Canggih! Kapal Selam Hai Kun Taiwan Pakai Teknologi Periskop Kapal Selam Nuklir AS

Kehadiran kapal selam Hai Kun class, yang menjadi tonggak kemandirian pertahanan Taiwan, membawa berbagai kecanggihan teknologi tersembunyi yang membuatnya sejajar dengan kapal selam modern dunia. Salah satu komponen paling krusial yang menyita perhatian adalah sistem penglihatan atau periskopnya.

Baca juga: Progres Kilat Hai Kun Class: Kapal Selam Pertama Taiwan Sukses Jalani Uji Selam Perdana

Bukan sembarang periskop, Hai Kun dilengkapi dengan sistem tiang fotonik (photonic masts) besutan L3Harris, raksasa teknologi pertahanan Amerika Serikat yang juga menyuplai sistem serupa untuk kapal selam nuklir Virginia class.

Keputusan Taiwan untuk menggandeng L3Harris memberikan lompatan teknologi yang signifikan bagi Hai Kun. Berbeda dengan periskop optik tradisional yang mengharuskan adanya tabung besar yang menembus lambung kapal (sehingga membatasi tata letak ruang kendali), tiang fotonik L3Harris bekerja secara digital.

Sistem ini tidak lagi memerlukan sambungan fisik langsung antara mata operator dan permukaan laut. Sebagai gantinya, tiang ini dilengkapi dengan sensor kamera resolusi tinggi, pencitraan termal, serta kemampuan peperangan elektronik (ESM) yang mengirimkan data melalui kabel serat optik ke layar monitor di pusat komando.

Teknologi yang digunakan pada Hai Kun ini sangat identik dengan apa yang ditemukan pada kapal selam Virginia class. Dengan sensor elektro-optik yang canggih, operator di dalam Hai Kun dapat melihat kondisi di permukaan laut dengan detail yang sangat tajam, bahkan dalam kondisi cahaya rendah atau malam hari sekalipun.

Selain itu, karena tiang fotonik tidak memerlukan ruang vertikal yang memotong lambung, interior kapal selam dapat dirancang lebih fleksibel dan efisien, memberikan kenyamanan lebih bagi awak kapal serta ruang yang lebih lega untuk sistem manajemen tempur.

Keunggulan lain dari sistem buatan L3Harris ini adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai fungsi sekaligus dalam satu tiang. Selain kamera, sistem ini juga memuat antena GPS dan komunikasi, serta teknologi low observable yang membuatnya sulit dideteksi oleh radar lawan saat muncul ke permukaan. Hal ini sangat krusial bagi Taiwan yang harus beroperasi di perairan yang dipantau ketat oleh armada pengintai lawan. Integrasi ini memastikan Hai Kun memiliki kesadaran situasional (situational awareness) yang superior, memungkinkannya untuk mendeteksi ancaman lebih awal tanpa harus membongkar posisi kapal.

Kemitraan antara Taiwan dan L3Harris dalam proyek kapal selam Hai Kun menegaskan dukungan teknologi tingkat tinggi dari Amerika Serikat dalam memperkuat pertahanan maritim Taiwan. Dengan mengadopsi “mata” yang sama dengan kapal selam nuklir paling canggih di dunia, Hai Kun bukan sekadar kapal selam diesel-elektrik biasa; Hai Kun adalah predator bawah laut yang dilengkapi dengan sensor kelas dunia, siap menjaga kedaulatan di perairan Selat Taiwan dengan presisi yang mematikan.

Terancam Delay Tiga Tahun, Program Akuisisi Kapal Selam Nuklir Virginia Class untuk Australia

Periskop di Nagapasa Class TNI AL
Dalam dunia kapal selam, periskop adalah organ vital yang menentukan keselamatan dan efektivitas tempur. TNI AL dengan kapal selam Nagapasa Class mengandalkan keahlian Jerman melalui Cassidian (Carl Zeiss) Optronics SERO 250. Periskop SERO 250 pada Nagapasa class adalah periskop tipe penetrating.

Artinya, ada tabung fisik yang menembus lambung kapal selam (hull) hingga mencapai ruang kendali. Operator melihat langsung melalui lensa okuler (binokular). Meski sudah dibekali sensor inframerah dan stabilisasi elektronik, ia tetap mempertahankan jalur visual optik murni. Sebaliknya, tiang fotonik pada Hai Kun adalah tipe non-penetrating. Tidak ada tabung yang menembus lambung. Sensor di ujung tiang menangkap gambar secara digital dan mengirimkannya melalui kabel serat optik ke layar monitor di pusat komando.

Cassidian (Carl Zeiss) Optronics – Periskop Canggih Buatan Jerman di Kapal Selam Nagapasa Class

Karena SERO 250 menembus lambung, ruang kendali (Central Control Room) pada Nagapasa Class harus diletakkan tepat di bawah menara kapal selam agar operator bisa menggunakan periskop. Ini membatasi fleksibilitas tata letak interior.

SERO 250 di Nagapasa class sangat unggul dalam kualitas gambar optik murni yang bebas dari gangguan elektronik, serta dilengkapi laser rangefinder dan kamera IR untuk operasi malam hari. Namun, hanya satu atau dua orang yang bisa melihat melalui periskop dalam satu waktu. Tiang fotonik L3Harris pada Hai Kun menawarkan keuntungan “berbagi informasi”.

Gambar digital dapat ditampilkan di banyak layar sekaligus, memungkinkan seluruh kru di pusat komando melihat ancaman secara bersamaan. Selain itu, tiang fotonik bisa berputar 360 derajat dalam sekejap dan merekam video definisi tinggi untuk dianalisis kemudian—sesuatu yang sulit dilakukan pada sistem optik murni. (Gilang Perdana)

Sempat Divideokan di Selat Hormuz, Kapal Selam Nuklir USS Georgia Kepergok Berlayar di Kedalaman Periskop