
Di dunia militer, kemahiran seorang prajurit tidak datang begitu saja; ia lahir dari repetisi dan latihan yang konsisten. Namun, kenyataan di lapangan seringkali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait penggunaan Senjata Lawan Tank (SLT). (more…)

Beruntunglah warga Australia, pasalnya setiap kebijakan yang terkait pengadaan alutsista, akan dikaitkan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan baru. Seperti belum lama ini, pemerintah Australia menginvestasikan Aus$272 juta untuk mendukung industri pertahanan lokal dan lapangan kerja melalui pengadaan 14 unit Multi-Mission Phased Array Radar (MMPAR) untuk Angkatan Darat Australia, yang diproyeksi menciptakan 700 lapangan kerja. (more…)

Roket kaliber 70 mm dengan kit pemandu APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System) digadang sebagai solusi efektif dan murah untuk menghancurkan drone. Solusi ini awalnya dipersiapkan untuk peluncuran dari darat ke udara Vampire Counter-Unmanned Aerial Systems. Namun, ada kabar bahwa roket 70 mm dengan kit APKWS berhasil digunakan pada jet tempur F-16 dan telah berhasil menghancurkan drone Houthi. (more…)

Tak terasa, perang Rusia versus Ukraina akan mencapai tiga tahun pada bulan Februari mendatang, dan dari berbagai aspek alutsista yang terlibat, tak bisa terbantahkan peran strategis dari Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang dijalankan oleh Rusia dan Ukraina. Dan dari Rusia, nama Tornado-S dan Tornado-G, hingga kini dianggap sebagai duo MLRS terbaru yang paling diandalkan. (more…)

Setelah sebelumnya sukses mengintegrasikan kanon pesawat GSh-23 pada rantis ( kendaraan taktis) Humvee buatan Amerika Serikat sehingga menjelma sebagai “gun trucks”. Kini ada kabar lanjutan, yakni militer Ukraina mengitegrasikan peluncur roket multilaras pada rantis produksi AM General ini. (more…)

Meski perang identik dengan kebrutalan, namun, jalannya peperangan tak menutup adanya ‘kompromi’ antar pihak yang bertikai, seperti adanya ‘batasan’ yang tidak boleh dilanggar, yang dilakukan untuk menahan agar eskalasi konflik tidak membesar. Terkait hal tersebut, Amerika Serikat dikabarkan diam-diam telah melakukan modifikasi pada senjata artileri yang dianggap sebagai game changer oleh Ukraina, yakni M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). (more…)

Swedia rupanya mendobrak tradisi, dikenal sebagai negara yang menjunjung netralitas, namun pada konflik Rusia dan Ukraina, negara skandinavia itu telah memposisikan dirinya untuk mendukung penuh militer Ukraina. Perubahan arah politik Swedia ini pun banyak dikaitkan dengan beragam isu, seperti adanya ancaman dari Rusia kepada Swedia dan Finlandia, jika kedua negara netral itu bergabung ke NATO. (more…)

Selain pengiriman rudal anti tank FGM-148 Javelin, rupanya Washington masih melanjutkan pengiriman bantuan senjata untuk segmen senjata perorangan ke Ukraina. Jenis senjata yang dimaksud adalah M141 Bunker Defeat Munition (BDM). Wujudnya berupa senjata panggul, namun M141 bukanlah rudal, melainkan roket sekali pakai (sekali pakai) untuk menghancurkan sasaran berupa perkubuan atau bunker. (more…)

Meski sudah dikenal sejak era Perang Dunia Kedua, segmen senjata yang satu ini bisa dikata kurang populer, bahkan sepertinya belum pernah terdengar diaplikasikan secara khusus oleh TNI AL. Namun, faktanya senjata anti pasukan katak (anti frogman) terus dikembangkan, khususnya bagi kekuatan laut yang punya kerawanan tinggi atas aksi sabotase bawah air yang dilakukan pasukan katak. (more…)

Posisi geografis Indonesia yang strategis, membuat kita dapat menjadi mangsa Negara lain. Karenanya untuk terus meningkatkan pertahanan Nasional, kita harus memperkuat persenjataan. Indonesia mulai mencoba mandiri dalam pengadaan alat pertahanan strategis. Salah satunya adalah sistem pertahanan missile/ peluru kendali jarak menengah dan jauh. Usaha ini penting mengingat keuangan Indonesia mungkin tidak sekuat negara-negara lain. (more…)