Dalam sebuah pernyataan di media nasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, frigat Merah Putih (Arrowhead 140) baru akan selesai terbangun pada lima hingga enam tahun ke depan. Adapun netizen pada 25 Agustus lalu telah mendapat kabar baik dengan dilakukannya peletakan lunas (keel laying) unit perdana frigat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia. Terlepas dari lamanya proses pembangunan flagship TNI AL ini, rupanya ada kendala teknis yang harus dituntaskan agar tidak terjadi delay pada proses penyerahan kapal perang ini. (more…)
Hari ini, 25 Agustus 2023, PT PAL Indonesia menggelar ceremony keel laying (peletakan lunas) proyek pembangunan unit perdana frigat Merah Putih (Arrowhead 140). Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Sesbaranahan) Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Heru Sudarminto memimpin jalannya ceremony. (more…)
Sebuah artikel yang diposting Janes.com (15/8/2023) menyebut bahwa PT PAL Indonesia telah menandatangani kontrak dengan MBDA, manufaktur rudal dari Perancis untuk meningkatkan kemampuan tempur (upgrade) pada tiga unit korvet Bung Tomo class. Hal tersebut menjadi menarik untuk dicermati, pasalnya program upgrade Bung Tomo class selama ini telah berjalan dengan melibatkan Thales dan PT Len Industri. (more…)
Setelah dibawa ke Indonesia dengan cara digendong menggunakan Semi Submersible Heavy Lift Vessel (SSHLV), maka pada akhir Juli lalu, kedua kapal penyapu ranjau Frankenthal class – KRI Pulau Fani 731 (PFN 731) dan KRI Pulau Fanildo 732 (PFD 732), telah tiba di Dermaga Ujung, Surabaya. (more…)
Setelah dihantam empat rudal anti kapal secara berturut-turut pada 31 Juli 2023 lalu, maka sesuai yang direncanakan, bangkai eks KRI Slamet Riyadi 352 ‘bersemayam’ di Perairan Situbodo. Meski debut frigat Ahmad Yani class (aka – Van Speijk class) ini tinggal kenangan, namun, masih terasa menarik untuk mencermati sejarah frigat yang pernah memperkuat arsenal kapal perang NATO di era perang dingin. (more…)
Berlangsung di Perairan Laut Jawa, Situbondo, Senin (31/7/2023), telah dilaksanakan penembakan empat rudal anti kapal dari jenis yang berbeda dengan sasaran eks frigat Van Speijk class – KRI Slamet Riyadi 352. Kegiatan penembakan tersebut adalah bagian dari Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2023. Secara berturut-turut, eks KRI Slamet Riyadi dihantam dari rudal anti kapal yang dikepaskan KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Tombak 629, frigat KRI RE Martadinata 331, frigat KRI Yos Sudarso 353 dan korvet KRI John Lie 358. (more…)
Meski teknologi drone kamikaze dan rudal jelajah kian canggih, namun, pada fase terminal serangan masih dibutuhkan identifikasi sasaran lewat kamera. Dalam beberapa kasus, operator drone kamikaze misalnya, mereka mengendalikan serangan lewat remote, karena perlu memastikan sasaran lewat citra imaging yang dihasilkan oleh drone sesaat sebelum eksekusi. Dan disinilah terjadi kerawanan, bahwa ada potensi pengelabuan sasaran lewat citra imaging. (more…)
Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada I dalam waktu dekat akan diperkuat dengan kehadiran kapal Patroli Cepat (PC)-60 – KRI Tuna 876, produksi galangan swasta nasional PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) di di Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebelumnya, galangan yang sama telah memproduksi beberapa kapal patroli untuk TNI AL, khususnya di kelas PC-40. (more…)
Capture saat KRI Karang Tekok 982 dihantam rudal Exocet MM40 Block 3
Setelah dua tahun dalam penantian, akhirnya riwayat eks KRI Karang Tekok 982 telah berakhir pada hari Jumat, 30 Juni 2023, yakni setelah rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 yang diluncurkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dengan telak menghancurkan eks KRI Karang Tekok 982 yang disiapkan sebagai target penembakan di Laut Jawa. (more…)
Setelah tuntas dibangun oleh Galangan Abeking & Rasmussen di Jerman, kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 beberapa waktu lalu telah menuntaskan tahapan sea trial. Bahkan, saat ini kedua kapal penyapu ranjau tercanggih yang akan memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran) telah dalam proses pengiriman ke Indonesia. Namun, tidak seperti lazimnya pengiriman kapal perang TNI AL yang dibeli dari luar negeri, KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 tidak dilayarkan secara langsung oleh awaknya. (more…)