Armenia Pamerkan Rudal Anti-Tank ‘Nizak’, Diduga Varian Lokal dari GAM-102LR Buatan Cina

Kementerian Pertahanan Armenia secara resmi memperlihatkan rekaman video terbaru yang menampilkan sistem rudal anti-tank (Anti-Tank Guided Missile/ATGM) buatan dalam dengan label Nizak. Sistem persenjataan ini mencuri perhatian para pengamat militer global karena memiliki kemiripan desain yang sangat tajam dengan rudal anti-tank GAM-102LR buatan pabrikan asal Cina, Poly Technologies.

Baca juga: Rudal GAM-102LR Kamboja Disita Thailand: Senjata Anti Tank Generasi Kelima Buatan Cina

Pengungkapan bentuk fisik Nizak secara mendetail ini pertama kali dianalisis oleh pengamat militer Hov Nazaretyan. Meski rincian bentuk Nizak sebenarnya telah diperkenalkan ke publik secara terbatas pada parade militer Armenia tanggal 28 Mei lalu, tayangan video Kemenhan Armenia baru-baru ini memberikan visualisasi paling jelas terkait kemiripan arsitektur dan tabung peluncur Nizak dengan sistem GAM-102LR.

Secara spesifikasi teknis, Nizak diyakini mengadopsi kapabilitas penuh dari platform GAM-102LR yang merupakan bagian dari keluarga GAM-100X buatan Poly Technologies sejak diperkenalkan pada 2016. Sistem rudal anti-tank ini beroperasi dengan prinsip fire-and-forget menggunakan pemandu inframerah (infrared homing head), yang memungkinkan rudal mengejar target secara mandiri setelah ditembakkan.

Rudal ini sanggup menjangkau target hingga jarak operasional maksimum 4.000 meter (4 km) dengan daya penetrasi lapis baja yang sangat tinggi, mencapai 1.000 mm RHA (Rolled Homogeneous Armour). Untuk fleksibilitas operasional, Nizak dapat ditembakkan secara portabel menggunakan peluncur tabung berkaki tiga (tripod) oleh personel infanteri maupun diintegrasikan langsung di atas platform kendaraan tempur.

Munculnya Nizak yang beraroma alutsista Cina menguatkan dugaan peningkatan kerja sama pertahanan antara Yerevan dan Beijing. Armenia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di kawasan Kaukasus yang berhasil meraih status Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) dengan Cina pada tahun 2023. Indikasi penguatan kemitraan militer ini kian nyata setelah pada parade Mei lalu, Armenia juga secara mendadak memamerkan armada drone tempur nirawak (UCAV) CH-4 Rainbow buatan Cina, yang proses pembeliannya tidak pernah diumumkan secara resmi ke publik.

Pengadopsian teknologi rudal setara GAM-102LR melalui program Nizak menandai titik balik penting bagi modernisasi Angkatan Bersenjata Armenia, sekaligus bagian dari strategi Yerevan untuk mendiversifikasi pasokan alutsista dan memperkuat kapabilitas artileri anti-tank di tengah dinamika geopolitik kawasan Kaukasus. (Bayu Pamungkas)

Rudal GAM-102LR Kamboja Disita Thailand: Senjata Anti Tank Generasi Kelima Buatan Cina

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *