Drone intai di kelas nano UAV Black Hornet dikabarkan telah digunakan beberapa satuan di Indonesia. Namun, yang terbaru Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD, memperlihatkan penggunaan Black Hornet dalam kegiatan Latihan Taktis Tingkat Peleton (Lattiston). Dari laman Instagram Yonhub.pushubad (9/9/2022), disebutkan jenis nano yang digunakan adalah Black Hornet versi PD-100 produksi Prox Dynamics AS, perusahaan yang berasis di Norwegia. (more…)
Soal ketajiran, Negeri di Timur Tengah ini tak usah diragukan lagi, salah satunya bisa diperlihatkan dari belanja alutsistanya yang membuat iri banyak negara. Sebut saja, Uni Emirat Arab (UEA) telah memesan 80 unit Dassault Rafale F4, varian tertinggi dari keluarga jet tempur Rafale, senilai 14 miliar euro (US$19 miliar). Dan masih dalam konteks orderan alutsista dalam jumlah jumbo, UEA diwartakan berencana untuk membeli 120 unit drone tempur (UCAV) buatan Turki, Bayraktar TB2. (more…)
Bagi Cina, Amerika Serikat ibarat ‘dibenci tapi dirindu’, pasalnya Cina menjadikan AS sebagai benchmark untuk pencapaian keunggulan produksi alutistanya. Ditambah dengan harapan untuk mendulang potensi ekspor, tak sedikit desain persenjataan asal AS dan negara Barat yang dicontek Cina. Meski ada perbedaan spesifikasi, tetap saja dengan mudah orang melihatnya sebagai produk copy paste. Salah satu yang terbaru adalah Rainbow CH/FH-901 suicide drone. (more…)
Setelah pada Maret lalu merilis foto-foto yang memperlihatkan jalur produksi drone tempur bermesin jet MIUS (National Unmanned Aircraft System). Kini Baykar Makina secara resmi telah menampilkan bentuk utuh dari prototipe MIUS yang diberi label “Kızılelma” (apel merah), yang dalam mitologi Turki melambangkan tujuan, ide, atau impian yang jauh. (more…)
Drone quadcopter yang satu ini dimensinya nampak biasa saja, namun bila melihat payload dan daya hancurnya, maka drone quadcopter yang diberi label Revolver 860 jelas bukan sembarang drone. Revolver 860 masuk kelas UCAV (Unmmaned Combat Aerial Vehicle) memang punya daya hancur menakutkan, pasalnya drone ini dapat membawa ‘drum’ yang dapat meluncurkan delapan mortir dengan mekanisme revolver, menjadikan drone mini ini dapat memporak-porandakan perkubuan infanteri. (more…)
Ada yang menarik di Bumi Ukraina, pasalnya ada dua nama “Vampire” yang dilibatkan dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung enam bulan lebih ini. Yang pertama adalah Vampire dalam wujud Self Propelled MLRS (Multi Launch Rocket System) RM70 kaliber 122 mm, buatan Ceko. Sementara Vampire satunya lagi adalah Vampire Counter-Unmanned Aerial Systems, buatan Amerika Serikat. (more…)
Baykar Technologies terus menyempurkan uji coba pada drone kombatan bermesin dua (propeller) Bayraktar Akinci. Setelah pada 9 Juli 2021 sukses melakukan uji terbang dengan payload maksimum, yakni Akinci membawa NEB aircraft bomb yang bobotnya mencapai 870 kg dan muatan lain dengan total 1.360 kg, dengan terbang selama 13 jam 24 menit. Kini ada kabar terbaru dari Baykar Technologies, yang menyatakan bahwa Akinci telah menuntaskan fase uji terbang dengan membawa semua persenjataan pada pylon atau hardpoint. (more…)
Ikut dilibatkan secara penuh dalam operasi militer khusus di Ukraina, Rusia terus mengembangkan kemampuan drone kombatan (UCAV) Orion-E produksi Kronshtadt Group. Pertama kali diperkenalkan di ajang Army 2022, kini Orion-E tengah ditingkatkan kemampuannya, khususnya dalam kemampuan kendalinya yang dapat disokong oleh jaringan satelit untuk memperluas jangkauan operasinya. (more…)
Masih ingat dengan robot anjing (robot dog) yang diberi nama Special Purpose Unmanned Rifle (SPUR). Digadang untuk militer Amerika Serikat, SPUR terbilang futurustik, tampilan robot ini mengikuti karakter anjing asli lengkap dengan empat kaki. SPUR tak pelak menjadi robot anjing pembunuh, lantaran SPUR dibekali dengan senapan mesin Creedmoor 6,5 mm. Dan ada kabar terbaru, bahwa Ghost Robotics selaku pengembang SPUR, telah menjajal kemampuannya untuk beroperasi bersama dengan pasukan infanteri Australia. (more…)
Selama ini China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) selaku manufaktur drone kombatan CH (Chang Hong)-4 Rainbow, belum pernah merilis tentang jenis atau tipe mesin yang diadopsi pada UCAV yang juga telah digunakan oleh TNI AU tersebut. Informasi yang beredar hanya menyebut CH-4 ditenagai mesin single propeller dengan kekuatan 900 – 1.000 hp. (more…)