Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung meninjau kesiapan dan demonstrasi tempur alutsista terbaru berbasis robotik saat menghadiri fase aktif latihan militer strategis “Center-2026” di Lapangan Tembak Chebarkulsky, Wilayah Chelyabinsk. (more…)
Industri pertahanan Australia bersama manufaktur alutsista asal Korea Selatan mengantisipasi ancaman wahana tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) di medan tempur modern. Hanwha Defence Australia kini berkolaborasi erat dengan perusahaan teknologi sensor domestik, Visionary Machines, untuk menguji coba integrasi sistem deteksi pasif Pandion Sentinel ke dalam platform Kendaraan Tempur Infanteri (Infantry Fighting Vehicle/IFV) AS21 Redback. (more…)
Sebuah kebetulan sejarah alutsista yang sangat unik terjadi pada tanggal 28 September 2026, ketika dua negara dari belahan dunia berbeda—Indonesia dan Rumania—sama-sama meresmikan pengoperasian batch pertama kendaraan khusus pendarat amfibi AAV-7A1 hibah/pengadaan eks Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). (more…)
Kemunculan kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV-7A1 dalam jajaran alutsista Resimen Kavaleri Korps Marinir TNI AL telah mencuri perhatian berkat bentuk fisik luarnya yang terbilang unik dan garang. Ciri khas paling menonjol dari ranpur amfibi legendaris ini terletak pada susunan panel pelindung tambahan berbentuk gelombang (corrugated) yang terpasang rapat mengelilingi lambung samping, palka atas, hingga bagian hidung kendaraan. (more…)
Keputusan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) untuk memensiunkan ranpur amfibi beroda rantai AAV-7A1 (LVTP-7) secara bertahap menandai berakhirnya era panjang salah satu alutsista pendarat paling ikonik di dunia. Titik balik dramatis ini mengemuka pasca-insiden fatal pada Juli 2020 di lepas pantai Pulau San Clemente, California, di mana sebuah AAV-7A1 tenggelam saat latihan dan merenggut nyawa delapan prajurit Marinir serta satu personel Angkatan Laut AS. (more…)
Kedatangan gelombang pertama berupa 12 unit kendaraan tempur amfibi AAV-7A1 (LVTP-7) eks Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) ke Tanah Air menjadi penanda dimulainya penguatan armada pendarat Korps Marinir TNI AL yang menargetkan total 35 unit. Namun, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memanfaatkan momentum peremajaan alutsista dari Washington ini. (more…)
Ranpur amfibi angkut personel LVTP-7 dikenal sebagai andalan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir. Sebagai APC, bekal persenjataan ranpur ini lazimnya berupa senapan mesin berat atau pelontar granat otomatis yang disematkan pada kubah. (more…)
Alutsista Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir akhirnya mendapat penyegaran, seiring tibanya armada kendaraan tempur lapis baja anyar untuk menunjang kesiapan operasional di wilayah kepulauan. Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) Amfibi AAV (Assault Amphibious Vehicle) gelombang pertama resmi tiba di Tanah Air dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (22/9/2026). (more…)
Meski beberapa kali diklaim telah sukses diuji coba, namun, adopsi senjata laser sampai saat ini masih dalam pengembangan, seolah masih ada ‘ketikdayakinan’ akan operasional senjata dengan kebutuhan energi tinggi ini. Tapi tahukah Anda, bahwa senjata laser ternyata sudah mulai dikembangkan pada era Perang Vietnam. (more…)
Dunia pertahanan nasional belakangan diramaikan rumor mengenai rencana pengadaan sekitar 35 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV7-A1 eks-USMC melalui skema Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Amerika Serikat. (more…)