Angkatan Laut Singapura Luncurkan OPV Sentinel Class Perdana di Galangan Fassmer Jerman

Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN) secara resmi meluncurkan kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) generasi terbaru yang diberi nama Sentinel di galangan kapal Fassmer, Berne, Jerman.

Baca juga: Gantikan Sentinel Class, Singapura Pesan Empat Unit OPV 86M dari Jerman

Kapal ini merupakan unit pertama dari empat unit kapal patroli Sentinel class yang dirancang khusus (purpose-built) oleh Pemerintah Singapura guna memenuhi cakupan dan tuntutan operasi keamanan maritim yang semakin kompleks serta menjaga kedaulatan perairan teritorial negara pulau tersebut.

Acara peresmian dan peluncuran kapal dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Singapura Mr Chan Chun Sing, didampingi Menteri Pertahanan Federal Jerman Mr Boris Pistorius, Panglima Angkatan Laut Jerman Vice Admiral Wilhelm Tobias Abry, serta Panglima Angkatan Laut Singapura Rear Admiral Sean Wat.

Kapal patroli Sentinel class dibangun menggunakan basis rancangan kapal patroli OPV 80 Potsdam class buatan galangan ternama Jerman, Fassmer, yang saat ini digunakan oleh Kepolisian Federal Jerman (Bundespolizei). Kapal ini memiliki panjang sekitar 80 meter dengan bobot perpindahan (displacement) berkisar 1.600 hingga 1.800 ton.

Dirancang untuk ketahanan operasi (persistence) di laut lepas, kapal ini dibekali jarak jelajah yang jauh serta area dek belakang (flight deck) luas yang sanggup didarati helikopter sedang maupun diintegrasikan dengan sistem pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV).

Di samping itu, kapal dilengkapi sistem pendorong canggih yang memungkinkannya melaju hingga kecepatan puncak di atas 20–22 knot, serta modul ruang stern ramp di bagian buritan untuk peluncuran Rigid-Hull Inflatable Boat (RHIB) intersepsi cepat secara efisien.

AL Singapura Refurbish Kapal Patroli Fearless Class Menjadi Sentinel Class, Siap Ronda Selat Malaka

Keunggulan utama dari OPV Sentinel class terletak pada arsitektur modularnya yang fleksibel serta kesiapannya menghadapi spektrum ancaman modern. Tampil unik dibanding kapal perang RSN pada umumnya, kapal ini dibalur warna lambung putih (white hull)—bukan warna abu-abu standar militer—serta tidak menggunakan awalan nama kapal RSS (Republic of Singapore Ship), melainkan berstatus sebagai Singapore Government Vessel untuk menegaskan peran utamanya dalam penegakan hukum maritim.

Selain mengusung sistem persenjataan standar seperti kanon utama, Remote Weapon Station (RWS), dan perangkat non-mematikan (non-lethal acoustic/dazzler systems), kapal ini dibekali kemampuan terintegrasi untuk menanggulangi ancaman wahana nirawak (unmanned threats) baik di udara maupun di permukaan laut.

Fleksibilitas desainnya memungkinkan RSN melakukan upgrade sistem sensor maupun penambahan modul misi tempur (containerised mission modules) dengan cepat sesuai dinamika ancaman maritim di masa depan tanpa harus merombak struktur utama kapal.

Unit Ketiga OPV POM Class “Auguste Techer” Ditempatkan Perancis di Wilayah Koloni Samudera Hindia

Keempat OPV Sentinel class dijadwalkan akan dikirimkan secara bertahap mulai tahun 2028 untuk beroperasi di bawah naungan Maritime Security and Response Flotilla (MSRF) RSN. Kehadirannya secara penuh nantinya akan menggantikan peran empat kapal patroli interim kelas Sentinel versi lama (Maritime Security and Response Vessels/MSRV).

Kehadiran kapal patroli anyar ini tidak hanya menandai lompatan kapabilitas pertahanan maritim Singapura, tetapi juga mempertegas kemitraan strategis dan kepercayaan teknologi tingkat tinggi antara industri pertahanan Singapura dan Jerman. (Bayu Pamungkas)

Holland Class: OPV Bergaya Frigat Khas Belanda untuk Operasi di Wilayah Khusus Luar Eropa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *