Konfirmasi Pembelian Su-35 Rusia, Iran Ungkap Jet Tempur Akan Dikirim Usai Perang

Setelah sekian lama diwarnai simpang siur dan spekulasi geopolitik, kepastian mengenai akuisisi jet tempur Su-35 oleh Iran akhirnya terkonfirmasi secara resmi. Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Mohammad Akraminia, menegaskan dalam sebuah wawancara bahwa seluruh proses kontrak pengadaan hingga pelatihan pilot untuk mengoperasikan jet tempur generasi 4.5 buatan Rusia tersebut sebenarnya telah rampung sebelum konflik regional pecah. Namun, unit pesawat baru akan dikirimkan oleh Moskow setelah perang yang berlangsung saat ini usai.
Pernyataan resmi ini menjadi kabar besar yang mengakhiri penantian panjang Teheran dalam memodernisasi armada udara mereka yang mayoritas diisi alutsista veteran era Perang Dingin, seperti F-14 Tomcat, F-4 Phantom, dan F-5 Tiger. Akuisisi Su-35 ini diperkirakan mencakup hingga 48 unit jet tempur bernilai sekitar 6 miliar euro.
Penundaan fisik kedatangan jet tempur tersebut ke tanah Iran selain karena dinamika perang, juga dipengaruhi oleh penyelesaian kesiapan infrastruktur pangkalan udara domestik guna mendukung operasional armada baru tersebut.
Dalam wawancara tersebut, Akraminia juga merespons kritik publik terkait absennya Su-35 saat penanggulangan ancaman udara Iran dalam konflik terkini. Ia mengakui bahwa andai saja unit Su-35 mendarat lebih awal, konstelasi pertempuran udara di atas langit Iran tentu akan sangat berbeda dibanding saat pilot-pilot Iran bertempur menggunakan platform lawas seperti F-5 dan Su-24. Meski demikian, Teheran memastikan bahwa seluruh fondasi pelatihan penerbang dan teknisi telah siap 100 persen sehingga integrasi pesawat dapat langsung dieksekusi begitu pengiriman pasca-perang dimulai.
BREAKING: 🇮🇷🇷🇺 For the first time Iranian Army spokesperson Amir Akraminia today in an interview stated that Iran has purchased Russian Su-35 fighter jets, saying the aircraft will be delivered after the war ends. https://t.co/sY8YyHLLL0
— Megatron (@Megatron_ron) October 31, 2026
Langkah akuisisi Su-35 dari Rusia ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperkuat benteng udara Iran secara langsung, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pijakan transfer teknologi bagi industri pertahanan dalam negeri Teheran. Selain jet tempur Su-35, Iran juga tengah merancang pengadaan pesawat peringatan dini (AWACS), satelit militer, hingga menjajaki peluang akuisisi jet tempur generasi kelima, sembari terus mematangkan program kemandirian alutsista domestiknya.
Kepastian pengiriman Su-35 ke Iran ini turut mempertegas manuver ekspor alutsista Rusia di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Penguatan armada udara Teheran ini diprediksi bakal mengubah peta keseimbangan daya tembak udara (air power) di Timur Tengah, menyusul langkah heboh Moskow sebelumnya yang juga mengeksekusi pengiriman jet tempur Su-35 untuk Angkatan Udara Ethiopia. (Gilang Perdana)


