
Inggris dan Polandia punya rekam jejak dalam pengembangan dan produksi rudal hanud (pertahanan udara). Dan saat ini, kedua negara yang tergabung dalam NATO itu, sama-sama mengoperasikan rudal hanud CAMM-ER. Polandia mengemas rudal CAMM dalam sistem hanud darat Little Narew, sementara Inggris mengemas dalam sistem hanud darat Sky Sabre. (more…)

Meski Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace blak-blakan mengkritik Ukraina karena terus-menerus meminta pasokan senjata dari negara sekutu menyusul invasi Rusia yang tak kunjung berakhir. Namun, sejauh ini komitmen Inggris tak goyah untuk terus mendukung Ukraina, termasuk dalam pasokan alutsista. Seperti kabar terbaru menyebut bahwa Inggris tengah mempersiapkan pengiriman Main Battle Tank (MBT) Chieftain untuk Ukraina. (more…)

Perang di Ukraina telah memperlihatkan betapa pentingnya drone kamikaze. Dan Jerman sebagai negara yang amat khawatir terdampak konflik, telah mengucurkan anggaran militer 100 miliar euro pada tahun 2022. Selain pengadaan rudal hanud jarak jauh dan jet tempur stealth F-35A Lightning II, Jerman juga telah memutuskan untuk memproduksi drone kamikaze (loitering munition) di wilayahnya. (more…)

Serupa tapi tidak sama, Norinco (China North Industries Corporation) rupanya juga memproduksi ranpur lapis baja angkut personel berpeggerak 4×4 yang sepintas pandang mirip dengan VAB 4×4 buatan Perancis. Yang dimaksud adalah WZ550 4×4 (dalam versi ekspor disebut VN-4), yang salah satu varian canggihnya adalah Norinco QSL-92, berupa ranpur peluncur rudal anti tank HJ-9 “Red Arrow” yang merupakan generasi ketiga rudal anti tank produksi Cina. (more…)

Apa yang dilakukan Kolombia bisa menjadi contoh untuk pengembangan dan pemanfaatan alutsista produksi dalam negeri. Tidak hanya mendapatkan order pesanan, namun, alutsista yang dimaksud juga ‘benar-benar’ dimanfaatkan untuk mendukung operasi tempur prajurit di lapangan. Seperti pada 8 Juli 2023, Angkatan Darat Kolombia mengumumkan kontrak pengadaan senilai US$230 juta untuk akuisisi 404 unit ranpur lapis baja angkut personel (APC), Titan-C 4×4. (more…)

Meski kedua negara terpisah jarak yang begitu jauh, tapi ada kesamaan yang kental antara Indonesia dan Venezuela, yaitu sama-sama masih mempertahankan operasional keluarga ranpur lapis baja tua, AMX-13 series buatan Perancis. Indonesia dan Venezuela pun berusaha melakukan upgrade dan modifikasi pada AMX-13 series, meski untuk urusan ini sepertinya Venezuela lebih ‘kreatif’ dari Indonesia. (more…)

Desain robot tempur lapis baja masih mencari kematangan, para manufaktur persenjataan terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan dari model yang sudah dibangun, terutama dari pengalaman operasi di medan peperangan. Seperti Turki yang dikenal adaptif pada kemajuan ranpur lapis, belum lama ini meluncurkan apa yang disebut sebagai Alpar, yakni robot Infantry Fighting Vehicle (IFV). (more…)

Kemampuan prajurit infantreri Cina kini bisa semakin mematikan, dalam suatu pertempuran, pasukan Sang Naga kini mampu menghancurkan kendaraan tempur dengan jenis rudal mini. Rudal yang disebut QN-202 ini beratnya per unit 1,2 kg. Dalam sebuah ransel, seorang prajurit infanteri dapat membawa sampai enam rudal QN-202. (more…)

Meski pasar ekspor produk pertahanan Rusia terdampak dari perang yang berkecamuk di Ukraina. Namun, perang dalam sisi lain menjadi peluang pemasaran pada produk persenjataan terpilih, khususnya pada alutsista yang meraih predikat battle proven dengan kill probability yang tinggi. (more…)

Meski menjadi salah satu donatur persenjataan dalam jumlah besar ke Ukraina, namun, sampai saat ini belum ada rencana dari Perancis untuk mengirimkan Main Battle Tank (MBT) Leclerc ke medan perang di Ukraina. Hal berbeda dengan MBT Leopard 2 yang telah merasakan kerasnya pertempuran menghadapi Rusia. Tapi ada yang menarik dicermati, bahwa Perancis melakukan upgrade besar-besaran pada Leclerc, setelah melihat apa yang dialami MBT Leopard 2. (more…)