Ubah Peran dari UCAV ke Darurat sipil, Drone Wing Loong Cina Terbangkan BTS Emergensi di Xizang

Pemanfaatan pesawat nirkawak (unmanned aerial vehicle/UAV) kelas berat buatan Cina kembali mencatatkan babak baru dalam aplikasi operasi non-militer. Drone seri Wing Loong dikerahkan dalam skala masif untuk mendukung penanganan bencana tanah longsor yang melanda wilayah otonom Xizang (Tibet).

Baca juga: Wing Loong I/II UCAV: Drone Kombatan Maskot Singapore AirShow 2018

Tidak sekadar melakukan pengintaian visual (reconnaissance), drone ini bertindak sebagai stasiun pemancar seluler (Mobile Base Station/BTS) melayang yang berhasil memulihkan konektivitas vital bagi ratusan warga dan tim penyelamat yang terisolasi.

Dalam misi di Xizang tersebut, armada Wing Loong membukukan total waktu jelajah lebih dari 130 jam terbang akumulatif di atas area bencana. Dilengkapi perangkat BTS seluler yang mengintegrasikan jaringan dari tiga operator telekomunikasi utama Cina serta sistem komunikasi satelit, drone ini secara efektif menutupi ketiadaan sinyal akibat rusaknya infrastruktur darat.

Kehadiran pemancar berbasis udara ini memfasilitasi lebih dari 3.900 panggilan telepon darurat, yang menjadi sarana krusial dalam mengordinasikan pergerakan alat berat, pencarian korban, hingga evakuasi medis di medan ekstrem pegunungan.

Integrasi BTS seluler pada platform penerbang nirkawak sejatinya bukan hal yang mengejutkan, melainkan hasil matang dari serangkaian uji coba terencana yang dilakoni industri pertahanan Cina beberapa tahun sebelumnya.

Pihak produsen sekaligus pengembang, Aviation Industry Corporation of China (AVIC), secara konsisten melakukan pengujian penerbangan modul telekomunikasi darurat menggunakan universal platform Wing Loong. Langkah ini membuktikan keandalan sistem transmisi relay nirkabel yang dipasang pada pylon senjata atau kompartemen internal drone, sehingga siap dikerahkan sewaktu-waktu ketika jalur komunikasi konvensional lumpuh total.

Ikuti Langkah Cina, Turki Kembangkan Drone Anka Sebagai “BTS 4.5G”

Secara asasnya, keluarga Wing Loong (seperti varian Wing Loong-1 dan Wing Loong-2) merupakan platform drone dalam kategori MALE (Medium-Altitude Long-Endurance). Klasifikasi MALE ini mengonfirmasi statusnya sebagai drone yang dirancang khusus untuk terbang pada ketinggian menengah dengan batas daya tahan di udara (endurance) yang sangat panjang, yakni mencapai 20 hingga 32 jam nonstop dalam satu kali pengisian bahan bakar.

Selain daya jelajah yang tinggi, drone ini dibekali kapasitas muatan (payload) masif hingga 480 kilogram pada versi Wing Loong-2, yang memungkinkan instalasi berbagai sistem sensor berat, modul BTS, hingga amunisi tempur.

Meski awalnya dirancang sebagai drone Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) untuk misi tempur, pengintaian sasaran, dan serangan presisi menggunakan rudal udara-ke-darat, kombinasi endurance yang panjang dan payload yang besar membuat perannya fleksibel. Transisi peran dari pembawa amunisi menjadi pemancar sinyal udara membuktikan fleksibilitas platform Wing Loong untuk dialihfungsikan secara cepat dari operasi militer menuju operasi dukungan darurat sipil dan mitigasi bencana alam skala besar. (Gilang Perdana)

Cina Tampilkan Wing Loong-X: Drone Tempur dengan Payload Maksimal, Diduga untuk Pasar Afrika

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *