Perkuat Benteng Utara NATO, Swedia Beli 10 Unit Sistem Artileri Roket M142 HIMARS Senilai US$729 Juta

Swedia secara resmi mengotorisasi pembelian 10 unit sistem artileri roket M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) buatan pabrikan Lockheed Martin, Amerika Serikat. Kesepakatan bernilai sekitar US$729 juta tersebut menandai langkah bersejarah bagi Angkatan Darat Swedia (Svenska armén) yang untuk pertama kalinya mengadopsi platform artileri roket modern.
Baca juga: Potong Waktu Tembak, 18 Unit M142 HIMARS Singapura Adopsi Sistem Kendali Digital Terbaru
Pengiriman unit perdana M142 HIMARS dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang untuk memperkuat postur pertahanan kawasan Eropa Utara. Selama ini, tulang punggung artileri darat Swedia sepenuhnya mengandalkan sistem self-propelled howitzer (SPH) roda ban Archer 155 mm buatan BAE Systems Bofors.
Meski Archer dikenal sangat presisi dan memiliki mobilitas tinggi, jarak tembak efektifnya terbatas pada kisaran 40 hingga 50 kilometer saat menggunakan amunisi berpemandu Excalibur. Kehadiran M142 HIMARS memberikan lompatan kemampuan taktis signifikan melalui integrasi roket berpemandu GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System) hingga rudal taktis ATACMS atau PrSM, sehingga Angkatan Darat Swedia mampu menghantam sasaran bernilai tinggi seperti pos komando, simpul logistik, dan posisi artileri musuh pada jarak jauh melampaui rentang jangkauan meriam konvensional.
Secara fakta geografi pertahanan, Swedia sebenarnya tidak memiliki perbatasan darat langsung dengan wilayah kedaulatan Rusia. Swedia berbatasan darat dengan Norwegia di sisi barat dan Finlandia di sisi timur, serta dipisahkan oleh Laut Baltik dari wilayah eksklave Kaliningrad maupun daratan utama Rusia.
Together with Finland’s Minister of Defence Antti Häkkänen, I am presenting the next step for Sweden’s long-range artillery. Sweden will procure HIMARS for around SEK 7 billion. The first systems will be delivered already next year, strengthening the Army’s capability. (1/3) pic.twitter.com/H2okSv4jMH
— Pål Jonson (@PlJonson) September 7, 2026
I attended the unwrapping today of a US Army HIMARS inside a hangar at Ärna Air Base as Sweden announced a SEK 7 billion ($732 million) contract — and a rocket artillery pact with Finland.
Story out at @BreakingDefense
🔗 https://t.co/ci0GHyDiRP
📸 @jonasolsson pic.twitter.com/TWU1v1rcFn— Jonas Olsson (@jonasolsson) September 7, 2026
Meski demikian, pengadaan HIMARS oleh Stockholm menempatkan Swedia ke dalam jajaran negara-negara di kawasan Baltik dan Nordik yang memiliki kemampuan artileri roket presisi jarak jauh standar NATO, menyusul langkah Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania yang telah memesan M142 HIMARS, serta Finlandia yang mengoperasikan sistem M270 MLRS.
Pengadaan M142 HIMARS dirancang terintegrasi erat dengan tetangganya, Finlandia. Kedua negara berencana membangun skema kerja sama produksi amunisi lokal serta standarisasi pemeliharaan dan pelatihan bersama di bawah payung integrasi NATO. Langkah ini kian memperkuat interoperabilitas kekuatan tempur udara dan darat sekutu di sepanjang lingkar utara Eropa.
Di luar pengadaan sistem artileri darat ini, Swedia juga terus mengakselerasi modernisasi armada udaranya melalui penyerahan jet tempur penerus JAS 39 Gripen E ke Angkatan Udara Swedia (Svensk flygvapnet). Kombinasi antara jet tempur Gripen E yang memiliki keunggulan perang elektronik dengan daya gempur presisi jarak jauh dari M142 HIMARS akan menciptakan doktrin pertahanan berlapis yang sangat solid dalam mengamankan ruang udara dan daratan Skandinavia dari potensi eskalasi konflik. (Gilang Perdana)


