Kabar pengadaan (tambahan) 36 unit helikopter serang AH-64E Apache Guardian dari Amerika Serikat untuk Korea Selatan, tak pelak membuat Korea Utara meradang, pasalnya Pyongyang memang minus dalam aspek helikopter serang.Meski begitu, ada kabar yang membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sumringah, yakni datangnya drone kamikaze (loitering munition) Omid buatan Iran. (more…)
Di banyak negara berkembang, konsep alutsista banyak yang berakhir alias mentok di prototipe, namun lain hal dengan di India. Negeri Anak Benua yang berkonflik dengan Cina dan Pakistan, terbilang serius dalam mewujudkan suatu konsep dalam sistem senjata. Seperti salah satunya dalam mengembangkan kemampuan pesawat angkut C-130J Super Hercules untuk diperankan sebagai “Mini Bomber.” (more…)
Meski kalah ‘gaung’ dengan Ukraina, namun bukan berarti Rusia kendor dalam pengembangan drone laut – Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze. Di pameran pertahanan Army 2024, Rusia lewat LLC KB Center for Unmanned Systems memperlihatkan sosok USV kamikaze yang dikendalikan dari jarak jauh, Murena-300S. (more…)
Diproduksi Zala Aero (bagian dari Kalashnikov Concern), Lancet series kondang sebagai drone kamikaze (loitering munition) produksi Rusia yang battle proven. Bersama Shahed-136 dari Iran, Lancet telah membuat banyak kerugian di pihak Ukraina. Dan ada kabar dari pameran pertahanan Army 2024 (12-14 Agustus 2024), yang mana Rosoboronexport secara resmi meluncurkan versi eskpor Lancet. (more…)
Perang yang berkepanjangan tak pelak dapat menciptakan banyak anomali, seperti kasus yang terjadi saat ini, justru pasukan Ukraina yang mampu melakukan ‘invasi’ ringan ke wilayah Rusia di Kursk. Sudah bisa ditebak, pertempuran besar kini tengah berkobar, buntuk dari upaya Rusia untuk mengusir pasukan Ukraina, sebaliknya pasukan Ukraina ingin merangsek jauh lebih dalam ke wilayah Rusia. (more…)
Meski dinilai tidak terlalu canggih, namun debut drone kamikaze Shahed-136 dalam perang Ukraina seolah mampu membius perhatian dunia, betapa tidak, drone buatan Iran bertenaga propeller bersuara bising laksana mesin dua tak, serta terbang dengan lambat, nyatanya lumayan banyak membuat kerugian di pihak Ukraina. (more…)
Meski Rusia telah menggunakan drone kamikaze Shahed-136 dari Iran, yang belakangan diproduksi secara lokal dengan nama Geran 2. Namun, tak bisa dikesampingkan nama besar “Lancet (Lantset) series”, sebagai varian drone kamikaze produksi Zala Aero, bagian dari Kalashnikov Group. Loitering munition produksi dalam negeri itu telah terbukti mampu menebar maut dalam jalannya perang Ukraina yang masuk di tahun ketiga ini. (more…)
Terbang rendah dari arah laut di malam hari, sebuah drone kamikaze yang diluncurkan milisi Houthi di Yaman berhasil menembus jantung pertahanan udara Israel. Bukan sembarang jantung, drome kamikaze bersuara berisik (bertenaga propeller) telah menyasar Tel Aviv, persisnya menghantam bangunan tak jauh dari kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat. (more…)
Serangan drone kamikaze yang masif membawa risiko adanya ‘kecolongan’, padahal sistem pertahanan udara (hanud) anti drone sudah dirancang sedemikian ketat dengan anggaran yang mahal. Terkhusus bagi Rusia yang beberapa kota di perbatasannya kerap mendapat serangan drone kamikaze dari Ukraina, kini mencoba solusi baru, yakni dengan menggabungkan antara teknologi balon udara (aerostat) dengan jaring (net) untuk mencegat drone sebelum memasuki obyek vital (obvit). (more…)
Meski dari aspek performa mengundang kontroversi, namun nama drone kamikaze bertenaga propeller Shahed-136 telah mewarnai jalannya perang Rusia – Ukraina, pasalnya Shahed-136 telah banyak menimbulkan kerugian pada Ukraina. Dan lepas dari pamor Shahed-136 yang digunakan dan telah diproduksi oleh Rusia dengan label Geran-2, maka Belarusia kini juga bergabung menjadi operator Shahed-136. (more…)