Mantan Bos Mossad Ungkap Agen Israel Pernah “Jelajahi” Fasilitas Nuklir Fordow milik Iran

Mantan Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Israel (Mossad), Yossi Cohen, membuat pengakuan mengejutkan terkait operasi intelijen terhadap program nuklir Iran. Saat berbicara dalam acara Galilee Conference di Tzfat, Cohen membeberkan bahwa para agen Mossad telah berulang kali “menjelajahi” fasilitas pengayaan uranium Fordow yang sangat terproteksi demi memetakan area strategis tersebut.
Baca juga: Iran Serang Markas Mossad di Erbil (Irak) dengan Rudal Balistik Fateh-110
Kendati demikian, sosok yang memimpin Mossad hingga tahun 2021 tersebut tidak merinci apakah istilah yang dimaksud merujuk pada penyusupan fisik secara langsung ke dalam bunker bawah tanah atau melalui operasi pengawasan jarak jauh berbasis teknologi canggih.
Dalam kesempatan yang sama, Cohen menyambut positif aksi militer Amerika Serikat yang menghantam situs Fordow dalam konflik Twelve-Day War pada Juni 2025. Serangan yang menjadi bagian dari Operation Midnight Hammer tersebut mengerahkan jet pembom strategis B-2 Spirit dan bom penghancur bunker (bunker-buster) untuk merusak fasilitas inti di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Di samping membahas serangan militer, Cohen memberikan penilaian teknis mengenai kapasitas nuklir Teheran saat ini. Ia menjelaskan bahwa meskipun Iran telah memproduksi uranium yang diperkaya hingga tingkat 60 persen, material tersebut sebenarnya masih cukup jauh dari standar weapons-grade sebesar 90 persen yang dibutuhkan untuk merakit hulu ledak nuklir operasional.
‘We toured the Fordow nuclear site many times in order to understand the facility’ — Former Mossad chief Yossi Cohen
‘Its bombing by the Americans was the fulfillment of all my dreams’ pic.twitter.com/7U0ikgGEo2
— RT (@RT_com) August 11, 2026
Pengakuan ini kian mempertegas rekam jejak panjang infiltrasi intelijen Israel terhadap infrastruktur vital Iran dalam beberapa dekade terakhir. Keberhasilan memetakan situs Fordow yang dibangun jauh di dalam perut pegunungan batu kapur menunjukkan bahwa proteksi fisik sekuat apa pun tetap memiliki celah yang dapat dieksploitasi melalui kombinasi klandestin manusia dan kemajuan sensor intelijen masa kini.
Di sisi lain, pengungkapan publik oleh sosok sekelas Yossi Cohen diprediksi akan memperkeruh tensi geopolitik serta memicu evaluasi internal berskala besar pada sistem keamanan nasional Iran. Teheran dipastikan akan makin memperketat protokol pengawasan di seluruh instalasi pengayaan uraniumnya guna mencegah kebocoran informasi strategis lebih lanjut di tengah ancaman konflik lanjutan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan terbuka dari mantan petinggi intelijen ini mendulang beragam reaksi secara global. Sebagian pihak mengapresiasi keunggulan pengawasan Israel terhadap target vital lawan, sementara pengamat lainnya mempertanyakan kalkulasi politik serta risiko keamanan di balik pembukaan rahasia intelijen sensitif tersebut kepada publik. (Bayu Pamungkas)



Mana artikel yang kamu janjikan itu min