‘Airwolf 6×6’, Rantis Anti Drone Modular yang Bawa Minigun, Roket APKWS, Hellfire dan Stinger

Industri pertahanan Amerika Serikat kembali kedatangan inovasi sistem pertahanan udara (hanud) bergerak kelas taktis dengan diperkenalkannya platform “Airwolf 6×6” oleh perusahaan Parker Hannifin dalam ajang pameran pertahanan AUSA 2026 di Washington, D.C.

Baca juga: Unjuk Gigi di Hadapan 12 Negara, Aselsan Sukses Uji Tembak Langsung Sistem Hanud Mobile KORKUT 35

Kendaraan taktis ringan ini dikembangkan bekerja sama dengan MDH Strategic Services dan dibangun di atas sasis taktis RCR 6WAP (6-Wheeled Adaptable Platform) besutan divisi manufaktur tim balap ternama Richard Childress Racing. Secara arsitektur kendaraan, RCR 6WAP dirancang sebagai platform multiguna 6×6 berkapasitas tinggi yang ditenagai mesin turbo-diesel berkinerja tinggi.

Rantis ini memiliki kapasitas payload atau muatan seberat lebih dari 7.250 pon serta dirancang memiliki fleksibilitas modular tinggi agar dapat diangkut secara internal oleh helikopter angkut berat seperti CH-47 Chinook. Dari sisi personel, platform ini dioperasikan oleh dua hingga tiga awak yang terdiri dari pengemudi serta operator sistem senjata dan sensor.

Konfigurasi persenjataan yang dipamerkan pada sistem Airwolf tergolong sangat masif untuk ukuran rantis ringan, dirancang khusus untuk menghadapi ancaman asimetris modern seperti drone, UAV intai, hingga sasaran darat ringan. Kendaraan ini mengombinasikan senjata laras ganda enam barel (gatling gun) kaliber 7.62 mm M134 Minigun untuk menghadapi target jarak dekat yang lincah, dipadukan dengan jajaran sistem rudal yang mampu memboyong hingga total 26 amunisi sekaligus.

Kapasitas muatan senjata tersebut mencakup satu unit rudal anti-tank AGM-114 Hellfire, dua unit rudal pertahanan udara panggul FIM-92 Stinger, serta peluncur roket modular M260 dan M261 untuk roket pandu laser APKWS II (Advanced Precision Kill Weapon System II).

Di balik keunggulan daya gempur dan mobilitasnya, pemilihan desain rangka bodi terbuka atau semi-tubular pada platform berkonsep ringan ini memicu catatan kritis di kalangan analis militer. Konsep desain yang mengadopsi struktur rangka pipa terbuka—yang diturunkan dari kultur kendaraan off-road dan balap—membuat awak kendaraan tidak memiliki perlindungan balistik yang memadai dari ancaman tembakan langsung.

Dalam skenario pertempuran modern di garis depan di mana ancaman intai drone FPV, tembakan senjata ringan infanteri, hingga pecahan artileri sangat tinggi, ketiadaan lambung berlapis baja atau proteksi anti-ranjau menjadikan awak Airwolf sangat rentan.

Kendati demikian, para pengembang tampaknya mengambil kompromi doktrinal dengan mengorbankan proteksi berat demi mencapai kelincahan ekstrem, kecepatan pengerahan taktis, serta kemampuan menggelar volume tembakan pelindung area yang masif di titik-titik rawan pertempuran. (Gilang Perdana)

PASARS-16 6×6: Sistem Hanud Mobile Hybrid dengan Senjata Utama Meriam ‘Tua’ Bofors 40mm L/70

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *