Angkatan Laut India dan Filipina Satukan ‘Kekuatan’ di Laut Cina Selatan, Destroyer INS Delhi Jadi Flagship

Dua negara yang berkonflik perbatasan dengan Cina, kini tengah bersatu dalam kegiatan latihan bersama di Laut Cina Selatan. Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025, Angkatan Laut India dan Angkatan Laut Filipina, untuk pertama kalinya melakukan latihan secara formal di hotspot, Laut Cina Selatan.

Baca juga: Rebutan Pengaruh di Samudera Hinda dan Selat Malaka, India dan Cina Optimalkan Kehadiran Kapal Selam

Menurut laporan resmi, tiga kapal Angkatan Laut India dikerahkan dalam kunjungan dan latihan dengan Filipina, yakni INS Delhi (D61) – Guided missile destroyer Delhi class, INS Shakti (A57) – Fleet tanker (kapal pendukung logistik) dan INS Kiltan (P30) – Anti‑submarine warfare corvette Kamorta class. Kunjungan tiga kapal tersebut dimulai pada 30 Juli 2025, dipimpin oleh Rear Admiral Shusheel Menon dari East Fleet Command.

Kapal tambahan seperti INS Sandhayak (surveillance ship) juga dilaporkan tiba di Manila sekitar 1 Agustus, mendukung operasi maritim tersebut.

Sementara, Angkatan Laut Filipina, dalam Maritime Cooperative Activity (MCA) yang berlangsung pada 3–4 Agustus 2025, mengerahkan dua kapal utama – BRP Jose Rizal (FF‑150) – fregat peluru kendali Jose Rizal class dan BRP Miguel Malvar (FFG‑06) – fregat Gregorio del Pilar.

Kegiatan latihan bersama Angkatan Laut India mencakup formation sail, seamanship drills, serta prosedur komunikasi bersama di kawasan laut lepas dekat Scarborough Shoal. Latihan menekankan interoperabilitas maritim dan koordinasi dalam situasi kawasan yang dipantau oleh kapal perang Angkatan Laut Cina.

Dari kegiatan latihan tersebut, dapat disebut flagship dari armada yang dibawa India adalah Guided Missile Destroyer INS Delhi, yang selain menyandang gelar destroyer, menjadi kapal kombatan terbesar dengan persenjataan paling lengkap dan canggih.

INS Delhi dengan bobot penuh 6.900 ton, dibangun oleh galangan Mazagon Dock Limited di Mumbai, India. Kapal perusak ini diluncurkan pada tahun 1995 dan resmi komisioning pada 15 November 1997.

INS Delhi ditenagai kombinasi mesin gas turbin dan diesel (CODOG – Combined Diesel or Gas), punya kecepatan maksimum 32 knots dengan jangkauan jelajah ± 4.500 mil laut pada kecepatan jelajah. Panjang kapal perusak ini 163 meter, lebar 17 meter dan diawaki sekitar 350 personel. INS Delhi mampu mengoperasikan 2 helikopter (biasanya HAL Dhruv atau Sea King untuk misi ASW/ISR).

https://www.indomiliter.com/al-india-resmi-operasikan-destroyer-stealth-buatan-dalam-negeri-ins-visakhapatnam/

Racikan persenjataan pada INS Delhi kental dengan aroma Rusia, untuk rudal hanud, awalnya memakai SA-N-7 Gadfly (versi naval S-300) buatan Rusia. Namun telah dimodernisasi dengan Barak-8 dari Israel-India. Sementara untuk rudal jelajah anti kapal – tersedia 8 × BrahMos cruise missile (blok modernisasi) menggantikan SS-N-25 Switchblade (Kh-35).

Untuk meriam utama, mengadopsi 1 × Meriam 100 mm AK-100 (Rusia) dan sistem CIWS (close in weapon system – pertahanan jarak dekat) menggunakan AK-630 (kanon putar 6 laras kaliber 30 mm). Senjata anti kapal selamnya, terdiri dari RBU-6000 rocket launcher dan tabung torpedo 533 mm.

Dalam beberapa tahun terakhir, INS Delhi telah dimodernisasi dengan sistem BrahMos block upgrade, integrasi sistem tempur baru India seperti CMS MkIV (Combat Management System), radar AESA buatan BEL/ELTA, dan penguatan sensor bawah laut dan jamming.

Angkatan Laut India membangun tiga unit kapal perusak Delhi class yang merupakan bagian dari Projek 15, yaitu INS Delhi (D61), IINS Mysore (D60) dan INS Mumbai (D62). (Gilang Perdana)

AL India Segera Terima INS Imphal, Destroyer Karya Anak Bangsa dengan 16 Rudal Anti Kapal Brahmos

One Comment