Kalashnikov Luncurkan KUB-10ME, Drone Kamikaze Pemburu Aset Strategis di Jangkauan 100 Km

Raksasa industri pertahanan Rusia di bawah naungan Rostec State Corporation, Kalashnikov Concern, kembali menggebrak pasar alutsista global dengan memperkenalkan varian terbaru dari keluarga munisi pintar (loitering munition) mereka yang diberi kode KUB-10ME.

Baca juga: Terungkap Identitas Kalashnikov KUB-UAV, Drone Kamikaze Rusia dalam Perang di Ukraina

Drone kamikaze ini merupakan pengembangan lebih lanjut yang membawa lompatan teknologi masif jika dibandingkan dengan varian pendahulunya, KUB-BLA. Kehadiran KUB-10ME ini menandai masuknya lini produk Kalashnikov ke dalam persaingan drone taktis jarak jauh, di mana pabrikan mengklaim drone bunuh diri ini menjadi rudal jelajah berpemandu taktis pertama milik mereka yang mampu melesat dan menghantam target permukaan dengan jarak jangkau taktis melampaui 100 kilometer.

Untuk mendukung performa di jarak jauh tersebut, KUB-10ME mengemas spesifikasi operasional yang mengesankan dengan berat keseluruhan (maximum takeoff weight) berkisar antara 15 kg hingga 18 kg. Bobot total ini sengaja dirancang sedikit lebih berat dari varian dasarnya demi mengakomodasi bodi baru, kapasitas sistem propulsi elektrik yang lebih besar, serta sistem pemandu mutakhir yang andal untuk diterjunkan dalam berbagai kondisi lingkungan yang keras.

Berdasarkan rilis teknisnya, loitering munition ini memiliki ketinggian operasi yang fleksibel mulai dari 80 meter hingga 1.800 meter di atas permukaan tanah, dengan kecepatan jelajah konsisten di angka 120 km/jam. Selain itu, bodi dan komponen avionik KUB-10ME dibekali ketahanan suhu ekstrem yang sangat tinggi, membuatnya tetap sanggup beroperasi normal pada suhu beku -30°C hingga suhu panas menyengat +40°C, serta memiliki batas ketahanan terhadap terpaan angin hingga kecepatan 10 meter per detik.

Dari segi daya hancur, pesawat nirawak bunuh diri ini dibekali dengan hulu ledak (warhead) mematikan seberat 3 kg hingga 4 kg yang diposisikan di bagian moncong pesawat. Kalashnikov menyediakan opsi jenis hulu ledak High Explosive-Fragmentation (HE-FRAG) yang mampu menghasilkan efek ledakan hancur tinggi serta sebaran ribuan serpihan logam tajam (shrapnel), atau opsi hulu ledak Shaped Charge (HEAT) untuk menjebol lapisan baja.

Efek destruktif dimaksimalkan oleh sistem pemicu ganda, di mana drone bisa meledak seketika saat membentur target (impact fuze) atau diledakkan di udara beberapa meter sebelum menyentuh sasaran (proximity/airburst fuze). Kombinasi akurasi tinggi dan daya ledak ini dirancang secara spesifik untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan, pusat komando, sistem pertahanan udara, baterai artileri, fasilitas pengintaian, hingga lokasi peluncuran UAV musuh maupun jet tempur yang sedang diparkir di area penempatan terbuka.

Meskipun spesifikasi teknis dan daya hancurnya telah dipaparkan secara gamblang, hingga saat ini pihak Kalashnikov masih menutup rapat informasi mengenai tanggal penyebaran sebenarnya di medan perang maupun rencana ekspor komersial untuk memboyong KUB-10ME ke negara mitra strategisnya. (Bayu Pamungkas)

Pasukan Infanteri Rusia Uji Coba ‘Solist’: Amunisi Hibrida yang Gabungkan Fungsi Roket dan Drone Kamikaze PFV

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *