India Kembangkan Netra Mk2 AWACS Berbasis Airbus A321, Jangkauan Radar Tembus 650 Km

Setelah sukses membawa sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) Netra Mk1 berbasis jet regional Embraer ERJ-145 hingga meraih izin tempur akhir, Angkatan Udara India (IAF) kini bersiap melakukan lompatan teknologi yang jauh lebih besar. Melalui Defence Research and Development Organisation (DRDO), India tengah mempercepat pengembangan varian terbaru yang diberi kode Netra Mk2 di bawah program AWACS India.
Baca juga: Dua Dekade Pengembangan, Sistem AEW&C Netra Buatan India Resmi Raih Izin Tempur Akhir
Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan platform jet komersial berbadan kecil, Netra Mk2 akan mengintegrasikan teknologi radar canggihnya pada platform pesawat yang jauh lebih besar, yakni Airbus A321. Langkah strategis ini diambil untuk menjembatani kesenjangan kemampuan antara armada AEW&C India saat ini dengan target jangka panjang mereka dalam mewujudkan sistem AWACS full-spectrum yang sepenuhnya mandiri di masa depan.
Penggunaan platform Airbus A321 memberikan keuntungan besar dari segi ruang kabin, daya angkut, serta kapasitas bahan bakar yang jauh melampaui kemampuan Embraer ERJ-145. Berdasarkan spesifikasi yang dirancang, Netra Mk2 diproyeksikan memiliki ketinggian operasional yang impresif hingga mencapai sekitar 50.000 kaki, sebuah level ketinggian yang memberikan keuntungan taktis berupa cakupan pandang radar yang lebih luas dan bersih dari gangguan cuaca buruk.
Sebagai catatan, untuk bisa beroperasi di stratosfer (area 50.000 kaki), Airbus A321 harus dimodifikasi secara masif oleh DRDO. Ini mencakup penggantian atau peningkatan output mesin jet agar mampu bekerja di udara yang sangat tipis, penguatan struktur lambung tekan (pressure hull), serta pengurangan bobot pesawat secara signifikan (karena kursi penumpang, bagasi, dan interior komersial semuanya dicopot dan digantikan oleh konsol sistem misi).
IAF’s upcoming Netra Mk2 AWACS, being developed under the AWACS India programme 🇮🇳 and based on the Airbus A321 platform, is going to feature:
-Operating altitude of approx. 50,000ft.
-Endurance of around 11+hrs
-Indigenous S-band AESA radar with detection ranges reaching up to… pic.twitter.com/OE65gWJW1m— VERTEX (@vasilyaarkhipov) July 9, 2026
Selain itu, pesawat pengintai ini memiliki ketahanan terbang (endurance) yang luar biasa dengan kemampuan mengudara selama lebih dari 11 jam dalam sekali misi. Kemampuan ini menjadi peningkatan masif jika dibandingkan dengan Netra Mk1 yang memiliki ketahanan terbang bawaan lebih rendah, meskipun varian perdana tersebut diakali dengan adanya instalasi probe pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling).
Inti dari keunggulan operasional Netra Mk2 terletak pada adopsi sensor generasi terbaru berupa radar Active Electronically Scanned Array (AESA) berbasis S-band hasil pengembangan mandiri industri pertahanan India. Radar canggih ini diklaim memiliki jarak deteksi yang sangat masif hingga mencapai 650 kilometer dan mampu memberikan cakupan radar yang hampir menyeluruh hingga mendekati sudut 300 derajat, sebuah lompatan besar dari Netra Mk1 yang memiliki keterbatasan sudut pindai. Tidak hanya unggul dalam jarak dan cakupan, radar S-band AESA ini juga dirancang untuk melakukan pelacakan secara simultan (multi-domain) terhadap berbagai sasaran sekaligus, mulai dari target di udara, target maritim di lautan, hingga target permukaan di daratan.
The Cabinet Committee on Security has also approved the acquisition of 6 Airbus A321-based #Netra Mk2 AEW&C aircraft, at a cost of ₹19,000 crore.
All six AEW&C aircraft will be delivered by 2033-34,https://t.co/SsCCCCqea5 pic.twitter.com/lEeFGvmmOM— Defence Decode® (@DefenceDecode) August 20, 2025
Menghadapi kompleksitas pertempuran udara modern, Netra Mk2 juga akan disuntikkan teknologi otomatisasi tingkat tinggi pada sistem manajemen misinya. Dengan pemrosesan data taktis yang serba otomatis dan cerdas, beban kerja operasional dapat dialihkan ke sistem komputer untuk meningkatkan efisiensi misi di ruang udara. Otomatisasi tinggi ini secara langsung berhasil memangkas jumlah kebutuhan awak operator radar yang harus dibawa di dalam kabin pesawat, tanpa mengurangi ketajaman analisis situasi.
Melalui proyek ambisius berbasis Airbus A321 ini, India tidak hanya sekadar menambah kuantitas armada “mata langit” mereka, melainkan mempertegas kemandirian teknologi pertahanan domestik dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kian memanas di kawasan Asia Selatan. (Bayu Pamungkas)
Penampakan KJ-3000: AWACS Terbaru Cina dengan Platform Pesawat Angkut Berat Xian Y-20


