Category: Kapal Perang

Kemhan dan TNI AL ‘Beda Pilihan’ Tentang Combat Management System (CMS) di Frigat Merah Putih

Dalam sebuah pernyataan di media nasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, frigat Merah Putih (Arrowhead 140) baru akan selesai terbangun pada lima hingga enam tahun ke depan. Adapun netizen pada 25 Agustus lalu telah mendapat kabar baik dengan dilakukannya peletakan lunas (keel laying) unit perdana frigat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia. Terlepas dari lamanya proses pembangunan flagship TNI AL ini, rupanya ada kendala teknis yang harus dituntaskan agar tidak terjadi delay pada proses penyerahan kapal perang ini. (more…)

Terkait Program Offset, PT PAL Indonesia Gandeng MBDA untuk Upgrade Korvet Bung Tomo Class

KRI Bung Tomo 357

Sebuah artikel yang diposting Janes.com (15/8/2023) menyebut bahwa PT PAL Indonesia telah menandatangani kontrak dengan MBDA, manufaktur rudal dari Perancis untuk meningkatkan kemampuan tempur (upgrade) pada tiga unit korvet Bung Tomo class. Hal tersebut menjadi menarik untuk dicermati, pasalnya program upgrade Bung Tomo class selama ini telah berjalan dengan melibatkan Thales dan PT Len Industri. (more…)

HNLMS Van Speijk F802 – Mengenal Komposisi Awal Jenis Senjata Frigat “KRI Slamet Riyadi 352”

HNLMS Van Speijk F802 sebelum di-upgrade.

Setelah dihantam empat rudal anti kapal secara berturut-turut pada 31 Juli 2023 lalu, maka sesuai yang direncanakan, bangkai eks KRI Slamet Riyadi 352 ‘bersemayam’ di Perairan Situbodo. Meski debut frigat Ahmad Yani class (aka – Van Speijk class) ini tinggal kenangan, namun, masih terasa menarik untuk mencermati sejarah frigat yang pernah memperkuat arsenal kapal perang NATO di era perang dingin. (more…)

Eks Frigat KRI Slamet Riyadi 352 Dihantam Empat Rudal Anti Kapal Buatan Cina dan Perancis

Rudal C-802 meluncur dari KRI Yos Sudarso 353.

Berlangsung di Perairan Laut Jawa, Situbondo, Senin (31/7/2023), telah dilaksanakan penembakan empat rudal anti kapal dari jenis yang berbeda dengan sasaran eks frigat Van Speijk class – KRI Slamet Riyadi 352. Kegiatan penembakan tersebut adalah bagian dari Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2023. Secara berturut-turut, eks KRI Slamet Riyadi dihantam dari rudal anti kapal yang dikepaskan KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Tombak 629, frigat KRI RE Martadinata 331, frigat KRI Yos Sudarso 353 dan korvet KRI John Lie 358. (more…)

Kapal Perang di Cat dengan ‘Garis’ Berwarna Hitam, Bukan Sekedar Upaya Pengelabuan Serangan Udara

Meski teknologi drone kamikaze dan rudal jelajah kian canggih, namun, pada fase terminal serangan masih dibutuhkan identifikasi sasaran lewat kamera. Dalam beberapa kasus, operator drone kamikaze misalnya, mereka mengendalikan serangan lewat remote, karena perlu memastikan sasaran lewat citra imaging yang dihasilkan oleh drone sesaat sebelum eksekusi. Dan disinilah terjadi kerawanan, bahwa ada potensi pengelabuan sasaran lewat citra imaging. (more…)

Dikaramkan Rudal Exocet MM40 Block 3, Inilah Riwayat KRI Karang Tekok 982

Capture saat KRI Karang Tekok 982 dihantam rudal Exocet MM40 Block 3

Setelah dua tahun dalam penantian, akhirnya riwayat eks KRI Karang Tekok 982 telah berakhir pada hari Jumat, 30 Juni 2023, yakni setelah rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 yang diluncurkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dengan telak menghancurkan eks KRI Karang Tekok 982 yang disiapkan sebagai target penembakan di Laut Jawa. (more…)

Kapal Penyapu Ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 Dikirim ke Indonesia dengan Cara ‘Digendong’

Setelah tuntas dibangun oleh Galangan Abeking & Rasmussen di Jerman, kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 beberapa waktu lalu telah menuntaskan tahapan sea trial. Bahkan, saat ini kedua kapal penyapu ranjau tercanggih yang akan memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran) telah dalam proses pengiriman ke Indonesia. Namun, tidak seperti lazimnya pengiriman kapal perang TNI AL yang dibeli dari luar negeri, KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 tidak dilayarkan secara langsung oleh awaknya. (more…)