Inovasi Jet Tempur Stealth Su-57E di Mesir: Ubah Kompartemen Senjata Jadi Tangki Bahan Bakar Internal

Ajang El Alamein International Airshow 2026 (3 – 5 September 2026) di Mesir menjadi panggung unjuk gigi bagi Rostec dan United Aircraft Corporation (UAC) dalam memamerkan keunggulan teknis jet tempur generasi kelima Su-57E Felon. Dalam penerbangan lintas benua menuju Mesir dengan jarak tempuh diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 hingga 3.500 kilometer, varian ekspor Su-57 berhasil menyelesaikan penerbangan jarak jauh (long-haul ferry flight) secara mandiri.
Hebatnya, jet tempur siluman ini sama sekali tidak memerlukan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) maupun penggunaan tangki cadangan eksternal (external drop tanks) di bawah sayapnya.
Rahasia utama di balik jangkauan jelajah yang impresif ini terletak pada keputusan para insinyur Rusia yang memasang modul tangki bahan bakar tambahan (auxiliary fuel tanks) langsung di dalam kompartemen senjata internal (internal weapons bay). Langkah mengonversi ruang simpan amunisi internal menjadi kapasitas bahan bakar tambahan merupakan pendekatan taktis yang terbilang baru dan langka di kelompok jet tempur generasi kelima modern.
Biasanya, untuk menempuh rute pengiriman atau penerbangan feri antar-negara, jet tempur generasi kelima seperti F-22 Raptor atau F-35 Lightning II terpaksa menggantung tangki bahan bakar cadangan di pylon eksternal. Penggunaan tangki luar ini secara drastis meningkatkan penampang pantulan radar (Radar Cross-Section / RCS) serta menciptakan hambatan aerodinamis (drag) yang besar, sehingga pesawat kehilangan karakteristik utama kemampuan stealth-nya selama penerbangan transit.
🇷🇺🪖 Russian fifth-gen jet boasts exceptional range with internal fuel tanks
The Su-57E fifth-generation fighter arrived at Egypt’s El Alamein International Airshow last week with auxiliary fuel tanks fitted inside its weapons bays, Rostec said.
🔶 The aircraft completed the… pic.twitter.com/p7NAk4CSiw
— Sputnik (@SputnikInt) September 17, 2026
Dengan menempatkan tangki cadangan fleksibel di dalam weapons bay utama yang terletak di antara dua mesin Su-57, pesawat mampu mempertahankan aerodinamika bodi yang bersih (clean configuration) sekaligus menjaga profil siluman tetap optimal.
Desain kompartemen senjata Su-57 memang dikenal sangat lapang karena dirancang untuk mengakomodasi rudal jelajah atau rudal anti-kapal berukuran besar. Fleksibilitas ruang ini membalikkan keterbatasan ranah kompartemen internal menjadi keuntungan logistik yang nyata, memungkinkan pesawat terbang jauh tanpa harus mengorbankan kerahasiaan jejak radarnya.
Penerbangan mandiri ke Mesir ini sekaligus membuktikan efisiensi operasional Su-57E dalam misi jarak jauh tanpa bergantung penuh pada ketersediaan pesawat tanker. Menurut data yang dirilis pihak pabrikan, sesampainya di Mesir setelah menempuh jarak ribuan kilometer tanpa bantuan jet tanker maupun drop tank luar, Su-57E dilaporkan masih menyisakan bahan bakar yang cukup untuk menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer lagi.
Hal itu memungkinkan pesawat untuk langsung melakukan sesi demonstrasi udara (flying display) pada hari berikutnya tanpa memerlukan proses pemeliharaan atau pengisian ulang bahan bakar yang rumit.
Inovasi tangki bongkar-pasang internal ini diprediksi akan menjadi daya tarik penjualan (unique selling point) yang kuat bagi Su-57E di pasar ekspor global, khususnya bagi negara-negara yang membutuhkan jet tempur berjangkauan tempur jauh namun memiliki keterbatasan armada pesawat tanker.
Keberhasilan pengujian taktis ini mempertegas bahwa ruang senjata internal jet generasi kelima tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemukul, melainkan juga modul adaptif yang memperluas jangkauan operasional di kawasan regional. (Gilang Perdana)
Rahasia Sukhoi Su-57 Tembus Radar Lawan: Menguak Sensor Navigasi Pasif 101KS-P di Bawah Sayap


