Selain dikenal sebagai negara dengan postur kekuatan udara terkuat di Asia Tenggara, Singapura juga dikenal sebagai jawara dalam dunia drone di kawasan, sebagai bukti, Negara Pulau ini sudah sejak lama mengoperasikan drone intai berkualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance) seperti Heron dan Hermes 450. Tidak cuma itu, di kelas drone mini, rupanya Singapura juga memimpin dalam adaptasi. (more…)
Roket Hydra dikenal sebagai salah satu senjata andalan di helikopter serang AH-64E Apache Guardian Puspenerbad. Namun, senjata FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) kaliber 70 mm ini rupanya tak hanya digunakan di helikopter serang saja, di tangan perusahaan asal Yunani, SAS Technology ( Spirit Aeronautical System), roket Hydra berhasil dipasangkan pada drone quadcopter. (more…)
Model wahana autogyro, gyroplane atau disebut juga gyrocopter, sudah bukan hal asing dalam jagad dirgantara. Debut gyrocopter mulai menjadi pembicaraan publik saat model helikopter hybrid itu ditampilkan dalam film James Bond “You Only Live Twice” yang diputar pada dekade 60-an. Dan melambung ke zaman now, dari Negeri Beruang Merah telah merilis gyrocopter berdesain retro klasik. (more…)
9 Juli 2021, menjadi momen yang bersejarah bagi Baykar Technologies, pasalnya drone kombatan bermesin dua (propeller) asal Turki telah sukses uji terbang dengan payload maksimum. Selama pengujian, drone ini membawa NEB aircraft bomb yang bobotnya mencapai 870 kg dan muatan lain dengan total 1.360 kg. Prestasi gemilang itu telah dilakoni dalam uji terbang yang tidak sebentar. (more…)
Melanjutkan kabar pembelian 24 unit drone Bayraktar TB2 oleh Polandia, yang terbaru pihak Parlemen Polandia mempertanyakan, bagaimana drone buatan Turki itu dapat terkoneksi dengan sistem pertahanan udara, persisnya pada sistem pengendali tembakan dan pertukaran data dengan elemen tempur lain. (more…)
Penyamaran yang baik tentu dapat mengoptimalkan kegiatan pengintaian, seperti dalam dunia drone, sejak beberapa tahun lalu telah dirintis model drone dengan rancangan dan cara kerja yang identik dengan seekor burung. Bahkan, Angkatan Udara Amerika Serikat ikut mengembangkan drone mikro dengan desain serangga. Tapi itu semua untuk kegiatan pengintaian di udara. Bagaimana dengan di laut? (more…)
Apakah efektif dioperasikan atau sebaliknya mungkin bukan jadi pertimbangan utama, namun riset sah-sah saja dilakukan guna menguji dan mengukur kreativitas serta inovasi di lini persenjataan. Sebut saja seperti yang dilakukan Angkatan Darat Vietnam, yang belum lama ini merilis prototipe senapan serbu AK-47 self propelled. (more…)
KSAL dengan drone intai amfibi Sea Eagle 01 (SE-01).
Selain penampakan sosok drone intai ScanEagle, dalam acara peresmian Skadron Udara 700 yang bertepatan dengan HUT ke-65 Puspenerbal (21/6/2021), terlihat pula drone jenis lain yang ikut diinspeksi oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. Sosok drone yang dimaksud berukuran lebih besar dari ScanEagle dan dari desainnya terlihat jelas bahwa drone ini dilengkapi roda pendarat, namun punya kemampuan amfibi. (more…)
Secara tak langsung sosok drone intai ScanEagle telah terkonfirmasi keberadaannya di Indonesia, persisnya pada rangkaian Upacara HUT Puspenerbal ke-65, 21 Juni 2021 di Lanudal Juanda, Surabaya, dalam tayangan YouTube JJM TV, terlihat demo statis drone buatan Boeing Insitu tersebut, bahkan dalam tayangan dijelaskan, bahwa Puspenerbal telah diperkuat 14 unit drone ScanEagle. (more…)
Militer Amerika Serikat rupanya masih penasaran dengan pengembangan drone intai taktis berukuran nano atau mikro, setelah mengoperasikan Black Hornet 3 yang bobotnya lebih ringan dari sebungkus Indomie, kini diwartakan Angkatan Udara AS (US Air Force) tengah mengembangkan drone berukuran mikro dengan tampilan layaknya serangga. (more…)