Kian Mematikan Sulit Dicegat, Rusia Kerahkan Drone Kamikaze Jet Geran-5 Berkecepatan 1.000 Km per Jam

Rusia kembali mengeskalasi pertarungan udara dalam konflik di Ukraina dengan mengerahkan varian drone kamikaze (loitering munition) generasi terbaru, Geran-5. Berbeda dari pendahulunya, Geran-2, yang merupakan lisensi perakitan lokal dari drone bermesin baling-baling Shahed-136 asal Iran, Geran-5 menandai lompatan arsitektur yang signifikan.
Drone pemukul presisi ini meninggalkan bentuk sayap delta (delta-wing) klasik dan beralih mengadopsi struktur bodi yang lebih ramping serta memanjang mirip arsitektur rudal jelajah modern, dengan panjang mencapai sekitar 6 meter dan rentang sayap berkisar 3,2 hingga 5,5 meter.
Pengembangan dan produksi massal Geran-5 dipusatkan di fasilitas pertahanan Rusia, yakni Zona Ekonomi Khusus (SEZ) Alabuga di Tatarstan serta IEMZ Kupol yang berada di bawah naungan konsorsium Concern Almaz-Antey. Guna menyokong keunggulan kinematisnya, drone berbobot lepas landas maksimal (MTOW) sekitar 850 kilogram ini mengusung sistem propulsi mesin turbojet Telefly TF-TJ2000A buatan Cina.
Penggunaan mesin jet ini memacu kecepatan Geran-5 secara drastis hingga mencapai kecepatan jelajah 600 km per jam dan mampu melesat hingga 1.000 km per jam saat bermanuver melakukan serangan akhir, melipatgandakan kecepatan drone baling-baling terdahulu yang hanya mentok di angka 500 km per jam.
Russia’s new Geran-5 drones can reach speeds of up to 1,000 km/h, and AI-equipped drones will be able to find and attack trains, warehouses and vehicles on their own, according to Ukrainian military communications expert Serhiy “Flash” Beskrestnov.
He warned that Russia could launch “a thousand drones” that search for and strike targets autonomously, with no operator involved.
— Clash Report (@clashreport) October 29, 2026
This is what the Russian “Geran-5” looks like compared to a regular “Shahed.” https://t.co/pv2cXckgqe
— WarTranslated (@wartranslated) October 29, 2026
Daya rusak Geran-5 ditopang oleh hulu ledak (warhead) seberat 90 kilogram yang dirancang untuk menghancurkan berbagai sasaran bernilai tinggi di garis belakang musuh. Selain mengandalkan integrasi sistem navigasi satelit (GNSS), Inertial Navigation System (INS), serta modem datalink berbasis jaringan seluler, para pakar perang elektronika mengonfirmasi adanya uji coba integrasi modul pemandu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Fitur pengenalan sasaran optik berbasis AI (AI optical target recognition) tersebut memungkinkan Geran-5 beroperasi dan mengeksekusi serangan secara otonom tanpa memerlukan intervensi operator (human-in-the-loop), menyasar target bergerak seperti rangkaian kereta api logistik, konvoi kendaraan tempur, hingga depot penyimpanan amunisi.
Meskipun secara fisik tidak lagi mengopi desain Shahed-136, evolusi Geran-5 tetap menyerap basis pengetahuan dari pengembangan drone jet Iran seperti seri Shahed-238 dan Karrar, yang kemudian dirombak total oleh insinyur Rusia agar muat dipasangi mesin turbojet berdaya dorong lebih besar serta modul avionik buatan lokal.
Di tengah ramp-up produksi Rusia yang ditargetkan mencapai 3.000 unit drone per bulan—termasuk sekitar 700 unit varian Geran-5—pihak Ukraina berupaya keras meredam ancaman ini menggunakan sistem kubah tembak otomatis Brave1. Penemuan puing-puing Geran-5 yang berhasil dijatuhkan di wilayah Kiev mengonfirmasi bahwa kendati diproduksi di dalam negeri, rantai pasok komponen pemrosesan elektronik dan mikrokontroler drone ini masih memanfaatkan perpaduan suku cadang asal negara Barat dan Cina. (Gilang Perdana)
Rusia Mulai Gunakan Geran-5: Drone Kamikaze Bermesin Jet yang Terinspirasi Teknologi Karrar Iran


