Yastreb: Sistem Anti Drone Berbasis Pickup Siap Basmi UAV dan USV dengan Interseptor Berkecepatan 400 Km/Jam

Perkembangan teknologi peperangan nirawak kembali melahirkan inovasi taktis di Rusia. Perusahaan pengembang pertahanan asal Rusia, K-Avia, memperkenalkan sistem pertahanan anti-drone (anti-drone defense system) terbarunya yang diberi nama Yastreb.
Baca juga: Rosoboronexport Perkenalkan Proyek “Anti-Drone Dome” di KTT Rusia-Afrika Ketiga
Dirancang khusus sebagai pemburu drone berbasis kendaraan roda empat, sistem senjata ini memadukan mobilitas tinggi dengan kemampuan hancur presisi untuk merontokkan berbagai ancaman udara dan permukaan modern.
Yastreb dibangun di atas platform kendaraan truk pickup off-road yang tangguh, memberikan fleksibilitas mobilitas tinggi di berbagai medan pertempuran. Tidak hanya sekadar kendaraan angkut, Yastreb mengusung sistem pertahanan mandiri (standalone) yang dilengkapi dengan perangkat peperangan elektronika (electronic warfare/EW) komprehensif.
Untuk mendeteksi kehadiran musuh secara cepat, sistem ini dibekali kombinasi stasiun pendeteksi canggih yang meliputi radar, akustik, dan optik, memastikan deteksi dini terhadap target berukuran kecil sekalipun di tengah gangguan sinyal.
Gunakan Basis Pickup Korea Selatan, Belanda Luncurkan Rantis DMV Tasman Pemburu Drone Berbasis AI
Senjata utama yang diandalkan Yastreb untuk melumpuhkan target adalah proyektil interseptor mikro berkecepatan tinggi di kelasnya, yang dirancang khusus untuk memburu drone bermesin jet (jet-powered drones). Meskipun melaju di kisaran kecepatan 350 hingga 400 km/jam—kecepatan yang tergolong lambat untuk rudal pertahanan udara konvensional, namun sangat amat cepat untuk ukuran amunisi mikro penangkal drone—interseptor ini memiliki keunggulan kecepatan (overspeed) signifikan dibanding drone pengintai atau FPV musuh sehingga mampu melumpuhkannya dalam hitungan detik.
Mekanisme serangan interseptor ini terbilang sangat adaptif, di mana proyektil dapat menghancurkan sasaran baik melalui metode menabrak langsung (ramming) maupun dengan meledakkan hulu ledak fragmentasi (fragmentation warhead) di dekat target. Fleksibilitas operasionalnya juga teruji berkat hasil pengujian gabungan bersama pihak Angkatan Laut Rusia; di mana sistem Yastreb tidak hanya mampu mencegat drone udara, tetapi juga efektif melumpuhkan wahana nirawak permukaan laut (Unmanned Surface Vessels/USV) yang melaju di atas gelombang air.
Melesat 777 Km/Jam, Apex Recordhunter Bakal Jadi Basis Drone Interceptor Bertenaga Baterai Tercepat
Dirancang dengan konsep modular yang praktis, sistem pertahanan Yastreb memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Perangkat pertahanan ini dapat dipasang pada berbagai jenis kendaraan militer, dioperasikan dalam konfigurasi stasioner (menetap) di pos pertahanan, bahkan diperkuat dengan tambahan senjata perorangan kaliber kecil jika diperlukan untuk perlindungan jarak dekat.
Di tengah eskalasi konflik yang menuntut respons pertahanan udara lapis kedua yang cepat dan berbiaya efisien, Yastreb dilaporkan telah dikerahkan secara aktif dalam tugas tempur (combat duty), menandakan bahwa sistem penangkal drone berbasis truk pickup ini telah teruji di medan pertempuran nyata. (Bayu Pamungkas)
Kawal Konvoi Putin di Vladivostok, Rusia Pamerkan Pickup Anti Drone dengan Kubah RCWS Katran


