada beli sana sini yang malah ribet prosesnya anggaran pertahanan ditingkatkan untuk peningkatan mutu
Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah wawancara di youtube, pak gubernur yang punya 30an woof woof di rumahnya pernah bilang idealnya kita punya 300 pesawat tempur supaya setiap saat ada 100 pesawat yang siap operasional. Saya setuju itu asal kita pilih pesawat yang tidak terlalu mahal flight cost hournya.
Nah pesawat yang tidak terlalu mahal flight cost hournya ya F16 ini. Untuk Indonesia F16 dengan CFT bisa disebar ke 6 wilayah udara. Jadi 300 unit F16 dibagi 6 wilayah menjadi 50 unit F16 untuk masing2 wilayah. Jika sepertiga dari 50 unit siap tempur maka untuk masing2 wilayah bisa ada 16 unit F16 siap tempur. Jadi bukan 1 flight 3-5 unit yang terbang tapi langsung 1 skuadron yang terbang untuk mengamankan setiap wilayah.
Bayangin kalo misal kita ngomong ke US mau beli 300 unit pesawat tempur F16 block 70 pasti US dengan senang hati akan membuka jalur produksinya di sini. Tapi biaya akuisisinya lengkap senjata dan sparepart untuk 300 unit F16 block 70 itu usd 63 billion, kita nggak punya sejumlah itu. Alhasil cerita tinggal cerita. Hihihihi.
Beli pesawat itu pakai duit atau pakai surat pernyataan prasyarat sih, sebenarnya Turki tak perlu beli F16 toh misal diserang negara luar akan dibela sama Nato, duit bisa ditabung buat antisipasi resesi yg sudah didepan mata Turki.
setuju
kasian juga ya, pingin patriot ngga dikasih, dah modalin proyek f-35 malah ngga ikut nikmatin
Turki arah untuk kemandirian Alutsista sudah benar hampir semua jenis alutsistanya nanti bisa dibuat didalam negeri Turki sendiri
Dg syarat tidak melanggar wilayah udara turki dan hanya menggunakannya untuk kepentingan as,, sudah beli mahal masih dikekang lagi..
Beli peralatan militer dari Amerika harus siap dengan standar ganda dan persyaratan (politik) yang ditetapkan Amerika, berdikari adalah pilihan realitis
Kenapa jadinya F16 blok 70 (Viper) bukannya Turki dulu pesannya F 35 malah ikut dalam Konsorsium pembuatan F 35..wah jadi kemenangan pihak USA dan Blok Barat ini..