Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) terus mengakselerasi peningkatkan kapasitas tempur bawah lautnya melalui pengembangan teknologi otonom berbiaya terjangkau. Langkah ini menjadi strategi krusial di tengah wacana ekspansi armada kapal perang utama berawak yang berbiaya sangat tinggi. (more…)
Upaya Australia menutup celah kekosongan kapabilitas tempur bawah laut sebelum hadirnya kapal selam nuklir dimanfaatkan secara agresif oleh industri pertahanan global. Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), dilaporkan tengah gencar mempromosikan drone bawah laut otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) kelas berat mereka, BlueWhale (ELI-3325), untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)
Bila Indonesia kini tengah gandrung atas serangkaian uji coba KSOT (Kapal Selam Autonomous) , termasuk uji penembakan torpedo yang fenomenal, maka Australia pun tak ingin kehilangan momentum dalam pengembangan kapal selam tanpa awak, persisnya pada 31 Oktober 2025, Anduril Industries resmi membuka fasilitas manufaktur barunya di Australia untuk memproduksi kapal selam tanpa awak (UUV) yang dinamakan Ghost Shark atau Extra Large Autonomous Underwater Vehicle (XL-AUV). (more…)
Parade dan defile HUT TNI ke-80 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, sepertinya akan diramaikan dengan beberapa alutsista baru, dari foto-foto yang beredar di media sosial, selain rudal anti kapal Atmaca dari Turki, defile alutsista akan menampilkan wahana tempur bawah air yang disebut Kapal Selam Autonomous (KSOT). (more…)
Karena keterbatasan teknologi dan fasilitas pembuatan, kapal selam pembawa narkotika (narco submarine) umumnya dibuat dengan standar tidak bisa menyelam sepenuhnya seperti kapal selam militer, atau hanya berlaku sebagai kapal semi-submersible atau Low-Profile Vessels (LPVs). Meski ada keterbatasan, namun narco submarine rupanya kini dibuat semakin canggih. (more…)
Beroperasi seperti drone intai/tempur yang dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, maka hal yang sama juga dapat berlaku pada operasional kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang sama-sama mengandalkan keunggulan hub koneksi via satelit. Seperti belum lama dibuktikan oleh Australia yang mampu mengendalikan UUV milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), yang notabene berjarak 10.000 mil (sekitar 16.093 km). (more…)
Mengambil nama yang sama dengan kapal selam tanpa awak pengumpul data intelijen buatan Israel, Cina belum lama ini telah meluncurkan ‘Blue Whale’. Meski punya nama yang sama dengan produk Unmanned underwater vehicles (UUV) produksi Israeli Aerospace Industries (IAI), namun Blue Whale lansiran Cina ini punya misi utama yang berbeda. (more…)
Sabotase pada kabel bawah laut tak pelak menjadi momok menakutkan bagi dunia, pasalnya putusnya jaringan kabel serat optik (fiber optic) di dasar laut, langsung berdampak besar pada banyak aspek, seperti pada infrastruktur komunikasi yang berimbas pada ekonomi dan bisnis manca negara. (more…)
Citra atau foto satelit punya makna strategis dalam aspek pertahahan, selain mampu menguak sesuatu yang selama ini dirahasiakan, citra satelit juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang propaganda, terutama untuk ‘memamerkan’ suatu pencapaian besar atas jenis alutsista yang dirahasiakan. Sebut saja salah satunya adalah prototipe Manta Ray, jenis Unmanned Underwater Vehicle (UUV) yang dikembangkan bersama Northrop Grumman. (more…)
Selain mengumumkan keberhasilan uji coba robot tank listrik RACER (Robotic Autonomy in Complex Environments with Resiliency), DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), badan penelitian dan pengembangan yang berada di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat, belum lama ini juga mengumumkan keberhasilan uji coba prototipe Manta Ray, jenis Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang dikembangkan bersama Northrop Grumman. (more…)