Uji Coba Tuntas, DGA Perancis Sahkan Drone VTOL Airbus U010 Aliaca untuk Pengawasan Laut Indo Pasifik

Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (Direction générale de l’armement/DGA) secara resmi memberikan kualifikasi operasional bagi varian terbaru lepas landas dan mendarat secara vertikal (Vertical Take-Off and Landing/VTOL) dari sistem drone taktis U010 Aliaca buatan Airbus Helicopters.
Keputusan kualifikasi ini diterbitkan setelah merampungkan serangkaian uji coba komprehensif di darat maupun di laut yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 bekerja sama dengan Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale). Pencapaian ini menandai terpenuhinya standar kualifikasi penuh bagi drone taktis tersebut untuk resmi masuk dinas operasional di bawah kontrak SMDM (Système de Mini-Drones embarqués pour la Marine), di mana dua unit sistem pertama telah diserahterimakan kepada armada angkatan laut sejak September lalu.
Pengembangan varian VTOL ini menjadi evolusi signifikan dari sistem U010 Aliaca konfigurasi fixed-wing standar yang sebelumnya telah tersertifikasi DGA dan beroperasi penuh sejak tahun 2022.
Dari total 34 unit sistem yang dipesan oleh DGA—di mana setiap sistem terdiri dari dua unit drone—sebanyak delapan sistem di antaranya diubah menggunakan varian VTOL mutakhir ini. Keunggulan arsitektur sistem Airbus memastikan varian VTOL tetap berbagi Ground Control Station (GCS) dan sistem operasi yang sama dengan varian sayap tetap, sehingga memudahkan para kru helideck Angkatan Laut Perancis dalam melakukan transisi operasional secara intuitif dan cepat tanpa memerlukan pelatihan ulang yang kompleks.
POM Class: Lindungi ZEE Perancis di Wilayah Koloni, Inilah OPV Modern dengan Drone Intai
Dalam gelar taktis, varian U010 Aliaca VTOL dijadwalkan untuk memperkuat armada kapal dukungan dan asistensi metropolitans (Bâtiments de soutien et d’assistance métropolitains/BSAM) serta kapal dukungan wilayah seberang laut (BSAOM).
Kehadiran drone ini ditargetkan untuk menyokong misi-misi krusial penegakan kedaulatan, pengawasan zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan keamanan maritim di wilayah strategis Indo Pasifik hingga Karibia. Dalam penggelarannya, kapal-kapal pelaksana akan beroperasi dari markas pelabuhan utama Perancis di Kaledonia Baru, Polinesia Perancis, Réunion, hingga Martinique.
Unit Ketiga OPV POM Class “Auguste Techer” Ditempatkan Perancis di Wilayah Koloni Samudera Hindia
Dengan fleksibilitas lepas landas secara vertikal tanpa membutuhkan sistem peluncur (catapult) maupun jaring penangkap (recovery net), U010 Aliaca VTOL memberikan lompatan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance/ISR) yang jauh lebih praktis di atas geladak kapal patroli berukuran sedang.
Integrasi drone ini mempertegas komitmen Angkatan Laut Perancis dalam memodernisasi arsitektur pengawasan lautnya guna menghadapi dinamika ancaman maritim di perairan global yang kian dinamis. (Bayu Pamungkas)


