Rosoboronexport Kampanyekan Garpia-A1E: Drone Kamikaze Berjangkauan 1.000 Km dengan Hulu Ledak 50 Kg

JSC Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), secara resmi meluncurkan kampanye pemasaran global untuk sistem drone serang jarak jauh terbaru bernama Garpia-A1E. Gebrakan ini menandai langkah strategis produsen alutsista ternama Rusia, Almaz-Antey Air and Space Defence Corporation, yang kini melebarkan sayapnya ke ceruk pasar munisi berorientasi serangan (loitering munition) atau drone kamikaze.
Mengusung desain sayap delta (flying wing) dengan mesin pendorong belakang (pusher propeller) bertenaga bensin, penampilan visual drone berlabel BLA-D pada sistem Garpia-A1E ini sekilas sangat identik dengan drone kamikaze populer Geran-2 (Shahed-136).
Garpia-A1E dirancang khusus untuk menghantam sasaran bernilai strategis di darat yang koordinat lokasinya telah ditentukan secara presisi. Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menegaskan bahwa Garpia-A1E merupakan satu-satunya drone kamikaze di pasar global saat ini yang menawarkan jarak jangkau hingga 1.000 kilometer.
Drone ini mampu membawa hulu ledak destruktif berbobot lebih dari 50 kg dengan tingkat akurasi tinggi, di mana nilai Circular Error Probable (CEP) atau radius penyimpangannya tidak melebihi 4 meter. Kinerja tempur yang teruji dalam penggunaan taktis aktual membuat varian ekspor ini langsung memikat minat calon pembeli internasional.
Drone Kamikaze Rusia Geran-2 (Shahed-136) Dibekali Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat R-60
Dari spesifikasi, drone serang BLA-D pada sistem Garpia-A1E memiliki bobot lepas landas maksimum (takeoff weight) sebesar 250 kg. Dimensi fisik drone mencakup panjang fuselage 3,4 meter dan bentang sayap (wingspan) mencapai 3 meter. Dalam penerbangannya yang berlangsung secara otomatis penuh, drone dapat meluncur pada rentang ketinggian 50 hingga 2.500 meter di atas permukaan tanah dengan kecepatan maksimum sekurang-kurangnya 170 km/jam. Mengandalkan kombinasi efisiensi mesin bensin dan aerodinamika sayap delta, Garpia-A1E mencatatkan waktu jelajah (endurance) di udara sedikitnya selama 6 jam.
Langkah ekspor ini dipastikan tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan militer dalam negeri Rusia. Pihak Rosoboronexport menyatakan bahwa Almaz-Antey telah berhasil menguasai lini produksi massal (series production) untuk sistem Garpia-A1E. Kapasitas manufaktur yang matang memungkinkan pabrikan untuk memenuhi pesanan kontrak luar negeri dalam jangka waktu yang kompetitif tanpa mengurangi kapabilitas pertahanan nasional Rusia.
Selain menawarkan skema penjualan unit utuh, Moskow juga menyatakan keterbukaannya untuk menegosiasikan opsi lokalisasi produksi sistem Garpia-A1E di negara-negara mitra. (Gilang Perdana)


