Uji Coba LHD Type 076 Sichuan: Kapal Serbu Amfibi Cina Pertama dengan Katapult Elektromagnetik dan Drone Sayap Tetap

Pengembangan kekuatan udara Angkatan Laut Cina (PLAN) memasuki babak baru yang sangat krusial. Melalui rekaman resmi yang dirilis media pemerintah CCTV News, Beijing untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa kapal serbu amfibi (amphibious assault ship) LHD generasi terbaru mereka, Type 076 Sichuan, telah sukses melangsungkan uji coba peluncuran beban (dead-load test) menggunakan sistem katapult elektromagnetik (EMALS).
Dalam tayangan tersebut, terlihat kereta uji (test cart) berwarna merah diluncurkan dari dek penerbangan, diselingi dengan uji tembak nyata (live-fire) sistem penangkal pertahanan diri (countermeasures). Penampakan ini menandai bahwa kapal perang seberat lebih dari 40.000 ton tersebut kini melangkah ke fase kualifikasi sistem secara menyeluruh sebelum resmi memperkuat armada ekspedisi PLAN.
Langkah ini menjadi torehan sejarah tersendiri dalam doktrin penerbangan angkatan laut global. Selama ini, teknologi katapult penerbangan identik dengan kapal induk konvensional berukuran raksasa seperti Fujian (Type 003) milik Cina atau Gerald R. Ford class milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Pengintegrasian sistem EMALS beserta kabel penangkap (arresting gear) ke dalam platform Landing Helicopter Dock (LHD) menjadikan Type 076 sebagai kapal serbu amfibi pertama di dunia yang mengusung konfigurasi CATOBAR (Catapult-Assisted Take-Off But Arrested-Recovery). Integrasi inovatif ini berhasil mendobrak batasan LHD tradisional yang sebelumnya hanya mengandalkan helikopter atau pesawat tempur berkemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL).
Weighted carts catapult test on Type 076 LHD
three lines marked directly under and outside the wheels of the Red cart to ensure it is centered
the parallel alignment markings flanking the catapult slot serve as visual tips for precise positioning https://t.co/KJkC2ZrLgS pic.twitter.com/pZa0Vx56jG
— David Wang (@DavidWangPLA) August 1, 2026
Secara teknis, kunci keberhasilan pengoperasian katapult elektromagnetik pada Type 076 terletak pada arsitektur Sistem Propulsi Listrik Terpadu (Integrated Electric Propulsion/IEP). Kapal berpanjang sekitar 250 meter ini dibekali kombinasi dua turbin gas berkapasitas masing-masing 21 MW dan enam generator diesel 6 MW, yang secara keseluruhan menghasilkan daya listrik terpasang hingga 78 MW.
Pasokan listrik raksasa itulah yang memberi tenaga bagi linear induction motor pada EMALS untuk melempar pesawat dari dek, sekaligus menyokong seluruh sensor radar, sistem tempur, dan kebutuhan domestik kapal. Berbeda dengan katapult uap masa lalu, EMALS mampu menyesuaikan energi peluncuran berdasarkan bobot spesifik pesawat, sehingga mengurangi beban struktural pada badan pesawat (airframe) dan meningkatkan fleksibilitas operasional penerbangan.
Navy Type 076 LHD deploying defensive countermeasures https://t.co/bxi9dFBOa9 pic.twitter.com/qdYnZTh3cz
— David Wang (@DavidWangPLA) August 1, 2026
Meskipun sumber-sumber di Cina mengindikasikan kemungkinan pengoperasian pesawat tempur siluman berawak seperti J-35 atau pesawat peringatan dini KJ-600 di masa depan, desain Type 076 pada tahap awal ini dioptimalkan secara khusus untuk pengoperasian drone (unmanned aerial vehicles/UAV) bersayap tetap.
Kombinasi EMALS, dek penerbangan yang luas, dua elevator pesawat berukuran besar di bagian belakang, serta satu elevator di bagian depan memungkinkan PLAN untuk menggelar operasi drone secara intensif dan berkelanjutan. Kehadiran drone sayap tetap ini bakal memegang peranan vital dalam menjalankan misi intelijen, pengawasan, pengintaian (ISR), peperangan elektronik, hingga serangan presisi guna mendukung operasi pendaratan amfibi tanpa tergantung pada kehadiran kapal induk utama.
🇨🇳🏆China’s Type 076 amphibious assault ship gears up to challenge US naval dominance
China has completed flight deck markings and installed EMALS catapults on its first Type 076 next-gen assault ship ‘PLAN Sichuan’, reports Central China TV (CCTV).
🔹 Latest imagery reveals… pic.twitter.com/C13EPOpNqc
— Sputnik (@SputnikInt) July 6, 2026
Menariknya, penambahan fasilitas penerbangan canggih ini tidak memangkas peran hakiki Type 076 sebagai sarana proyeksi kekuatan amfibi. Kapal ini tetap mempertahankan well deck di bagian buritan yang mampu menampung hingga dua unit Landing Craft Air Cushion (LCAC) Type 726 Yuyi-class, serta kapasitas angkut untuk lebih dari 1.000 personel marinir.
Untuk pertahanan jarak dekat, Sichuan dibekali persenjataan padat berupa tiga sistem kanon CIWS Type 1130, tiga peluncur rudal permukaan-ke-udara jarak pendek HHQ-10, serta peluncur decoy untuk mematahkan ancaman rudal anti-kapal maupun torpedo musuh.
Type 726 LCAC: Mampu Membawa MBT, Inilah Andalan AL Cina dalam Operasi Serbuan Amfibi
Kehadiran Type 076 Sichuan secara langsung memberikan tantangan strategis bagi kapal serbu amfibi America dan Wasp class milik Angkatan Laut AS. Dengan kemampuannya menerbangkan drone sayap tetap berjangkauan jauh lewat katapult, PLAN kini memiliki cara baru yang fleksibel untuk menghadirkan keunggulan udara di kawasan krusial seperti Selat Taiwan, Laut Cina Selatan, Laut Cina Timur, hingga Pasifik Barat.
Langkah ini kian mempertegas ambisi modernisasi armada laut Cina yang tidak hanya berfokus pada kuantitas jumlah kapal, tetapi juga pada diversifikasi dan inovasi teknologi penerbangan angkatan laut tingkat tinggi. (Gilang Perdana)
Antara Doktrin dan Propaganda: Menakar Realitas Taktis di Balik Video Viral Truk EMALS Cina
Related Posts
-
Terbang Dekati Pulau Hainan, P-8A Poseidon AL AS Dilengkapi Radar Intai Canggih AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor
14 Comments | May 17, 2020
-
Singapura Akuisisi 4 Unit F-35 Lightning II, dengan Opsi Tambahan 8 Unit
21 Comments | Mar 3, 2019
-
Sudah Pernah Terbang, Mengapa Drone Tanker MQ-25A Stingray Kembali Jalani Uji Taksi di 2026
No Comments | Jan 31, 2026 -
‘Kerapuhan’ Kapal Perusak Cina Terungkap: USV Murah Lightfish Berhasil Dekati Type 052D di Perairan Filipina Tanpa Terdeteksi
1 Comment | Jul 30, 2026


