General Atomics Ungkap Wildfire: UCAV Modular Jarak Jauh Calon Pengganti MQ-9 Reaper

Manufaktur drone tempur asal Amerika Serikat, General Atomics, resmi memperkenalkan Wildfire, sebuah UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) modular jarak jauh terbaru yang dirancang untuk bersaing dalam program Massed Modular Aircraft (MMA) milik Angkatan Udara AS (USAF).

Baca juga: Armada UCAV MQ-9 Reaper USAF Tembus Batas Kritis Usai Kehilangan 45 Drone dalam Perang Iran

Kehadiran Wildfire diproyeksikan sebagai calon kuat untuk menggantikan peran platform MQ-9 Reaper di masa depan. Berdasarkan persyaratan program yang dilaporkan, UCAV ini dirancang memiliki kapasitas muatan hingga 1.270 kg dengan radius tempur minimal 4.260 km serta jarak jelajah (ferry range) melebihi 14.800 km, bahkan persyaratan awal sempat menetapkan target jangkauan hingga 18.500 km.

Tingginya urgensi pengembangan Wildfire dipicu oleh lanskap pertempuran udara modern yang semakin berisiko bagi platform generasi lama. Pengalaman tempur dalam konflik terkini—termasuk insiden beruntung ditembak jatuhnya sejumlah drone MQ-9 Reaper milik militer AS oleh sistem pertahanan udara Iran—menggarisbawahi kerentanan drone bernilai tinggi di ruang udara bersengketa.

Kerugian finansial yang signifikan akibat kehilangan Reaper yang berharga mahal memaksa Pentagon beralih ke doktrin attrition-tolerant. Konsep ini menekankan pentingnya armada UCAV dalam jumlah besar (mass) dengan biaya per unit yang jauh lebih terjangkau, sehingga kehilangan pesawat dalam misi berisiko tinggi tidak lagi memberikan dampak kerugian finansial maupun operasional yang melumpuhkan.

Dari segi efisiensi anggaran, harga airframe Wildfire di luar sensor dan sistem onboard ditargetkan berada di bawah US$10 juta. Nilai tersebut terbilang jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan MQ-9 Reaper yang memiliki harga konfigurasi dasar sekitar US$16 juta, dan bisa melonjak hingga US$30 sampai US$50 juta ketika dilengkapi sistem persenjataan serta perangkat pendukung tambahan.

Langkah ini menunjukkan fokus pengembangan pada platform tempur yang tidak hanya andal dari segi jangkauan, tetapi juga rasional secara pembiayaan masif.

Buntut Perang Lawan Iran: Armada UCAV MQ-9 Reaper AS Banyak Rontok, Pentagon Kelabakan Cari Pengganti

Dalam peran operasionalnya, General Atomics memposisikan Wildfire sebagai platform penyerang jarak jauh yang fleksibel dan mampu mengusung persenjataan berat, seperti dua unit rudal anti-kapal AGM-158C LRASM atau empat unit Joint Strike Missile (JSM).

Berkat rancangan arsitektur modular yang diusungnya, UCAV ini dapat dikonfigurasi ulang secara cepat untuk menjalankan berbagai variasi misi di lapangan, mulai dari pengintaian, serangan presisi, perang elektronik (electronic warfare), hingga berfungsi sebagai simpul penerus komunikasi (communications relay).

Guna mendukung keunggulan taktis di area pertempuran modern, General Atomics merancang Wildfire untuk beroperasi dalam formasi terdistribusi yang menghubungkan puluhan unit drone di bawah sistem kendali semi-otonom.

Meski jenis mesin dan konfigurasi spesifik perangkat kerasnya belum diungkapkan ke publik, pabrikan menyatakan kesiapannya untuk memproduksi hingga 100 unit Wildfire per tahun. Di sisi lain, rencana pengadaan Angkatan Udara AS saat ini menargetkan akuisisi sebanyak 20 unit pesawat hingga tahun anggaran 2031. (Bayu Pamungkas)

Untuk Pertama Kali, Drone Tempur MQ-9 Reaper Dioperasikan dari Jalan Raya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *