Jet Tempur F-16 Viper Block 72 Pertama Pesanan Maroko Sukses Terbang Perdana

Jet tempur varian terbaru buatan Negeri Paman Sam, F-16 Viper Block 72, sukses melaksanakan penerbangan perdana (maiden flight) dari fasilitas manufaktur Lockheed Martin di Greenville, South Carolina.

Baca juga: Berkat Lobi Israel, Maroko Bakal Jadi Negara Arab Pertama yang Mengoperasikan F-35 Lightning II

Pesawat perdana berkonfigurasi kursi ganda (F-16D) pesanan Angkatan Udara Kerajaan Maroko (Royal Moroccan Air Force – RMAF) ini menandai babak baru bagi Rabat sebagai pelanggan peluncur (launch customer) varian Block 72 sejak memesannya pada Maret 2019.

Misi penerbangan uji ini dirancang untuk memvalidasi performa sistem avionik modern, sensor canggih, serta fitur keselamatan penerbangan sebelum pesawat diserahterimakan secara resmi. Dalam sesi uji terbang tersebut, pilot yang mengawaki kokpit depan bahkan terpantau mengenakan sistem helm canggih Digital Joint Helmet Mounted Cueing System (D-JHMCS).

Secara teknis, perbedaan mendasar antara varian Block 70 dan Block 72 terletak pada jenis mesin yang digunakan. Jika F-16 Block 70 ditenagai oleh mesin General Electric F110-GE-129, maka F-16 Block 72 mengusung mesin turbofan Pratt & Whitney F100-PW-229 yang menawarkan daya dorong sedikit lebih besar.

Keputusan Maroko memilih varian Block 72 didasari atas pertimbangan kesamaan armada (fleet commonality), mengingat RMAF telah mengoperasikan armada F-16C/D Block 52+ yang juga ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney F100. Selain pembelian 25 unit F-16 Block 72 baru bernilai sekitar US$3,78 miliar, Maroko turut memodernisasi 23 unit armada F-16 Block 52+ lamanya ke standar F-16V (Viper) agar memiliki keselarasan sistem secara menyeluruh.

Sebagai jet tempur generasi 4.5 paling modern di keluarga Viper, F-16 Block 72 dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR) buatan Northrop Grumman. Pesawat ini juga dibekali komputer misi baru yang jauh lebih cepat, data link Link 16 MIDS, sistem navigasi presisi tinggi, serta kompatibilitas dengan berbagai amunisi guided canggih udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Kehadiran pesawat tempur ini murni memproyeksikan kekuatan udara RMAF yang sebelumnya aktif dalam berbagai operasi militer internasional, mulai dari kampanye melawan ISIS, koalisi militer di Yaman, hingga latihan gabungan multinasional tahunan African Lion bersama Komando Afrika Amerika Serikat (USAFRICOM).

Langkah akuisisi F-16 Block 72 sekaligus memperkuat kemitraan pertahanan antara Maroko dan Amerika Serikat yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Sebagai bagian dari kesepakatan transfer teknologi dan kemandirian industri, Lockheed Martin bekerja sama dengan perusahaan lokal Maintenance Aero Maroc untuk membangun fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) seluas lebih dari 8.000 meter persegi di Benslimane.

Fasilitas itu dirancang untuk mendukung pemeliharaan berat pesawat angkut C-130 Hercules dan kedepannya akan dikembangkan untuk melayani perawatan berkala armada F-16 RMAF di dalam negeri. (Gilang Perdana)

CFO Lockheed Martin: “Negara yang Tidak Mampu dan Tidak Bisa Beli F-35, Akuisisi F-16 Sudah Sangat Bagus”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *