TNI AL Sambut Kedatangan Kapal Latih Cina Qi Jiguang 83 dan LPD Type 071 Kunlun Shan 998 di Surabaya

Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V secara resmi menyambut kedatangan dua kapal perang milik Angkatan Laut Cina, yakni kapal latih Qi Jiguang 83 dan kapal angkut amfibi (Landing Platform Dock/LPD) Type 071 Kunlun Shan 998, yang bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Baca juga: Qi Jiguang 83: Kapal Latih Terbesar AL Cina, Memulai Pelayaran Dua Bulan di Asia Pasifik
Kunjungan diplomasi maritim yang berlangsung sejak Minggu (2/8/2026) ini memiliki peran strategis dalam mempererat kerja sama militer serta hubungan persahabatan bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Cina. Kedua kapal dijadwalkan berada di Surabaya hingga Kamis (6/8/2026) guna menjalankan serangkaian agenda diplomasi dan latihan bersama sebelum kembali berlayar menuju daratan utama Cina.
Kehadiran dua unit kapal ini menarik perhatian karena membawa dua jenis platform dengan karakteristik dan peran operasional yang sangat berbeda namun saling melengkapi. Kapal pertama yang merapat adalah Qi Jiguang 83, sebuah kapal latih (training ship) Type 680 milik yang dikomandani oleh Captain Wang Guopinh.
Kapal berbobot mati sekitar 9.000 ton ini memiliki dimensi panjang 163,5 meter dan lebar 22,2 meter, dengan kemampuan melaju hingga kecepatan maksimum 22 knot. Didukung oleh 110 personel awak tetap, Qi Jiguang 83 dirancang khusus sebagai “akademi terapung” modern yang mampu menampung hingga 300 kadet dan 45 instruktur.
View this post on Instagram
Keunggulan utama kapal ini terletak pada fasilitas navigasi dan simulasi tempur canggih yang terintegrasi di dalamnya, memungkinkan para kadet melakukan pemetaan maritim, latihan komando, serta navigasi jarak jauh secara real-time. Untuk pertahanan diri mandiri, kapal latih ini dibekali persenjataan ringan hingga sedang, termasuk meriam utama kaliber 76 mm H/PJ-26 di bagian haluan serta beberapa stasion kanon otomatis 30 mm untuk menangkal ancaman udara dan permukaan terbatas.
Sementara itu, kapal kedua yang bersandar adalah Kunlun Shan 998, yang merupakan kapal perang jenis LPD Type 071 Yuzhao class yang dikomandani oleh Captain Yang Yi. Kapal perang raksasa berbobot deplasemen mencapai 25.000 ton ini memiliki panjang 210 meter, lebar 28 meter, serta sanggup dipacu hingga kecepatan maksimum 25 knot berkat sokongan empat mesin diesel SEMT Pielstick yang bertenaga.

Dalam pelayaran ke Surabaya ini, Kunlun Shan 998 diawaki oleh 172 personel serta membawa 250 kadet dan 25 instruktur. Sebagai salah satu kapal proyeksi kekuatan amfibi terbesar yang dimiliki Cina, keunggulan Type 071 terletak pada kapasitas muatannya yang masif. Kapal ini dilengkapi dengan well deck (dok terendam) berukuran besar di bagian buritan yang sanggup menampung hingga empat kapal pendarat bantalan udara (Landing Craft Air Cushion/LCAC) kelas Yuyi (Type 726) untuk mendaratkan Main Battle Tank dan kendaraan lapis baja secara cepat ke bibir pantai musuh, serta mampu mengangkut hingga satu batalyon pasukan Marinir lengkap dengan kendaraannya.
#China‘s Type 071 amphibious transport dock ship KUNLUNSHAN 998 seen in early Sept. Commissioned in 2007 as the 1st of eight Type 071 LPDs, KUNLANSHAN displaces about 25,000 tons, roughly similar in size to the US Navy’s SAN ANTONIO LPD17 class. 5 are in service 3 more building pic.twitter.com/4wbhElhkHk
— Chris Cavas (@CavasShips) September 19, 2021
Fasilitas penerbangan dan sistem pertahanan pada Kunlun Shan 998 juga tergolong sangat mumpuni untuk mendukung misi tempur maupun operasi kemanusiaan skala besar. Kapal ini memiliki geladak penerbangan (flight deck) yang luas serta fasilitas hanggar yang sanggup menampung hingga empat unit helikopter angkut sedang seperti Z-8 atau Z-18 secara bersamaan.
Untuk aspek persenjataan dan pertahanan diri (self-defense), LPD Type 071 ini diperkuat oleh meriam utama kaliber 76 mm H/PJ-26 yang efektif menyasar target permukaan dan udara, serta didukung oleh empat unit sistem senjata jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) Type 630 kaliber 30 mm bertabung ganda untuk merontokkan rudal anti-kapal yang mendekat.
Kombinasi antara kapal latih teknologi tinggi Qi Jiguang 83 dan kapal amfibi bobot berat Kunlun Shan 998 tidak hanya menunjukkan kapabilitas modernisasi armada laut Cina, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan yang berharga bagi prajurit TNI AL selama kunjungan persahabatan tersebut berlangsung. (Gilang Perdana)
Cina Luncurkan Type 071E Pesanan Angkatan Laut Thailand, Inilah LPD Terbesar di Asia Tenggara


