Dimulainya fase serangan balik Ukraina ditandai dengan penggunaan alutsista ‘berat’ donasi Barat, sebut saja parade Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4/2A6, Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dan beberapa kendaraan pembersih ranjau lansiran Inggris. Terlepas dari insiden rontoknya beberapa ranpur di atas, yang menarik adalah Rusia justru mampu membuktikan kemampuan drone kamikaze produksi dalam negerinya, Lancet 3. (more…)
Disamping biro desain dirgantara dan persenjataan yang berada di bawah naungan pemerintah, di Rusia juga ada startup swasta yang bergerak untuk mengembangkan inovasi sistem senjata, yang bukan tak mungkin karyanya kelak akan diadopsi oleh Kementerian Pertahanan. Seperti dilakukan oleh Oko Design Bureau (KB), startup ini telah meluncurkan drone kamikaze (loitering munition) yang diberi label Privet-82. (more…)
Taiwan dengan dukungan Amerika Serikat boleh jadi kian antisipatif terhadap potensi invasi Cina daratan, namun disisi lain, Beijing juga semakin canggih dan kreatif untuk merancang provokasi, dan bila pada saatnya bakal membuat kejutan kepada Taipei. (more…)
Di masa mendatang, peperangan di lautan kian dinamis, mengikuti debut penggunaan drone kamikaze yang masif dalam peperangan di daratan, maka drone kamikaze (loitering munition) dipercaya akan memperlihatkan tajinya, terlebih bila drone kamikaze dapat menyerang secara berkerumun (swarming) dengan diluncurkan dari wahana drone laut atau USV (Unmanned Surface Vehicle). (more…)
Kalashnikov, manufaktur senjata asal Rusia yang kondang dengan produksi senapan serbu AK- series, diberitakan pada hari Jumat lalu meluncurkan divisi baru untuk memproduksi drone kamikaze, yang saat ini menjadi salah satu senjata utama dalam perang di Ukraina. (more…)
Guna meminimalisir deteksi radar, Australia telah memasok drone intai dan kargo berbahan karton ke Ukraina (Corvo PPDS). Sementara Rusia juga tak ketinggalan trik untuk meminimalisir deteksi pada drone yang diluncurkan, maklum kemampuan teknologi anti drone terus berkembang pesat di masing-masing kubu. Seperti yang baru diwartakan adalah penggunaan drone (kamikaze) berbahan kayu. (more…)
Perang Rusia versus Ukraina yang memasuki tahun kedua diperkirakan bakal membawa strategi baru dalam pertempuran, terlebih musim dingin akan berakhir di Eropa, yang bisa jadi mendongkrak penggunaan drone yang sempat menurun saat puncak musim dingin. Selain kedua kubu akan memaksimalkan penggunaan drone secara kuantitas dan kualitas, tapi bisa dilupakan, bahwa Rusia dan Ukraiana akan banyak mengandalkan kemampuan dari pilot drone. (more…)
Perang Rusia – Ukraina telah berkobar lebih dari satu tahun, dan dari brutalnya perang yang belum juga berkesudahan, muncul beberapa berita ringan yang layak disimak, khususnya oleh pemerihati dunia dirgantara. Pasalnya telah dijual aircraft skin tag atau gantungan kunci dari kulit pesawat asli. Namun, yang dimaksud pesawat disini adalah pesawat tanpa awak alias drone Lancet. (more…)
Saat babak awal operasi tempur Rusia di Ukraina diramaikan dengan kabar pengiriman drone kamikaze (loitering munition) Switchblade dari Amerika Serikat. Namun, sejak invasi Rusia yang dimulai sejak 24 Februari 2022, belum ada bukti otentik penggunaan drone andalan US Special Operations Command (SOCOM) tersebut, sampai kemudian muncul sebuah postingan dalam video pendek di akun Twitter. (more…)
Meski kondang sebagai manufaktur Main Battle Tank (MBT) dan sistem pertahanan udara. Namun, Rheinmetall dari Jerman sejatinya juga memproduksi drone, lebih tepatnya drone intai yang diberi label Luna – Luna UAS dan Luna NG. Dan seiring perubahan lanskap pertahanan di Eropa, Rheinmetall kini tengah mengembangkan Luna sebagai drone kombatan (UCAV) yang dapat melakukan serangan ke posisi lawan. (more…)