Category: Berita Matra Laut

ITS Francesco Morosini, OPV Italia yang Singgah di Jakarta, Punya Persenjataan Standar Frigat!

Setelah kunjungan frigat anti kapal selam ITS Carabiniere F593 – Bergamini Class – pada Maret 2017, kini kembali kapal perang Angkatan Laut Italia sandar di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok. Kapal perang yang dimaksud adalah ITS Francesco Morosini P431, yang tiba di Jakarta pada 18 Juli 2023. Sebelumnya ITS Francesco Morosini sudah berada di perairan Indonesia, lantaran ikut serta dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang dihelat oleh TNI AL. (more…)

Naval Group Serahkan Unit Perdana Kapal Bantu Logistik dan Tanker Jacques Chevallier Class

BRF Jacques Chevallier

Setelah diluncurkan oleh Naval Group pada 29 April 2022, maka pada 18 Juli lalu, Bâtiment Ravitailleur de Forces (BRF) atau force supply vessels – Jacques Chevallier A725. Yang merupakan kapal pertama dari empat unit kapal bantu logistik dan tanker Jacques Chevallier class, telah resmi diserahkan oleh Naval Group kepada Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale). (more…)

Angkatan Laut Rusia Pensiunkan Kapal Penjelajah Berat Bertenaga Nuklir Pyotr Velikiy (Kirov Class)

Sebagai peninggalan era Soviet, Angkatan Laut Rusia mendapat warisan berupa kapal penjelajah berat bertenaga nuklir Project 1144 Orlan (Kirov class), yang menjadi simbol kapal kombatan terbesar dan terkuat Soviet. Dan ada kabar terbaru terkait eksistensi Kirov class, bahwa salah satu Kirov class – Pyotr Velikiy, akan dipensiunkan dari kenidasan. Hal ini tentu mengundang tanya, apakah terkait dengan krisis anggaran? (more…)

Supercavitation – Teknologi Dibalik Kecepatan Super Torpedo Shkval Rusia

Jangan bicara dulu battle proven, teruji pun masih menjadi tanda tanya, tapi kemampuan torpedo VA-111 Shkval yang dapat melesat dengan kecepatan 200 knots (370 km per jam), jelas menarik untuk dicermati. Untuk mencapai kecepatan fantastis, Shkval tidak ditenagai lazimnya torpedo konvensional, melainkan torpedo produksi Rusia ini menggunakan mesin roket dengan bahan bakar padat. (more…)

VA-111 Shkval – Torpedo dengan Solid Fuel Rocket Engine, Melesat 370 Km Per Jam, Mimpi Buruk Buat AS dan NATO

Selain torpedo bertenaga nuklir Poseidon, sejatinya masih ada jenis torpedo produksi Rusia yang masih dipandang misterius oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Meski berstatus torpedo taktis di kaliber standar 533 mm, nama VA-111 Shkval tak pelak membuat armada AS dan NATO tak bisa tenang, pasalnya jenis senjata bawah air ini punya keunggulan komparatif yang sangat mengancam, sementara akses intelijen AS an Barat masih terbatas atas kemampuan torpedo yang bisa melesat bak roket tersebut. (more…)

Calon Awak Ranpur BMP-3F Korps Marinir Berlatih Penembakan Malam dengan Teropong Bidik SOZh-TM

Merujuk informasi dari akun Instagram Korps Marinir – marinir_tni_al, pada 12 Juli 2023, dilangsungkan kegiatan latihan menembak malam hari untuk calon pengawak ranpur BMP-3F di Puslatpur 5 Baluran Karang Tekok, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Para Siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Kavaleri (Dikjurbakav) angkatan XXXII dan Siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama Kavaleri (Dikjurtakav), berlatih menggunakan teropong bidik SOZh-TM. (more…)

Cina Bangun (Lagi) Dua Unit Hovercraft ‘Raksasa’ Zubr Class, Persiapan Invasi ke Taiwan?

Zubr class, sampai saat ini dikenal sebagai Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau hovercraft terbesar di dunia. Dibangun Ukraina saat era kejayaan Uni Soviet, kini justru Zubr class debutnya lebih populer digunakan oleh Cina. Sang Naga mengoperasikan empat unit Zubr class, dan kabarnya ada dua lagi yang sedang dalam proses pembangunan. Identik sebagai wahana serbu amfibi, keberadaan Zubr class kerap dikaitkan dengan upaya Cina untuk menginvasi Taiwan. (more…)

Kapal Perang di Cat dengan ‘Garis’ Berwarna Hitam, Bukan Sekedar Upaya Pengelabuan Serangan Udara

Meski teknologi drone kamikaze dan rudal jelajah kian canggih, namun, pada fase terminal serangan masih dibutuhkan identifikasi sasaran lewat kamera. Dalam beberapa kasus, operator drone kamikaze misalnya, mereka mengendalikan serangan lewat remote, karena perlu memastikan sasaran lewat citra imaging yang dihasilkan oleh drone sesaat sebelum eksekusi. Dan disinilah terjadi kerawanan, bahwa ada potensi pengelabuan sasaran lewat citra imaging. (more…)