
Pengamanan aset strategis sepertinya menjadi ‘masalah’ di Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base) Yokosuka. Sebelumnya sebuah drone quadcopter milik warga negara Cina, diwartakan berhasil terbang mendekat dan mengambil rekaman video kapal induk helikopter Angkatan Laut Jepang JS Izumo DDH-183, menyiratkan kerentanan pada askep keamanan, dengan fakta begitu mudahnya serangan atau sabotase oleh pihak lawan. (more…)

Alutsista asal Inggris ini mungkin tak sempat ditampilkan dalam pameran “War Triumph” yang tengah dihelat di Victory Park, Moskow. Namun, ada kabar bahwa untuk pertama kalinya ransus (kendaraan khusus) Supacat 6×6 yang membawa peluncur rudal hanud ASRAAM berhasil dihancurkan oleh militer Rusia. (more…)

Meski ketegangan antara Israel dan Iran telah mereda, namun, peperangan bisa suatu waktu meletus lagi, terlebih konflik di Gaza masih jauh dari kata usai. Guna mendukung Suriah, belum lama ini sebuah pesawa angkut berat Ilyushin Il-76 mendarat di Tiyas Military Airbase, atau Pangkalan Udara T4 di Suriah. Muatan yang dibawa pesawat angkut buatan Rusia itu adalah kontainer yang berisi drone tempur (UCAV) Shahed-129 produksi Iran dalam kondisi terurai. (more…)

Meski Perancis dikenal kampiun dengan penguasaan berbagai teknologi alutsista, namun, seperti halnya negara-negara Eropa Barat, Perancis masih terlihat ‘malu-malu’ dalam pengembangan drone kamikaze (loitering munition). Tetapi dinamika peperangan yang dinamis membuat industri pertahanan di Perancis harus bersiap dalam berbagai skenario dan kebutuhan, dalam hal ini menyiapkan armada drone kamikaze, alih-alih nantinya bergantung pada impor. (more…)

Di tengah kabar ketidakpuasan atas performa drone tempur (UCAV) CH-4 Rainbow, justru ada kabar bahwa Angkatan Udara Irak kembali mengakuisisi drone tempur produksi Cina, yang juga dari manufaktur yang sama, yakni China Aerospace Long March International, sebuah divisi di bawah China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Persisnya Angkatan Udara Irak telah mendatangkan CH-5 yang masih dalam kategori drone MALE (Medium Altitude Long Endurance). (more…)

Di tahun ketiga perang Ukraina versus Rusia, masing-masing pihak yang berperang tak henti melakukan inovasi agar dapat memberikan keunggulan dalam pertempuran, termasuk pada inovasi yang belum terbayangkan sebelumnya. Sebut saja balon udara ketinggian (high-altitude balloon) selama ini digunakan untuk misi pengintaian dalam meningkatkan kesadaran situational, Maka di tangan Ukraina, balon udara ketinggian mendapat peran sebagai ‘drone’ yang membawa berbagai jenis amunisi. (more…)

Drone tempur atau drone kombatan (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) umumnya tampil dengan bekal persenjataan berupa rudal udara ke permukaan dan bom pintar (smart bomb). Sebaliknya, belum ada drone tempur yang punya kemampuan melepaskan tembakan dari senapan mesin atau kanon, padahal dengan peran Close Air Support (CAS), kebisaan drone untuk memberikan bantuan tembakan bisa sangat efektif di medan pertempuran. (more…)

Meski pemerintah Cina secara tidak langsung ‘mendukung’ Rusia dalam operasi militer di Ukraina, namun ada anomali dari sisi bisnis, pasalnya perusahaan swasta asal Cina, DJI Technology Inc, tetap menjadi pemasok utama untuk drone untuk Ukraina. Lantaran DJI Technology menjadi produsen drone copter FPV (First Person View) terbesar di dunia, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal pernah menyebut bahwa negaranya sangat bergantung pada drone DJI Mavic buatan Cina. (more…)

Sebuah dokumen rahasia yang bocor yang kemudian dipublikasi oleh The Washington Post telah menjadi perhatian negara-negara yang bersengketa dengan Cina. Dokumen rahasia itu berisi citra satelit dari National Geospatial Intelligence Agency (NGA) yang memperlihatkan dua drone di sebuah pangkalan udara di Cina timur, sekitar 560 kilometer dari Shanghai. Yang menarik perhatian, kedua drone itu adalah Wuzhen (WZ-8). (more…)

Pergerakan prajurit marinir di wilayah Papua akan mendapat kemudahan dengan kehadiran drone copter untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional. Seperti pada Selasa, 16 April 2024, Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar uji coba dua unit sistem drone copter yang nantinya digunakan untuk tugas operasi Korps Marinir sebagai bagian dari Satgas Pengamanan dan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024. (more…)