Unjuk Gigi di Laut Cina Selatan: Kapal Induk Fujian Bayangi Konvoi USS Theodore Roosevelt

Dinamika dan ketegangan militer di kawasan Laut Cina Selatan kembali mencapai titik didih baru menyusul pengerahan kekuatan maritim masif oleh Angkatan Laut Angkatan Cina (PLAN). Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 tertanggal 2 November 2026, kapal induk paling modern milik Beijing, Fujian (CV-18), terdeteksi tengah berlayar ke arah timur di koordinat 17.53750, 110.34810.
Baca juga: Kapal Induk Nuklir USS Theodore Roosevelt Lintasi ALKI II, Ini Alur Lintasannya
Pergerakan kapal induk generasi ketiga Cina yang telah dilengkapi teknologi pelontar elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System/EMALS) mengarah langsung memotong jalur kapal induk Angkatan Laut AS, USS Theodore Roosevelt (CVN-71), yang sedang berlayar dari arah berlawanan menuju Timur Tengah.
Situasi ini menciptakan konfrontasi visual yang langka, di mana perairan Laut Cina Selatan mendadak menjadi arena perlintasan bersama bagi tiga kapal induk sekaligus—terdiri dari satu kapal induk AS dan dua kapal induk Cina, mengingat kapal induk Liaoning (CV-16) juga tengah siaga di zona maritim yang sama.
Pengerahan ganda kapal induk Cina di Laut Cina Selatan terjadi bertepatan dengan beredarnya propaganda berbobot taktis dari media pemerintah Beijing. Baru-baru ini, media nasional Cina merilis rekaman uji coba penembakan rudal balistik anti-kapal (anti-ship ballistic missile/ASBM) DF-26B—yang kerap dijuluki sebagai carrier killer atau pembunuh kapal induk.
🇨🇳🇺🇸⚓️The Fujian CV-18 Carrier has been seen sailing in the middle of the South China Sea going DIRECTLY towards USS Theodore Roosevelt as the Liaoning Carrier Strike Group flanks it by the right. https://t.co/mUCkYpQrCo
— PLA Military Updates🇨🇳 (@PLA_MilitaryUpd) November 2, 2026
Dalam uji coba berpresisi tinggi yang digelar di kawasan gurun daratan utama Cina tersebut, rudal DF-26B sukses menghantam target rekaan (mock-up) berukuran kapal induk Amerika Serikat. Rangkaian pesan pertunjukan kekuatan (power projection) ini memperlihatkan kombinasi doktrin serang kombinasi antara aset permukaan dan sistem rudal berbasis darat milik PLA dalam mengunci pergerakan armada tempur AS.
Secara kuantitatif, Angkatan Laut Cina saat ini telah menjelma menjadi kekuatan tempur laut terbesar di dunia dari segi jumlah lambung kapal. Dengan mengoperasikan tiga kapal induk aktif—Liaoning, Shandong, dan Fujian—serta kekuatan armada melebihi 400 unit kapal perang, tonase dan alokasi lambung kapal perang PLAN kini tercatat sekitar 35 persen lebih banyak dibandingkan total kapal perang yang dimiliki Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kendati peningkatan jumlah armada dan lompatan teknologi alutsista Cina berkembang secara masif, sejumlah pengamat militer internasional menilai Amerika Serikat masih mengantongi keunggulan elektif yang sangat vital, yakni pengalaman tempur nyata (combat experience) serta doktrin integrasi penerbangan kapal induk yang teruji dalam berbagai krisis global.
Tantang Dominasi AS, Cina Diprediksi Miliki Enam Kapal Induk di 2035
Menanggapi peningkatan eskalasi dan pergerakan armada kapal induknya yang terdeteksi satelit berlayar merapat ke posisi USS Theodore Roosevelt, pemerintah Cina menegaskan bahwa pengerahan Fujian dan Liaoning di perairan internasional Laut Cina Selatan murni merupakan bagian dari latihan rutin tahunan (standard training runs).
Kendati demikian, pengerahan platform modern berpelontar EMALS seperti Fujian yang memotong jalur armada tempur AS di kawasan Pasifik Barat ini tak pelak memaksa Amerika Serikat dan sekutu regionalnya untuk menghitung ulang kalkulasi pengelompokan taktis serta kesiapsiagaan armada tempur mereka. (Bayu Pamungkas)
Ikon Baru Kekuatan Maritim Asia, Kapal Induk Fujian Resmi Beroperasi


